Saat Perut Kosong, Apa yang Sebaiknya Dikonsumsi dan Tidak

Sumber gambar: freepik.com

Karena terlalu sibuk bekerja dan beraktivitas, kita seringkali melewatkan waktu makan. Ketika perut mulai terasa lapar karena sudah lama kosong, sering kita mencari makanan yang mudah didapatkan untuk mengisi perut. Padahal, saat perut sedang kosong, Anda perlu memilah makanan yang aman untuk mengisi perut. Jika salah, bukan kenyang yang dirasakan namun ketidaknyamanan pada perut yang akan timbul. Dampaknya, Anda tidak dapat melanjutkan aktivitas dengan nyaman.

.

Apa saja yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat perut kosong?

Berikut beberapa daftar makanan dan minuman yang sebaiknya Anda hindariuntuk dikonsumsi langsung saat perut sedang kosong:

  • Kopi
    Meminum secangkir kopi memang sangat nikmat dan menambah semangat kerja Anda. Namun, meminumnya saat perut kosong justru dapat mendatangkan malapetaka bagi perut Anda. Saat tidak ada makanan yang dicerna, asam lambung akan menumpuk dan memicu keluhan nyeri pada perut. Baik kopi kafein maupun dekafein nyatanya dapat merangsang produksi asam lambung. Sehingga, gabungan dari keduanya akan meningkatkan jumlah asam lambung dan menyebabkan keluhan pada perut yang semakin berat.

  • Minuman berkarbonasi
    Mengonsumsi minuman dingin berkarbonasi saat perut kosong memang sangat menyegarkan namun dapat membuat masalah yang lebih buruk jika dikonsumsi saat perut sedang kosong. Minuman berkarbonasi mengandung karbon dioksida di dalamnya yang dapat menambah volume gas dalam lambung Anda sehingga perut akan terasa kembung dan tidak nyaman.

  • Makanan dan minuman yang tinggi gula
    Makanan dan minuman manis memang sangat menggoda untuk segera disantap saat sedang lapar-laparnya. Namun tahukah Anda bahwa kandungan gula yang tinggi dalam makanan tidak baik jika dikonsumsi dalam jumlah banyak saat perut kosong? Lonjakan gula darah yang tinggi secara tiba-tiba dapat menyebabkan organ pankreas bekerja keras untuk mengeluarkan hormon insulin untuk mengontrol gula darah. Hormon insulin yang diproduksi akan membawa gula secara cepat dari darah ke dalam sel tubuh sehingga menyebabkan gula darah menurun. Pada akhirnya kondisi ini akan menyebakan badan lebih mudah lemas.  

  • Makanan asam
    Buah yang asam seperti jeruk, jeruk bali, dan tomat mengandung banyak vitamin dan kadar air yang banyak. Namun, sebaiknya buah-buahan tersebut tidak dikonsumsi saat kondisi perut sedang kosong. Sebab, keasamannya dapat menyebabkan kondisi lambung Anda semakin asam dan menimbulkan keluhan perut perih dan panas.

  • Makanan pedas
    Jika Anda menyukai makanan pedas, Anda tidak sendirian. Cabai, bubuk cabai, dan bumbu lainnya yang menimbulkan rasa pedas sering digunakan untuk menambah cita rasa makanan. Makanan pedas memiliki reseptor nyeri pada dinding saluran cerna. Reseptor adalah ujung saraf yang peka terhadap rangsangan dan reseptor tiap orang berbeda-beda. Ada yang lebih banyak dan lebih peka. Inilah penyebab mengapa ada orang yang kuat mengonsumsi makanan pedas dan ada juga yang tidak. Capsaicin adalah suatu kandungan dalam cabai dapat meinumbulkan rasa nyeri atau terbakar akibat rangsangan pada reseptor yang ada di permukaan saluran cerna. Namun, biasanya hal ini terjadi pada orang yang sebelumnya sudah memiliki luka atau gangguan pada lapisan saluran cernanya.

  • Daging
    Produk daging terutama daging merah merupakan salah satu makanan yang sulit dicerna oleh tubuh manusia karena protein yang terkandung didalamnya lebih sulit untuk diurai, sehingga hal ini berefek pada peningkatan beban lambung jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak. Makanan tinggi lemak seperti daging membuat pengosongan perut Anda lebih lambat yang juga dapat menimbulkan kembung atau ketidaknyamanan pada perut. Prinsipnya, Anda boleh mengonsumsi daging namun dalam jumlah yang sewajarnya.

  • Keripik asin
    Ketika Anda melihat rincian nutrisi dari sekantong keripik, Anda akan melihat bahwa mereka mengandung tinggi kalori, lemak, dan natrium, tetapi kandungan lainnya seperti protein dan seratnya rendah. Nutrisi yang didapatkan dari sekantong keripik tidak banyak, apalagi dengan pengolahannya yang digoreng akan semakin mengurangi nutrisi yang ada. Ketika Anda makan makanan yang tidak mengandung nilai gizi yang cukup, pada akhirnya Anda akan makan lebih banyak sebab Anda merasa tidak kenyang dan lebih cepat lapar.

.

Apa saja yang sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong?

Telah disebutkan makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat perut kosong. Bagaimana dengan makanan yang aman dikonsumsi saat perut kosong? Sebenarnya, lebih banyak pilihan makanan yang aman untuk dikonsumsi ketika perut sedang kosong. Beberapa daftar makanan yang dapat dijadikan pilihan untuk dikonsumsi saat perut Anda sedang kosong diantaranya:

  • Oatmeal
    Makan oatmeal di pagi hari atau saat perut kosong memiliki manfaat untuk memberikan lapisan pelindung pada dinding lambung yang dapat mencegah terjadinya iritasi akibat asam yang berlebihan.

  • Buah segar
    Serat yang terkandung dalam buah membuat perut kita lebih lama merasa kenyang sehingga menekan kita untuk makan yang berlebihan. Beberapa buah yang baik dikonsumsi saat perut kosong diantaranya kurma, pepaya, dan semangka.

  • Madu
    Penelitian menunjukkan bahwa madu dapat memproteksi lapisan lambung dari luka dan iritasi.

  • Kacang-kacangan
    Kacang mete, kenari (walnut), dan almon umumnya bersifat basa. Asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak omega-3 yang terkandung didalamnya dapat melindungi jantung dan kandungan seratnya dapat membuat Anda merasa lebih lama kenyang. Almon juga mengandung Vitamin E, antioksidan alami, dan mineral seperti mangan dan magnesium. Sehingga kacang-kacangan dapat memberi energi lebih dan membantu melengkapi nutrisi yang diperlukan.

Makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat perut kosong mungkin justru menjadi pilihan yang sering Anda konsumsi selama ini. Perbaikilah menu makanan Anda mulai hari ini. Kesehatan yang terjaga adalah kekayaan yang nyata.

.

Referensi
Cuomo, R., Sarnelli, G., Savarese, MF., Buyckx, M. 2009. Carbonated beverages and gastrointestinal system: Between myth and reality. Nutrition, Metabolism & Cardiovascular Diseases 19, 683-689.

Feinle-Bisset C, Azpiroz F. Dietary and lifestyle factors in functional dyspepsia. Nat Rev Gastroenterol Hepatol. 2013 Mar;10(3):150-7.

Newberry C, Lynch K. The role of diet in the development and management of gastroesophageal reflux disease: why we feel the burn. J Thorac Dis. 2019;11(Suppl 12):S1594-S1601.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*