Hindari Konsumsi Ini agar Sistem Imun Tidak Melemah

Sumber gambar: freepik.com

Menjaga sistem kekebalan tubuh Anda senantiasa kuat adalah salah satu hal terpenting, apalagi dalam masa pandemi virus Corona yang masih berlanjut. Ketika kekebalan tubuh Anda sedang turun, maka Anda akan lebih mudah terkena penyakit. Cara memperkuat kekebalan tubuh yang mudah diterapkan adalah tentang bagaimana memilih makanan dan minuman yang membantu mendukung fungsi kekebalan, disamping menghindari perilaku yang dapat melemahkan kekebalan tubuh.

Pertanyaannya, apakah semua makanan baik untuk kekebalan tubuh? Dapatkah makanan menyebabkan Anda rentan sakit? Ternyata, beberapa makanan dan minuman disarankan untuk tidak dikonsumsi secara berlebihan karena menurut penelitian makanan dan minuman ini dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh Anda. Berikut akan dibahas secara ringkas satu persatu.

.

Makanan dan minuman tinggi gula

Konsumsi makanan dengan kadar gula tinggi secara terus-menerus tentunya bukan hal yang baik, sebab seseorang akan berisiko terkena penyakit kencing manis. Tentunya penyakit ini mampu menurunkan daya tahan tubuh. Selain itu, efek langsung dari mengonsumsi gula yang berlebihan dapat mengurangi kemampuan sel darah putih sebagai tentara untuk melawan kuman jahat di tubuh dan meningkatkan peradangan di dalam tubuh. Oleh karena itu, batasilah makanan dan minuman yang mengandung tinggi gula dengan pemanis buatan seperti permen, kue, dan minuman soda. Sebagai gantinya, konsumsilah buah-buahan segar dan manis yang tetap kaya akan vitamin, serat, dan mineral.

.

Makanan tinggi garam

Mengonsumsi garam berlebihan tidak hanya menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi, namun juga dapat menurunkan kekebalan tubuh kita. Penelitian menunjukkan bahwa asupan garam yang tinggi ternyata juga dapat mengganggu kerja sel darah putih dan sel-sel tentara dalam tubuh yang bekerja untuk melawan sel asing dan bakteri, serta merangsang terjadinya peradangan dalam tubuh. Mengonsumsi tinggi garam juga dapat memicu peningkatan hormon glukokortikoid dan menurunkan sel granulosit yang berfungsi untuk memerangi bakteri sehingga menyebabkan tubuh kurang efektif dalam melawan bakteri. Agar kekebalan tubuh senantiasa terjaga, konsumsilah garam secukupnya dengan batasan yang dianjurkan sebanyak 1 sendok teh garam per hari.

.

Makanan tinggi lemak

Jenis makanan yang satu ini tentunya merupakan makanan yang lezat karena kandungan lemak memberikan citarasa gurih. Namun, perlu diperhatikan mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak yang terlalu tinggi tidak sehat karena dapat menyebabkan penumpukan lemak didalam tubuh. Tumpukan lemak yang terdapat di pembuluh darah jantung dapat mengakibatkan serangan jantung sedangkan tumpukan lewat di pembuluh darah otak dapat mengakibatkan strok terutama lemak jenuh. Kandungan asam lemak jenuh dapat secara langsung memengaruhi kekebalan tubuh sebab asam lemak jenuh yang masuk dapat berikatan dengan reseptor molekul imun tubuh yang menyebabkan terhambatnya pengenalan kuman yang masuk kedalam tubuh. Makanan tinggi lemak juga berdampak negatif pada mikrobiota usus yang memainkan peran penting dalam memproduksi sel-sel kekebalan. Akibatnya, pertahanan usus menjadi terganggu sehingga racun dan kuman dalam usus dapat masuk dalam aliran darah dan menyebabkan infeksi.

.

