Mengapa Olahraga Baik Untuk Saluran Cerna Kita?

Sumber gambar: freepik.com

Olahraga adalah suatu kegiatan jasmani yang dilakukan untuk menyehatkan dan menguatkan tubuh. Olahraga merupakan cara alami untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Penelitian membuktikan bahwa aktif bergerak setiap hari dapat menjauhkan kita dari berbagai macam risiko penyakit. Selain itu, banyak sekali manfaat olahraga bagi kesehatan yang sudah kita ketahui. Mulai dari mencegah obesitas, diabetes, hipertensi, hingga mencegah penyakit jantung. Tidak hanya itu, ternyata olahraga juga memiliki manfaat untuk kesehatan saluran cerna kita, loh!

.

Olahraga teratur telah dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa penyakit sistem pencernaan, antara lain kanker usus besar, kanker lambung, kanker kerongkongan (kanker esofagus), iritasi usus (IBS) dan peradangan usus (IBD), batu empedu, serta sembelit (konstipasi). Lalu, bagaimana olahraga dapat menjaga kesehatan saluran cerna kita?

.

Olahraga dapat menyeimbangkan mikrobiota usus

Pada olahraga ringan-sedang seperti berenang, jalan sehat, jogging, bermain sepeda, respon jangka panjang terhadap sistem pencernaan dapat memengaruhi keadaan mikrobiota usus. Mikrobiota usus adalah seluruh mikrob (termasuk virus dan bakteri) yang ada di usus, yang baik maupun yang jahat. Keseimbangan mikrobiota usus memiliki fungsi yang sangat penting dalam mempertahankan fungsi metabolisme usus.

Ketidakseimbangan mikrobiota usus telah dikaitkan dengan penyebab beberapa penyakit, seperti iritasi pada usus, penyakit radang usus, kanker usus besar, bahkan penyakit lainnya diluar usus seperti obesitas, jantung koroner, dan diabetes. Kumpulan beberapa penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara rutin berolahraga dengan komunitas mikrob di usus, yaitu dengan meningkatnya jumlah bakteri penghasil butirat. Butirat memiliki efek mengatur gen yang nantinya akan berdampak pada peningkatan pertahanan dinding usus dan berkurangnya peradangan sehingga efek ini dapat mengurangi risiko terjadinya iritasi dan peradangan usus serta menghambat pertumbuhan kanker pada usus besar. Selain itu butirat juga berperan dalam menurunkan pembentukan kolesterol usus dan resistensi hormon insulin.

.

Olahraga memperbaiki fungsi kekebalan saluran cerna

Olahraga yang rutin dan teratur memiliki peran dalam mempertahankan fungsi kekebalan saluran cerna. Penelitian menunjukkan olahraga teratur meningkatkan kerja sel kekebalan pada usus dalam mengendalikan peradangan. Dengan berolahraga rutin, dinding usus akan lebih kuat terhadap organisme yang jahat dengan cara memperbanyak sel tentara dan kekebalan dalam usus.

.

Olahraga mengurangi waktu tinja melewati usus

Olahraga ringan dan teratur dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan tinja untuk melewati usus sehingga kontak waktu antara organisme yang jahat dan dinding saluran cerna berkurang. Hal tersebut juga berpengaruh dalam berkurangnya keluhan sembelit. Kurangnya berolahraga dapat menurunkan kontraksi saluran cerna. Pada individu yang kurang aktif bergerak dan berolahraga juga akan terdapat perubahan hormonal yang mendorong terjadinya sembelit.

.

Olahraga intensitas ringan-sedang meningkatkan waktu pengosongan lambung

Selain menurunkan risiko dan mencegah penyakit pada saluran cerna bawah seperti di usus, nyatanya olahraga juga dapat mengurangi risiko terjadinya GERD atau Gastroesophageal reflux disease yaitu penyakit asam lambung naik ke kerongkongan karena lemahnya katup yang memisahkan antara kerongkongan dan lambung. Olahraga ringan-sedang yang rutin terbukti meningkatkan pengosongan lambung, sehingga mengurangi kemungkinan asam lambung naik kekerongkongan. Selain itu, olahraga bisa digunakan sebagai sarana mengurangi berat badan dan mempertahankan berat badan yang ideal sehingga lemak yang ada di perut berkurang, tekanan pada perut berkurang, dan kejadian naiknya asam lambung ke kerongkongan berkurang. Olahraga juga dapat memperkuat otot perut disekitar katup tersebut sehingga risiko terjadinya GERD dapat berkurang.

Perlu kita ketahui, respon pencernaan juga bergantung pada jenis olahraga yang dipilih. Pada olahraga yang berat seperti lari, maraton, dan angkat beban, respon pada sistem pencernaan yang terjadi secara akut adalah aliran darah ke sistem pencernaan berkurang, tingkat penyerapan nutrisi menurun, dan pengosongan lambung melambat. Hati-hati jika melakukan olahraga intensitas berat pada lingkungan yang panas, tanpa pelatihan yang memadai, serta tanpa hidrasi yang tepat. Olahraga yang seperti itu dapat menimbulkan dan memperberat keluhan pencernaan seperti rasa terbakar pada perut, mual, dan diare. Olahraga berat dapat memicu gejala tersebut dan sebagian besar bersifat sementara. Namun, olahraga berat terus-menerus yang disertai pelatihan yang tidak tepat dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke sistem pencernaan yang berkelanjutan, sehingga mudah terjadi cedera pada dinding usus yang menyebabkan terjadinya peningkatan permeabilitas dari dinding usus. Hal ini mengakibatkan bakteri dapat berpindah dari usus ke dalam pembuluh darah yang pada kondisi tertentu dapat menyebabkan respon peradangan seluruh tubuh. Pada pasien yang sedang mengalami GERD atau memiliki riwayat GERD sebaiknya menghindari olahraga yang berat dan memilih olahraga ringan-sedang.

Selain itu, apabila ingin berolahraga setelah makan, berilah jeda waktu sekitar 2 – 3 jam agar makanan dapat dicerna dengan baik. Hal ini perlu diingat sehingga tidak menimbulkan keluhan pada saluran cerna saat sedang berolahraga.

.

Seperti yang kita ketahui, olahraga baik untuk kesehatan. Namun penting bagi kita untuk memperhatikan jenis, intensitas, dan waktu yang tepat untuk berolahraga. Hindari berolahraga berat pada lingkungan panas, tanpa pelatihan dan hidrasi yang cukup. Stay healthy!

.

Referensi
De Oliveira, EP, Burini, RC. 2009. The impact of physical exercise on the gastrointestinal tract. Nutrition and the gastrointestinal tract, 12(5): 533–538.

Stachow, E.2019. Exercise and the gastrointestinal system. InnovAiT, 12(9): 517–525.

Monda, V., Villano, I., Messina, A., Valenzano, A., Esposito, T., Moscatelli, F., et al. 2017. Exercise Modifies the Gut Microbiota with Positive Health Effects. Hindawi Oxidative Medicine and Cellular Longevity.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*