Apa yang perlu diperhatikan pasien IBD yang ingin berpuasa?
Jika Anda memiliki riwayat penyakit radang usus dan sedang dalam keadaan tidak kambuh dan dalam remisi, maka dipersilahkan untuk berpuasa. Namun, ada beberapa yang harus diperhatikan bagi pasien radang usus agar aman berpuasa, yaitu:
Konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu
Anda perlu mengonsultasikan keadaan Anda kepada dokter sebelum menjalankan puasa, seperti menanyakan apakah kondisi Anda saat ini aman untuk berpuasa, berapa banyak dosis dan jam berapa obat harus Anda minum, dan tanda apa saja yang membuat Anda sebaiknya tidak berpuasa dulu.
Jangan melewatkan waktu sahur dan jangan tunda waktu berbuka
Manfaat makan sahur salah satunya adalah sebagai sumber energi selama berpuasa seharian. Untuk itu, disarankan untuk memilih makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, serat, dan mineral yang dibutuhkan tubuh saat sahur. Sebab, apa yang kita makan saat sahur dapat berpengaruh pada kesehatan saluran cerna dan pastinya kebugaran tubuh kita selama puasa. Pada saat magrib, segeralah berbuka dengan yang sehat. Jangan jadikan buka puasa Anda sebagai ajang balas dendam dengan makan banyak untuk mengisi perut Anda yang kosong selama berpuasa.
Baca juga: Tips Sahur Agar Puasa Lancar, Tubuh dan Saluran Cerna Tetap Sehat!
Pilihlah makanan yang aman bagi pasien radang usus
Kesalahan saat sahur dan berbuka puasa yang sering ditemui adalah terlalu memanjakan diri dan memilih gorengan serta makanan manis. Padahal mengonsumsi makanan manis berlebihan serta makanan tinggi lemak secara tidak langsung dapat meningkatkan risiko terjadinya IBD dan memperburuk gejalanya. Makanan lain yang dapat mengiritasi saluran cerna dan sebaiknya dihindari adalah makanan pedas. Mengenai makanan berserat, studi menunjukkan bahwa konsumsi serat tidak boleh dibatasi pada IBD yang mengalami remisi atau sedang tidak aktif. Namun, ketika keluhan radang usus sedang muncul dan berat maka pasien IBD disarankan untuk mengonsumsi makanan rendah serat agar usus yang sedang mengalami peradangan dapat beristirahat. Untuk konsumsi protein, pilihlah protein tanpa lemak seperti daging unggas dan ikan, serta batasi mengonsumsi daging merah yang berlemak dan daging olahan.
Cukupi kebutuhan cairan tubuh
Air putih merupakan pilihan minuman paling murah dan sehat diantara yang lainnya. Hindari mengonsumsi minuman berkafein, tinggi gula, dan bersoda agar tidak mengganggu kenyamanan saluran cerna Anda selama berpuasa. Perlu diketahui, karena pasien IBD lebih rentan mengalami diare maka sebaiknya batasi pula mengonsumsi susu atau produk olahan susu lainnya terutama jika pasien memiliki intoleransi laktosa.
Jangan paksakan diri
Tidak ada yang lebih tahu kondisi tubuh Anda selain diri Anda sendiri. Jika Anda benar-benar merasa mampu untuk berpuasa dan telah berkonsultasi ke dokter mengenai pengobatan selama bulan puasa maka cobalah, tetapi jangan berkecil hati jika saat menjalaninya Anda merasa tidak mampu dan harus membatalkannya karena alasan kesehatan. Banyak ibadah lain yang dapat Anda lakukan selama bulan Ramadan seperti membaca Al-quran, beramal, dan terus memperbaiki diri. Pasien IBD juga diharapkan dapat mengelola stress dengan baik. Sebab, stress merupakan salah satu pemicu timbulnya gejala IBD. Untuk menghindarinya, pasien IBD dapat dianjurkan untuk melakukan hobi yang digemari, berolahraga ringan, dan melakukan relaksasi.
.
Orang dengan IBD boleh saja berpuasa dengan catatan dalam kondisi stabil dan tidak mengganggu pengobatan. Hal itu dapat dipastikan dengan berkonsultasi pada dokter sebelum menjalankan puasa. Pasien IBD dianjurkan untuk membuat jurnal makanan dan mencatat makanan apa saja yang menyebabkan penyakit tersebut kambuh. Sebab, diet IBD dapat bersifat personal.
.
Referensi
Diet, Nutrition, and Inflammatory Bowel Disease. 2013. New York: Crohn’s and Colitis Foundation of America. https://www.crohnscolitisfoundation.org/sites/default/files/legacy/assets/pdfs/diet-nutrition-2013.pdf
Limdi JK. 2018. Dietary practices and inflammatory bowel disease. Indian J Gastroenterol. 37(4):284-292.
Tavakkoli H, Haghdani S, Emami MH, Adilipour H, Tavakkoli M, Tavakkoli M. 2008. Ramadan fasting and inflammatory bowel disease. Indian J Gastroenterol. 27(6):239-41.
The Facts About Inflammatory Bowel Diseases. 2014. New York: Crohn’s and Colitis Foundation of America. http://www.crohnscolitisfoundation.org/assets/pdfs/updatedibdfactbook.pdf

Leave a Reply