Kamu Dapat Melakukan Ini Untuk Mengurangi Mual!

Sumber gambar: freepik.com

Mual adalah rasa tidak nyaman pada perut dan sensasi ingin muntah. Kondisi ini memiliki banyak penyebab dan seringkali dapat dicegah. Penyebab mual antara lain sensitif terhadap makanan tertentu, obat-obatan, stress/kecemasan, atau efek dari suatu kondisi medis seperti infeksi usus, kehamilan, dan lainnya. Rasa mual muncul dari otak yang dipicu oleh pikiran, emosi, dan zat kimia yang merangsang sistem saraf Anda sehingga menyebabkan otot-otot perut tidak berfungsi dengan normal dan menimbulkan rasa mual.

Meskipun beberapa makanan menjadi pantangan ketika Anda sedang merasa tidak nyaman di perut atau mual, makanan dan minuman penting sebagai sumber energi dan hidrasi untuk mengganti elektrolit yang hilang dan membantu perut Anda lebih tenang. Berikut beberapa makanan dan minuman yang dapat Anda konsumsi ketika merasa mual.

.

Apa Saja yang Sebaiknya Dikonsumsi Ketika Mual?

Minum air putih

Jika Anda tidak dapat makan atau minum karena mual, dehidrasi dapat terjadi. Namun, minum terlalu banyak sekaligus dapat memperburuk mual dengan membuat perut Anda terasa tidak nyaman dan kembung. Minumlah sedikit-sedikit air namun teratur. Air putih selalu menjadi sumber hidrasi yang baik. Jika Anda tidak ingin air putih, cobalah minum teh tanpa kafein atau air putih dengan irisan buah segar yang dapat membuat perut Anda terasa lebih nyaman. Mencukupi asupan cairan sangat penting untuk menghindarkan Anda dari dehidrasi.

Konsumsi jahe

Jahe merupakan obat alami yang populer digunakan untuk mengobati mual. Zat kimia seperti gingerol, paradol, dan shogaol yang terdapat dalam jahe dipercaya dapat memengaruhi sistem saraf, lambung, dan usus untuk membantu mengurangi rasa mual. Para ahli percaya bahwa senyawa dalam jahe dapat bekerja dengan cara yang mirip dengan obat anti-mual. Bahkan, beberapa penelitian sepakat bahwa jahe efektif mengurangi beberapa penyebab mual seperti kehamilan dan setelah perawatan kemoterapi atau operasi. Tidak ada kesepakatan mengenai dosis paling efektif, tetapi sebagian besar studi memberikan dosis sekitar 0,5 hingga 1,5 gram akar jahe kering per hari.

Anda dapat mengonsumsi jahe dengan menuangkan satu cangkir air mendidih pada satu inci akar jahe segar yang sudah dikupas. Rendam setidaknya selama lima menit, saring jika Anda mau, dan nikmati. Selain sebagai minuman, Anda juga dapat menambahkannya ke dalam masakan.

Pilih makanan kering

Makanan kering seperti roti bakar, biskuit, dan sereal sering direkomendasikan untuk orang yang mengalami mual. Makanan kering adalah makanan cepat saji yang membutuhkan sedikit persiapan, tidak memiliki bau yang kuat, dan dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan pada perut Anda.

Hindari bahan makanan yang memliki bau dan tekstur yang dapat memicu mual dan muntah. Itulah mengapa sebaiknya, Anda menghindari untuk menyiapkan dan memasak makanan saat sedang mual. Karena pemandangan dan bau makanan dapat memicu timbulnya mual.

Konsumsi makanan yang mudah dicerna

Menghilangkan mual juga dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti pisang, nasi, pasta, mie, dan kentang yang direbus, dikukus, dipanggang, atau dihaluskan. Makanan kaya protein juga dapat menjadi pilihan untuk dikonsumsi karena lebih unggul dibandingkan makanan tinggi karbohidrat atau tinggi lemak dalam mengurangi mual. Protein dapat membantu menormalkan aktivitas lambung. Makanlah sedikit-sedikit namun sering agar makanan dapat dicerna secara perlahan. Hindari melewatkan waktu makan, karena perut kosong dapat memperburuk keluhan mual.

Hindari makanan dan minuman tertentu

Makanan dan minuman ini dapat memperberat keluhan mual yang sebaiknya dihindari untuk mengurangi keluhan Anda:

.

Apa Saja yang Sebaiknya Dilakukan Ketika Mual?

