10 Fakta Menarik tentang Proses Pencernaan Makanan di Tubuh Kita!

Sumber gambar: freepik.com

Penulis: dr. Rabbinu Rangga Pribadi, SpPD dan dr. Nindhita Putrie Prabaswari
Divisi Gastroenterologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam,
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta

.

Sistem pencernaan memiliki dua fungsi utama, yaitu mengubah makanan menjadi nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan membuang limbah tubuh. Untuk melakukan tugasnya, sistem tersebut membutuhkan kerjasama dari sejumlah organ tubuh termasuk mulut, lambung, usus, hati, dan kandung empedu.

Sistem pencernaan jauh lebih pintar dibandingkan yang Anda kira. Sistem pencernaan disebut sebagai otak kedua karena terdapat sistem saraf yang terletak di usus (sistem saraf enterik) terdiri dari 200 hingga 600 juta sel saraf yang dapat mengontrol seluruh sistem pencernaan mulai dari kerongkongan hingga anus serta mengatur seberapa sering dan kuat otot pada saluran cerna bekerja. Sistem saraf enterik dapat beroperasi secara mandiri tanpa masukan dari sistem saraf pusat kita, meskipun mereka tetap berkomunikasi secara teratur. Itu adalah salah satu fakta menarik dari sistem pencernaan kita.

Beberapa fakta menarik lainnya akan kami bahas di artikel ini:

  1. Proses pencernaan makanan dapat tetap berjalan dari kerongkongan hingga usus walaupun Anda sedang dalam posisi terbalik (headstand dan handstand). Saluran cerna para astronot yang sedang di luar angkasa dengan gravitasi nol pun dapat tetap bekerja untuk memproses makanannya. Sebab, makanan masuk melalui mulut dilanjutkan ke kerongkongan, usus, dan mencapai anus dikarenakan adanya gerakan peristaltik atau pergerakan otot sepanjang saluran pencernaan. Peristaltik ini sangat kuat dan mampu melawan gaya gravitasi.

  2. Banyak orang mengira bahwa proses pencernaan baru akan terjadi di lambung dan usus. Padahal proses pencernaan makanan sudah dimulai dari mulut. Kelenjar ludah memproduksi air liur sekitar 2 sampai 4 liter per hari. Air liur mengandung enzim yang bertugas untuk memecah makanan, khususnya pati dan lemak saat kita mengunyah.

  3. Esofagus atau kerongkongan memiliki dua sfingter (otot melingkar yang memungkinkan bahan apa pun melewatinya ketika sedang relaksasi dan mempersempit saluran saat berkontraksi). Sfingter pertama terletak di bagian atas kerongkongan yang kerjanya dapat dikontrol diri sendiri atau berada dalam kendali sadar kita, seperti saat kita menelan, bersendawa, dan muntah. Sedangkan sfingter kedua terletak di bawah sebelum lambung yang kerjanya tidak dapat dikendalikan oleh diri sendiri. Fungsi sfingter esofagus bagian bawah adalah untuk mencegah makanan masuk ke esofagus lagi setelah masuk ke lambung. Meskipun esofagus panjang, hanya dibutuhkan 7 detik untuk makanan melewati esofagus dan akhirnya masuk ke lambung.

  4. Lambung adalah organ penyimpanan sementara untuk makanan dalam jumlah besar. Lambung dengan mudah dapat menampung 1,5 liter makanan dengan kapasitas penyimpanan maksimal sekitar 4 liter. Kebanyakan orang dewasa memiliki ukuran lambung yang kurang lebih sama, meskipun dengan berat badan yang berbeda.

  5. Dalam proses pencernaan, asam lambung berfungsi untuk mematikan kuman dan membantu untuk memecah, mencerna, dan menyerap nutrisi pada makanan. Asam lambung memiliki pH yang sangat rendah yaitu sekitar 1–3. pH tersebut memungkinkannya untuk membuat kulit kita sampai terbakar dan melepuh. Namun, asam lambung tidak menghancurkan lambung kita. Mengapa bisa seperti itu? Karena sel-sel pada lapisan dinding lambung menghasilkan lendir sebagai pelindung dan mengeluarkan alkali bikarbonat yang dapat mengurangi kadar asam. Sehingga, saat asam lambung kita sedang tinggi-tingginya, perut kita tidak langsung bocor.

  6. Setelah melalui lambung, makanan akan masuk ke usus halus. Usus halus merupakan organ pencernaan yang berbentuk seperti pipa atau selang elastis yang tersusun meliuk-liuk di dalam tubuh. Usus halus merupakan organ pencernaan terpanjang di tubuh manusia. Jika direntangkan, panjang usus halus bisa mencapai 6 meter. Usus halus memiliki rongga yang lebih kecil dibandingkan usus besar dengan diameter 19-26 mm. Bentuk usus halus yang panjang dan sempit ini dimaksudkan agar makanan yang masuk selalu berkontak dengan lapisan usus halus dan waktu yang dibutuhkan cukup dan efisien untuk menyerap nutrisi dari makanan yang kita konsumsi.

