Apa yang Sebaiknya Dikonsumsi Ketika Perut Kembung?

Sumber gambar: freepik.com

Perut kembung merupakan keluhan atau sensasi subjektif yang digambarkan secara bervariasi oleh orang yang merasakannya, seperti perut terasa penuh, begah, mudah kenyang, perut membesar, berat, sesak, atau terasa tidak nyaman. Perut kembung merupakan keluhan yang umum dan hampir pasti pernah dikeluhkan oleh setiap orang. Karena bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas, penting untuk mengetahui penyebab perut kembung dan apa saja makanan dan minuman yang sebaiknya dikonsumsi agar tidak memperberat keluhan perut kembung.

.

Mengapa perut bisa kembung?

Keluhan perut kembung disebabkan karena terlalu banyak gas dalam perut atau zat-zat yang kita konsumsi sulit dicerna oleh usus yang berakibat perut akan terasa penuh dan membesar. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan perut kembung, seperti kebiasan makan dan minum yang kurang baik. Misalnya, makan terlalu banyak dan cepat, makan sambil berbicara, menelan terlalu banyak udara yang bisa terjadi karena mengunyah permen karet, gemar mengonsumsi minuman berkarbonasi dan beralkohol, menggunakan sedotan, makan yang tinggi lemak, gula, pemanis buatan, dan makanan minuman lainnya yang sulit dicerna usus. Selain kebiasaan makan dan minum yang kurang baik, penelitian menunjukkan bahwa merokok juga dapat menyebabkan perut kembung.

Kembung juga dapat dipicu karena perubahan hormon yang terjadi pada saat perempuan menstruasi, stress, dan kecemasan. Selain itu, kondisi tertentu atau penyakit pada saluran cerna dapat menyebabkan keluhan kembung, seperti gangguan keseimbangan bakteri pada usus, gangguan pergerakan usus, gangguan pada struktur saluran cerna, gangguan penyerapan pada dinding saluran cerna, dan penyakit seperti tukak lambung, sembelit, sindrom iritasi usus (IBS), serta infeksi pada saluran cerna. Pada banyak kasus, keluhan kembung dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan dengan perubahan kebiasaan makan dan minum serta apa yang dikonsumsi.

.

Makanan dan minuman apa yang sebaiknya dikonsumsi?

Untuk mengurangi keluhan kembung yaitu harus menghindari makanan dan minuman yang dapat menghasilkan gas berlebih dan yang sulit dicerna oleh usus. Suatu penelitian menunjukkan bahwa diet rendah FODMAP (Fermentable Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides, and Polyols) merupakan jenis diet yang direkomendasikan untuk orang yang mengeluhkan perut kembung dan pasien dengan sindrom iritasi usus (IBS) dengan meningkatkan kesembuhan perut kembung sebesar 75%.

FODMAP merupakan karbohidrat rantai pendek dan alkohol gula yang secara alami ada didalam makanan dan minuman ataupun sebagai zat tambahan yang kurang bisa diserap oleh saluran cerna sehingga dapat mengakibatkan munculnya keluhan pada perut. Karena kurang bisa diserap oleh saluran cerna, FODMAP dapat difermentasi secara berlebihan oleh bakteri di usus dan prosesnya akan menghasilkan gas hidrogen, karbon dioksida, dan metana yang menyebabkan gas berlebihan sehingga perut akan terasa kembung. Selain itu makanan dan minuman yang mengandung FODMAP cenderung menarik banyak air ke saluran pencernaan. Makanan dan minuman yang tinggi FODMAP boleh dikonsumsi namun perlu dibatasi apabila perut sedang kembung. Beberapa penelitian juga telah membuktikan bahwa keluhan kembung secara signifikan berkurang pada kelompok orang yang diberikan diet rendah FODMAP dibandingkan dengan kelompok yang diberikan diet tinggi FODMAP.

Beberapa jenis buah dan sayuran ternyata masuk ke dalam kelompok tinggi FODMAP dan perlu dihindari ketika perut kembung, diantaranya apel, alpukat, blackberry, ceri, mangga, peach (persik), pir, semangka, asparagus, bit, kol, kembang kol, bawang putih, bawang bombay, dan buncis. Makanan lain yang juga perlu dihindari saat kembung adalah jamur, kacang, produk gandum termasuk roti, pasta, sereal, mie, biskuit, madu, es krim, keju lunak, serta makanan dengan pemanis buatan (seperti sorbitol, manitol, dan xylitol).