Selain tips dalam memilih makanan dan minuman, berikut beberapa tips lainnya yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi rasa mual.

Beristirahat

Beraktivitas dan terlalu banyak bergerak saat mual dapat memperburuk gejala dan memicu muntah. Oleh karena itu, hentikan dulu aktivitas Anda dan beristirahat baik dalam posisi duduk maupun berbaring. Namun, hindari berbaring setidaknya 30 menit setelah makan. Karena hal ini dapat membuat rasa mual menjadi lebih buruk. Posisikan kepala Anda lebih tinggi dari bagian tubuh lain.

Alihkan fokus anda dan atur pernapasan

Mengalihkan fokus, meditasi, dan menenangkan pikiran dapat membantu meredakan mual. Ini adalah teknik relaksasi yang mungkin sangat bermanfaat untuk mengurangi mual yang disebabkan oleh stress dan kecemasan. Semakin Anda memikirkan mual, semakin berat rasa mual yang Anda rasakan. Mengalihkan perhatian Anda dengan melakukan hobi seperti membaca buku atau menonton televisi sambil beristirahat mungkin dapat mengurangi keluhan Anda.

Bernapas dalam adalah salah satu teknik meditasi. Tarik napas secara perlahan dan dalam dapat membantu mengurangi rasa mual. Anda dapat mencoba teknik pernapasan dengan menghirup udara melalui hidung selama 3 detik, lalu tahan napas selama 3 detik, dan kemudian mengembuskannya selama 3 detik. Ulangi beberapa kali sampai mual mereda. Beberapa orang merasa mualnya dapat berkurang saat menghirup udara bebas. Carilah udara segar dengan membuka jendela atau pintu Anda. Selain cara diatas, suatu penelitian menunjukkan pada ibu hamil yang memiliki keluhan mual, menghirup aromaterapi peppermint dan lemon dapat membantu meredakan gejala mual dan muntah.

.

Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Pertimbangkan untuk segera ke dokter apabila rasa mual Anda disertai dengan gejala lain seperti nyeri dada, menjalar sampai lengan kiri, berkeringat yang dapat mengindikasikan gejala serangan jantung atau sakit kepala hebat yang dapat mengindikasikan gejala penyakit syaraf.

Dehidrasi dan mual sering terjadi bersamaan. Temui dokter Anda jika episode mual bertahan terus menerus, tidak dapat makan dan minum, terdapat gejala pusing, mulut kering, haus yang berlebihan, kelemahan, buang air kecil yang berkurang, dan urin menjadi lebih gelap.

.

Mual dapat terjadi dalam banyak situasi dan seringkali membuat Anda merasa tidak nyaman. Tips di atas dapat membantu Anda untuk mengurangi rasa mual. Jika mual terus berlanjut dan terdapat gejala lain, Anda dapat menemui dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

.

Referensi
Lete I, Allué J. 2016. The Effectiveness of Ginger in the Prevention of Nausea and Vomiting during Pregnancy and Chemotherapy. Integr Med Insights, 11:11‐17.

Lete I, Allué J. 2016. The Effectiveness of Ginger in the Prevention of Nausea and Vomiting during Pregnancy and Chemotherapy. Integr Med Insights, 11:11‐17.

Lete I, Allué J. 2016. The Effectiveness of Ginger in the Prevention of Nausea and Vomiting during Pregnancy and Chemotherapy. Integr Med Insights, 11:11‐17.

Levine ME, Muth ER, Williamson MJ, Stern RM. 2004. Protein-predominant meals inhibit the development of gastric tachyarrhythmia, nausea and the symptoms of motion sickness. Aliment Pharmacol Ther, 19(5):583‐590.

Martin JL, Zieve D. 2018. When you have nausea and vomiting. Available online at https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000122.htm. (Diakses pada 23 Mei 2020)

Marx W, Kiss N, McCarthy AL, McKavanagh D, Isenring L. 2016. Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting: A Narrative Review to Inform Dietetics Practice. J Acad Nutr Diet, 116(5):819‐827.

Sites DS, Johnson NT, Miller JA. 2014. Controlled breathing with or without peppermint aromatherapy for postoperative nausea and/or vomiting symptom relief: a randomized controlled trial. J Perianesth Nurs, 29(1):12‐19.

Yavari KP, Safajou F, Shahnazi M, Nazemiyeh H. 2014. The effect of lemon inhalation aromatherapy on nausea and vomiting of pregnancy: a double-blinded, randomized, controlled clinical trial. Iran Red Crescent Med J, 16(3):e14360.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*