Jika Anda Muntah Disertai Keluhan Ini, Segera Konsultasi ke Dokter!

Sumber gambar: freepik.com

Sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami muntah. Muntah dapat terjadi pada berbagai usia dan jenis kelamin. Banyak hal yang dapat menimbulkan gejala muntah. Oleh karenanya, penting untuk mencari penyebab dasarnya agar dapat ditentukan pengobatan yang tepat dan langkah pencegahan agar tidak berulang.

.

Apa itu muntah?

Muntah adalah suatu kondisi yang tidak menyenangkan, yaitu ketika isi lambung keluar secara paksa atau tidak sengaja melalui mulut. Secara umum muntah memiliki 3 fase, yaitu fase mual dimana munculnya sensasi psikis atau keinginan untuk muntah, fase retching atau persiapan muntah dimana isi lambung mulai didorong ke kerongkongan, dan fase ekspulsi dimana otot perut berkontraksi dan makanan yang ada di perut keluar melalui mulut. Mekanisme terjadinya muntah dikontrol oleh pusat muntah yang ada di susunan saraf pusat otak dan sangat kompleks. Muntah akan terjadi apabila terdapat kondisi tertentu yang merangsang pusat muntah.

.

Apa saja penyebab muntah?

Muntah yang dikeluhkan bisa hanya satu/dua kali atau bahkan berulang akibat kondisi medis tertentu yang mendasari. Muntah bukanlah suatu penyakit, namun merupakan gejala yang muncul dari berbagai kondisi seperti:

  • Mabuk perjalanan
  • Tahap awal kehamilan
  • Keracunan makanan
  • Makan berlebihan
  • Reaksi terhadap bau tertentu
  • Penyakit pada saluran pencernaan, seperti infeksi, peradangan, penyumbatan, dan pengosongan perut yang lambat
  • Penyakit pada organ saluran pencernaan lainnya, seperti pada hati, pankreas, dan kandung empedu
  • Efek samping obat, obat bius, atau kemoterapi
  • Serangan jantung
  • Sakit kepala atau migrain
  • Cedera, tumor, dan infeksi pada otak
  • Gangguan pada telinga dalam
  • Stres emosional, seperti ketakutan
  • Bulimia atau penyakit psikologis lainnya

.

Bagaimana mencari penyebab muntah?

Keracunan makanan
Misalnya, apabila Anda mengeluh muntah beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tertentu dan disekitar Anda memiliki keluhan yang serupa setelah mengonsumsi makanan yang sama dengan Anda, kemungkinan itu disebabkan karena keracunan makanan.

Efek samping obat dan pembiusan
Keluhan muntah yang muncul setelah mengonsumsi obat tertentu atau setelah dilakukan pembiusan merupakan penyebab yang juga sering ditemui.

Mabuk perjalanan
Penyebab muntah sering lainnya adalah mabuk perjalanan, yaitu keluhan muntah muncul ketika sedang berada di kendaraan darat, laut, dan udara.

Penyakit pada saluran pencernaan
Adanya keluhan muntah disertai keluhan lain seperti demam dan nyeri perut bisa menandakan suatu infeksi, peradangan, atau gangguan lainnya pada saluran cerna Anda.

Kenali gejala apa saja yang mendahului atau menyertai gejala muntah, apa saja keadaan yang memperberat dan memperingan gejala tersebut, apa saja yang Anda konsumsi sebelumnya, dan kapan gejala itu timbul agar Anda bisa mendeteksi penyebabnya. Apabila keluhan terus berulang dan mengganggu, konsultasikan diri Anda kepada dokter.

.

Apa yang dapat dilakukan secara mandiri untuk mengatasi muntah?

Sebagian besar keluhan muntah dapat hilang sendiri tanpa memerlukan terapi spesifik. Berikut merupakan beberapa cara yang dapat Anda lakukan sebagai penanganan awal ketika sedang mengalami muntah:

Hindari beraktivitas saat keluhan muncul
Saat Anda sedang muntah, hentikanlah aktivitas sementara. Sebab beraktivitas dapat memicu muntah dan memperparah keluhan. Anda dapat beristirahat sejenak dengan posisi duduk atau berbaring. Namun, ketika Anda memilih dalam posisi berbaring, usahakan agar posisi kepala lebih tinggi dari tubuh lainnya.

Tarik napas dalam
Studi menunjukkan bahwa mengambil napas dalam dapat membantu mengurangi kecemasan dan mengurangi rasa mual dan muntah. Carilah udara segar lalu tarik napas dalam dengan menghirup udara melalui hidung dan hembuskan napas perlahan melalui mulut atau hidung. Rilekskan perut Anda setiap setelah mengambil napas dalam dan ulangi ini beberapa kali.

