Selain Lapar, Berikut Penyebab Perut Anda Bunyi

Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa adalah suatu kondisi ketika laktosa dalam makanan atau minuman seperti produk susu tidak tercerna dalam usus karena tubuh tidak menghasilkan enzim laktase dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, bakteri akan memecahnya dan menghasilkan gas berlebih. Gas yang mengisi saluran usus ini akan menimbulkan keluhan kembung dan bunyi perut keroncongan padahal Anda sedang tidak merasa lapar.

.

Kondisi medis tertentu lainnya

Selain penyebab yang telah disebutkan sebelumnya, keluhan perut bunyi dapat dikaitkan dengan kondisi medis yang mendasarinya terutama jika disertai dengan gejala lain seperti nyeri perut, sulit BAB, atau diare. Masalah-masalah yang dapat menyebabkan perut berbunyi, antara lain:

.

Baca juga: 10 Fakta Menarik tentang Proses Pencernaan Makanan di Tubuh Kita!

.

Perut bunyi biasanya adalah hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi jika mengganggu aktivitas Anda dan menimbulkan gejala-gejala penyerta lainnya seperti mual, muntah, sembelit, diare, ada darah di tinja, perut kembung, nyeri perut, berat badan turun tanpa sebab, dan demam, maka Anda perlu mengonsultasikan masalah tersebut dan memeriksaan diri ke dokter. Makanlah secara perlahan dan teratur, tetap konsumsi air putih yang cukup, kurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gas, serta berolahraga yang rutin untuk senantiasa menjaga kesehatan saluran pencernaan dan mengurangi keluhan perut bunyi.

.


Referensi
Altobelli, E., Negro, VD., Angeletti, PM., Latella, G. 2017. Low-FODMAP Diet Improves Irritable Bowel Syndrome Symptoms: A Meta-Analysis. Nutrients 9(9), 940.

Hasler WL. 2006. Gas and Bloating. Gastroenterol Hepatol (N Y), 2(9):654-662.

Misselwitz B, Butter M, Verbeke K, et al. 2019. Update on lactose malabsorption and intolerance: pathogenesis, diagnosis and clinical management. Gut, 68:2080-2091.

Thompson, WG. 2019. A Noisy Tummy: What Does it Mean? Available online at https://www.iffgd.org/symptoms-causes/abdominal-noises.html?showall=1#:~:text=There%20is%20no%20specific%20treatment,a%20doctor%20should%20be%20consulted.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*