Rendah serat

Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang mengonsumsi rendah serat rentan terkena penyakit peradangan saluran cerna, kencing manis, penyakit jantung, bahkan keganasan. Telah kita ketahui bahwa makanan yang mengandung cukup serat sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu menyehatkan dan melancarkan pencernaan tubuh. Sebanyak 70 persen sel yang membentuk sistem kekebalan tubuh berada pada saluran pencernaan yang sehat. Disamping itu sumber serat yang kita kenal selama ini seperti buah-buahan dan sayuran mengandung beragam vitamin serta mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan buah dan sayur tersebut mampu mengembalikan keseimbangan mikrobiota dalam saluran pencernaan sehingga menguatkan kekebalan sistem pencernaan dan kekebalan tubuh, melindungi tubuh dari berbagai macam virus, serta meredakan peradangan.

.

Alkohol

Tentunya pengaruh buruk alkohol terhadap kesehatan kita bukanlah hal yang asing lagi. Alkohol yang masuk dalam sistem pencernaan kita akan mengganggu keseimbangan bakteri didalam saluran cerna, merusak sel pada lapisan pencernaan, serta mengaktifkan sel karsinogenik atau zat yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker. Selain sistem pencernaan, alkohol juga dapat merusak fungsi sel yang melapisi saluran napas atas dan saluran napas bawah, serta menstimulasi kerusakan pada paru. Alkohol juga terbukti menghambat regenerasi sel dalam tubuh. Jadi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol untuk menjaga kesehatan pencernaan, pernapasan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

.

Bahan tambahan pangan (Food additive)

Bahan tambahan pangan merupakan segala senyawa yang digunakan dengan tujuan meningkatkan rasa, tekstur, dan keawetan suatu makanan. Meskipun sudah banyak yang membahas mengenai keamanan penggunaannya terkait efek pada hati dan ginjal, namun efek langsung terhadap sistem kekebalan tubuh belum diperhatikan. Bahan tambahan pangan dapat mengganggu metabolisme tubuh, mengganggu keseimbangan bakeri pada saluran cerna, dan meningkatkan aktivitas zat pro-inflamasi atau radang. Bahan tambahan pangan biasa didapatkan dimakanan kalengan dan makanan cepat saji.

Simak penjelasan dr. Virly dan dr. Saskia membahas kondisi kasus COVID-19 di Indonesia yang semakin meningkat, gejala, nutrisi, hingga vaksin COVID-19 pada pasien gangguan dan penyakit saluran cerna

.

Makanan merupakan sumber energi dan tenaga kita. Minuman adalah sumber untuk mencukupi cairan tubuh. Pilihlah makanan dan minunan yang sehat dan bermanfaat untuk melindungi tubuh kita dari penyakit. Mengonsumsi makanan sebagai obat jauh lebih baik daripada mengkonsumsi obat sebagai makanan. Semangat sehat!

.

Referensi
Afsar, B, Kuwabara M, Ortiz A, Yerlikaya A, Siriopol D, Covic A, Iturbe BR, Johnson RJ, Kanbay M. 2018. Salt Intake and Immunity. Hypertension, 72:19-23

Direktorat P2PTM. 2021. Butuh Berapa Banyak Garam Tubuh Kita Per Hari? – Direktorat P2PTM. [online] Available at: <http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-penyakit/butuh-berapa-banyak-garam-tubuh-kita-per-hari#:~:text=Tapi%20badan%20kesehatan%20dunia%2C%20WHO,sendok%20teh%20garam%20per%20hari.> [Accessed 3 January 2021].

Myles, I., 2014. Fast food fever: reviewing the impacts of the Western diet on immunity. Nutrition Journal, 13(1).

Paula Neto, H., Ausina, P., Gomez, L., Leandro, J., Zancan, P. and Sola-Penna, M., 2017. Effects of Food Additives on Immune Cells As Contributors to Body Weight Gain and Immune-Mediated Metabolic Dysregulation. Frontiers in Immunology, 8.

Sarkar, D., Jung, M. K., & Wang, H. J. 2015. Alcohol and the Immune System. Alcohol Research : Current Reviews37(2), 153–155.

Shehata, H., Murphy, A., Lee, M., Gardiner, C., Crowe, S., Sanjabi, S., Finlay, D. and Palmer, C., 2017. Sugar or Fat?—Metabolic Requirements for Immunity to Viral Infections. Frontiers in Immunology, 8.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*