Minum air putih
Muntah berulang dapat menyebabkan kondisi dehidrasi atau kekurangan cairan yang dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani segera. Jika Anda muntah terus menerus, sangat penting untuk mengganti cairan yang hilang dengan minum air putih lebih banyak agar tubuh tetap terhidrasi. Minumlah dengan perlahan untuk mencegah timbulnya rasa mual dan muntah. Selain air putih, Anda juga dapat menggunakan cairan oralit untuk mengganti elektrolit yang hilang dari tubuh karena muntah. Hindari untuk mengonsumsi alkolhol, kafein, dan minuman asam seperti jus jeruk karena akan memperberat keluhan Anda.

Mengonsumsi jahe
Jahe merupakan bahan dapur yang mudah ditemukan. Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan bahwa mengonsumsi berbagai bentuk jahe dapat mengurangi rasa mual dan muntah pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi dan pada ibu hamil. Selain itu, efek samping dari minum jahe untuk kesehatan pun jarang ditemukan sehingga jahe disebut aman untuk dikonsumsi.

Konsumsi makanan yang lunak dan mudah dicerna
Setelah muntah mereda dan Anda sudah mengonsumsi cukup air putih, selanjutnya Anda bisa mencoba untuk memulai makan secara sedikit-sedikit namun sering agar makanan yang masuk dapat dicerna secara perlahan. Pilihlah makanan yang lembut, lunak, dan mudah dicerna terlebih dahulu. Ketika kondisi tubuh dan saluran cerna sudah membaik barulah Anda secara bertahap kembali ke makanan normal dan dapat mulai mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Perlu diperhatikan selama keluhan mual dan muntah masih ada, hindari makanan yang sulit dicerna seperti dagingdagingan, makanan yang terlalu manis, asam, pedas, berminyak, berlemak tinggi, dan beraroma tajam.

.

Kapan harus ke dokter?

Muntah adalah keluhan yang umum terjadi, tetapi beberapa kondisi yang menyertai perlu perhatian medis dan harus segera dikonsultasikan dengan dokter. Kondisi yang dimaksud antara lain:

  • Muntah terus-menerus dan mengganggu
  • Keluhan tidak kunjung membaik setelah melakukan penanganan mandiri
  • Muncul tanda-tanda dehidrasi seperti pusing, lemas, merasa haus, bibir dan mulut kering, kencing berwarna gelap, frekuensi buang air kecil berkurang, dan penurunan kesadaran
  • Berat badan menurun
  • Muntah darah, baik berwarna merah segar maupun gelap
  • Muntah disertai nyeri dada seperti tertimpa beban berat atau menjalar
  • Muntah disertai dengan demam tinggi
  • Muntah disertai dengan nyeri perut yang hebat
  • Muntah disertai nyeri kepala berat yang lama, adanya gangguan penglihatan, atau kekakuan leher
  • Muntah akibat menelan sesuatu yang beracun

Ketika terdapat salah satu kondisi diatas, maka segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter akan mengumpulkan informasi mengenai keluhan Anda, melakukan pemeriksaan fisik, dan mempertimbangkan untuk dilakukan pemeriksaan penunjang lainnya apabila dibutuhkan untuk mengetahui penyebab keluhan Anda.

.

Ada begitu banyak alasan mengapa orang mengalami muntah. Terkadang muntah adalah respon tubuh yang melawan infeksi dan terkadang muntah adalah akibat psikologis. Muntah memang tidak nyaman dan bisa membuat Anda berpikir bahwa kondisinya lebih buruk dari yang sebenarnya. Ketika mengalaminya, cobalah untuk melakukan penanganan mandiri di rumah sebab penanganan awal tersebut cukup efektif untuk mengurangi keluhan muntah. Ingatlah untuk selalu cukup minum air putih untuk menghindari dehidrasi karena hilangnya cairan akibat muntah.

.

Referensi
Aybar DO, Kilic SP, Çinkir HY. 2020. The effect of breathing exercise on nausea, vomiting and functional status in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Complement Ther Clin Pract. 40:101213.

Lete I, Allué J. 2016. The Effectiveness of Ginger in the Prevention of Nausea and Vomiting during Pregnancy and Chemotherapy. Integr Med Insights. (11): 11-17.

Prunty JJ, Prunty LM. 2013. An Outpatient Approach to Nausea and Vomiting. US Pharmacist. 38(12): 24-28.

Scorza K, Williams A, Phillips JD, Shaw J. 2007. Evaluation of Nausea and Vomiting. American Family Physician. 76 (1): 76-84.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*