Lalu makanan apa sajakah yang termasuk dalam kelompok rendah FODMAP dan baik dikonsumsi saat kembung? Berikut makanan rendah FODMAP yang bisa menjadi pilihan ketika keluhan tersebut muncul.

  • Kelompok protein: Daging sapi, ayam, telur, ikan, udang, tempe, dan tahu
  • Kelompok karbohidrat: Beras merah, beras putih, kentang, dan jagung
  • Kelompok buah-buahan: Pisang, anggur, melon, lemon, blueberry, kiwi, limau, jeruk, pepaya, nanas, dan strawberry
  • Kelompok sayur: Taoge, paprika, wortel, terong, kangkung, timun, tomat, dan bayam
  • Minyak: Minyak kelapa dan minyak zaitun
  • Bumbu-bumbu: Kemangi, jahe, lada, garam, dan cuka beras

Selain makanan, minuman yang dikonsumsi juga berpengaruh terhadap keluhan perut kembung. Minuman yang perlu dihindari karena termasuk dalam kelompok tinggi FODMAP antara lain susu termasuk yoghurt, minuman bersoda, sirup dan minuman manis lain yang mengandung pemanis buatan, serta jus buah dan sayuran yang termasuk dalam kelompok tinggi FODMAP. Ketika perut sedang kembung, minuman yang bisa menjadi pilihan adalah air putih, teh hitam, teh hijau, dan teh peppermint.

Pada beberapa penelitian, konsumsi yoghurt masih dalam perdebatan apakah baik dikonsumsi saat kembung atau tidak. Yoghurt mengandung probiotik yang diketahui baik untuk saluran cerna. Penelitian menunjukkan bahwa jenis probiotik tertentu yaitu Bifidobacterium dapat membantu mengurangi produksi gas dan keluhan kembung. Namun, beberapa jenis yoghurt mengandung lemak dan laktosa yang dapat memperberat keluhan kembung apabila dikonsumsi oleh orang yang tidak toleran terhadap laktosa. Sehingga, efek konsumsi yoghurt terhadap kembung tergantung pada kandungan dan jenis probiotik didalamnya serta kondisi orang yang mengonsumsi.

Pada dasarnya, makanan dan minuman yang tinggi FODMAP tidak buruk bagi kesehatan. Semua jenis makanan dan minuman tersebut memiliki manfaat dan dibutuhkan oleh tubuh. Namun, makanan dan minuman tersebut memang kurang bisa dicerna dan perlu dihindari apabila perut sedang kembung. Jika Anda menemukan bahwa makanan tertentu secara konsisten membuat kembung, maka hindarilah.

.

Perut kembung biasanya dapat membaik dengan sendirinya dan bukan disebabkan oleh kondisi yang serius. Apabila Anda mengalami keluhan kembung yang berulang, terus menerus tidak kunjung sembuh, dan bertambah buruk sehingga mengganggu aktivitas Anda, temuilah dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut karena kemungkinan terdapat kondisi medis lain yang juga menyebabkan keluhan kembung. Namun, sebagian besar kasus perut kembung sebenarnya tidak berbahaya karena dipicu oleh jenis makanan dan minuman tertentu.

.

Referensi
Altobelli, E., Negro, VD., Angeletti, PM., Latella, G. 2017. Low-FODMAP Diet Improves Irritable Bowel Syndrome Symptoms: A Meta-Analysis. Nutrients 9(9), 940

Foley, A., Burgell, R., Barrett, JS., Gibson, PR. 2014. Management Strategies for Abdominal Bloating and Distension. Gastroenterology & Hepatology 10 (9), 561-571

Lacy, BE., Gabbard, SL., Crowell, MD. 2011. Pathophysiology, Evaluation, and Treatment of Bloating: Hope, Hype, or Hot Air? Gastroenterology & Hepatology 7(11), 729-739

Low FODMAP Food Chart. Available online at https://www.ibsdiets.org/wp-content/uploads/2016/03/IBSDiets-FODMAP-chart.pdf (diakses pada 9 Februari 2020)

Rossi, M. 2017. A Beginner’s Guide to the Low-FODMAP Diet. Available online at https://www.healthline.com/nutrition/low-fodmap-diet#section2 (diakses pada 9 Februari 2020)

Sugerman, DT. Abdominal Bloating. 2013. Journal of the American Medical Association 310 (15),1637

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*