  7. Organ yang berperan pada sistem pencernaan manusia tidak selalu berbentuk seperti pipa. Terdapat organ yang tidak dilewati makanan namun tetap berperan dalam proses pencernaan, yaitu hati dan empedu. Hati merupakan organ yang terletak di sisi kanan atas perut yang memiliki berat 1,3 – 1,5 kg menjadikannya organ terberat di dalam tubuh kita. Hati memiliki kemampuan luar biasa untuk tumbuh kembali dan hanya membutuhkan sedikitnya 25% dari jaringan asli untuk melakukannya. Proses regenerasi ini terjadi karena hepatosit, sel utama yang membentuk organ hati, mampu menggandakan diri. Pada proses pencernaan, hati memiliki fungsi sebagai produsen bile, yaitu suatu cairan yang berperan dalam proses pencernaan lemak.

  8. Empedu merupakan organ yang letaknya melekat pada bawah hati, berfungsi untuk menyimpan bile yang telah dihasilkan oleh hati. Saat kita mengonsumsi makanan berlemak dalam komposisi yang besar, empedu akan mengeluarkan bile untuk membantu pencernaan makanan berlemak tersebut. Dalam kasus adanya gangguan atau penyakit pada empedu, sangat mungkin organ tersebut dapat diangkat seluruhnya. Dampak yang terjadi ketika empedu diangkat adalah proses pencernaan lemak akan tidak maksimal. Namun, seseorang tetap dapat dalam kondisi prima setelahnya jika terus menjalani hidup sehat.

  9. Setelah makanan diserap nutrisinya di usus halus, makanan akan masuk kedalam usus besar untuk penyerapan air dan mineral. Berbeda dengan usus halus yang panjang dan sempit, usus besar memiliki diameter sebesar 60 – 90 mm yaitu 3 kali lebih besar daripada usus halus. Sedangkan panjangnya hanya 0,7 – 1,3 meter, jauh lebih pendek dibandingkan usus halus. Bentuk usus besar yang terkesan pendek dan lebar memiliki tujuan tertentu. Lebar dari usus besar ini ditujukan agar makanan mudah lewat dikarenakan kadar air dalam makanan akan berkurang akibat diserap usus besar. Selain itu, besarnya penampang ini juga dimaksudkan karena usus besar merupakan tempat menampung sisa makanan, kotoran atau feses sebelum keluar dari tubuh melalui anus. Cenderung pendeknya usus besar ini dikarenakan pada usus besar juga terjadi pembusukan makanan sehingga waktu transit dari makanan yang sudah busuk tidak terlalu lama di dalam tubuh.

  10. Setelah melewati usus besar, feses akan dilanjutkan ke rektum dan akhirnya dikeluarkan melalui anus. Biasanya, rektum kosong karena tinja disimpan di usus besar bagian kiri. Ketika usus besar bagian kiri sudah penuh, kotoran akan masuk ke rektum dan menyebabkan dorongan untuk buang air besar. Cincin otot yang disebut sfingter anus akan menjaga anus tetap tertutup sampai Anda pergi ke kamar mandi dan mengejan.

Mengetahui dan mempelajari lebih lanjut tentang saluran cerna dapat memberikan beberapa fakta menarik baru yang sebelumnya mungkin belum Anda ketahui. Sederhananya, sistem pencernaan Anda adalah kumpulan organ kompleks yang bekerja sama untuk mengubah makanan menjadi energi dan nutrisi yang dapat digunakan tubuh Anda. Tapi ini bukan hanya tentang apa yang masuk ke dalam tubuh dan apa yang keluar. Sistem pencernaan Anda akan memengaruhi setiap aspek kesehatan Anda, mulai dari kesejahteraan emosional hingga kekebalan tubuh Anda.

.

Referensi
Collins, J., Nguyen, A., Badireddy, M. 2021. Anatomy, Abdomen and Pelvis, Small Intestine. [online] Ncbi.nlm.nih.gov. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459366/ [Accessed 21 March 2021].

Csendes A., Burgos AM. 2005. Size, volume and weight of the stomach in patients with morbid obesity compared to controls. Obes Surg, 15(8):1133-6.

Cronin, C., Delappe, E., Lohan, D., Roche, C., Murphy, J. 2010. Normal small bowel wall characteristics on MR enterography. European Journal of Radiology, 75(2): 207-211.

Fish, E., Burns, B. 2021. Physiology, Small Bowel. [online] Ncbi.nlm.nih.gov. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532263/ [Accessed 21 March 2021].

Kalra, A., Yetiskul, E., Wehrle, C., Tuma, F. 2021.Physiology, Liver. [online] Ncbi.nlm.nih.gov. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535438/#:~:text=The%20liver%20is%20the%20storage,unconjugated%20bilirubin%20and%20conjugates%20it. [Accessed 21 March 2021].

Ramanathan, S., Ojili, V., Vassa, R., Nagar, A. 2017. Large Bowel Obstruction in the Emergency Department: Imaging Spectrum of Common and Uncommon Causes. Journal of Clinical Imaging Science, 7: 15.

Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG). 2018. How does the gallbladder work?  [online] Ncbi.nlm.nih.gov. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279386/ [Accessed 21 March 2021].

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*