Penanganan Mandiri Nyeri Perut: Kapan Saya Harus ke Dokter?

Sumber gambar: freepik.com

Nyeri perut merupakan rasa nyeri yang terletak pada area diantara dada dan pinggang. Nyeri perut dapat digambarkan seperti kram, nyeri tumpul, nyeri tajam, dan nyeri hilang timbul. Nyeri perut merupakan keluhan yang umum ditemukan pada kehidupan sehari-hari. Biasanya masyarakat sendiri dapat menganalisa apa penyebab dari nyeri perutnya. Umumnya masyarakat menganggap masuk angin dan konsumsi makanan pedas dan asam menjadi penyebab dari nyeri perut yang dialaminya. Penyebab nyeri perut sebenarnya banyak sekali, dapat disebabkan karena adanya infeksi, inflamasi/peradangan, obstruksi/penyumbatan, gangguan pergerakan, dan mungkin saja karena kelainan bawaan.

Tidak ada yang dapat memprediksi kapan kita akan mengalami keluhan nyeri perut. Kadang-kadang nyeri perut yang dirasakan muncul perlahan-lahan atau bahkan bisa mendadak muncul. Kadang nyeri dirasakan ringan dan kadang dirasakan nyeri sekali yang tak tertahankan. Nyeri perut sendiri dapat dibagi berdasarkan letak nyerinya, contohnya apabila nyeri pada perut kanan atas maka kita dapat curiga adanya gangguan pada organ hati dan empedu. Jadi, bagaimana penanganan mandiri nyeri perut dan kapan harus ke dokter?

.

Apa yang dapat kita lakukan saat nyeri perut?

Nyeri perut termasuk dalam keluhan yang paling umum dikeluhkan oleh pasien yang datang ke unit gawat darurat. Nyeri perut yang dapat dirasakan diantaranya adalah nyeri tajam yang seperti ditusuk-tusuk, dan juga nyeri tumpul di area perut. Namun, setengah kasus yang datang ke unit gawat darurat umumnya dapat dipulangkan setelah penanganan adekuat, sedangkan sisanya adalah kasus yang perlu tindakan atau penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan data diatas, tentu menjadi perhatian bagi kita untuk dapat mengenali dan melakukan penanganan mandiri terhadap keluhan nyeri perut jika suatu saat kita atau orang terdekat kita mengalami keluhan tersebut. Penanganan utama tentunya adalah dengan mengatasi sumber penyebab utama munculnya keluhan tersebut. Namun, sebagai orang awam kita dapat mencoba melakukan penanganan awal dan mandiri untuk membantu mengurangi keluhannya yang pada akhirnya bisa saja menghilangkan nyeri perutnya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan keluhan nyeri perut, yaitu:

  1. Membagi porsi makanan menjadi porsi lebih sedikit namun sering. Hal ini akan membantu menurunkan kerja dari saluran cerna tanpa mengurangi nutrisi yang seharusnya kita konsumsi, sehingga dapat membantu dalam proses penyembuhan.
  2. Hindari konsumsi makanan asam, pedas, dan berminyak yang dapat menyebabkan perut semakin tidak nyaman.
    Hindari konsumsi kafein dan minuman berkarbonasi. Minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh, serta soda juga harus dihindari karena sifatnya yang asam dapat merangsang produksi asam lambung.
  3. Penggunaan air hangat atau pemanas hangat (kompres botol berisi air hangat atau bantal pemanas) pada area perut untuk membantu menurunkan tegangan pada otot perut. Penurunan tegangan tersebut akan membantu menurunkan tekanan dalam perut dan mengurangi keluhan.
  4. Kelola stress. Para ahli medis mengungkapkan, sebagian besar masalah pencernaan dipicu oleh kondisi psikologis seseorang. Ada hubungan yang kompleks antara otak saat stress dengan kondisi usus. Untuk itu disarankan untuk mengendalikan stress yang dirasakan.

Selain cara yang disebutkan diatas, pemberian obat-obatan dapat menjadi pilihan untuk mengurangi keluhan nyeri perut.

  • Pemberian anti nyeri seperti paracetamol dapat digunakan untuk mengurangi nyeri yang dirasakan.
  • Hindari penggunaan anti nyeri non-steroid seperti ibuprofen, asam mefemanat, dan aspirin jika terdapat keluhan perut terutama pada ulu hati. Sifat dari obat anti nyeri non-steroid dapat mengiritasi dinding lapisan lambung yang malah dapat memperberat keluhan.
  • Apabila nyeri perut yang dirasakan lebih dominan pada rasa penuh terutama pada daerah ulu hati, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi obat seperti antasida dan simethicone. Kedua obat tersebut dapat membantu dalam mengurangi produksi asam lambung sehingga mengurangi keluhan nyeri perut.
  • Jika keluhan disertai dengan diare, Anda dapat meminum oralit atau memperbanyak minum air putih untuk membantu mengganti cairan yang terbuang. Obat anti-diare seperti attalpugit dapat dipertimbangkan untuk dikonsumsi karena kerja obat tersebut dapat memperlambat gerakan usus besar, sehingga usus mampu menyerap lebih banyak air, dan tinja akan menjadi lebih padat.
  • Apabila keluhan sembelit yang dirasakan dan tidak membaik setelah mengonsumsi makanan kaya serat dan banyak minum air putih, maka obat yang mengandung lactulose dapat dipertimbangkan untuk dikonsumsi.

Segala obat–obatan yang Anda konsumsi tentunya harus digunakan sesuai anjuran penggunaan obat yang tertera dan tidak boleh sembarangan dan berlebihan. Obat-obat tersebut juga memiliki efek yang dapat membahayakan bagi tubuh jika tidak digunakan sebagaimana mestinya.

.

Jadi, kapan saya harus ke dokter?

Jika dengan cara yang sudah dijelaskan sebelumnya keluhan Anda berkurang dan semakin lama menghilang, tentunya Anda sudah tidak perlu lagi ke dokter dan dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa. Nyeri perut ringan hingga sedang umumnya dapat hilang dengan cara penanganan mandiri seperti yang dijelaskan diatas.

Namun, apabila Anda memiliki salah satu gejala berikut, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk mendapat pemeriksaan serta penanganan yang lebih lengkap, diantaranya:

  • Nyeri perut yang tidak kunjung membaik setelah mengikuti saran yang dijelaskan
  • Nyeri muncul setelah terjadinya trauma baik karena kecelakaan atau bukan
  • Nyeri yang menjalar dari dada, atau disertai dengan sesak yang berat
  • Muntah atau BAB berdarah (BAB kehitaman) yang terus menerus
  • Muntah atau diare yang terus menerus hingga menyebabkan Anda tidak dapat makan, lemas, dan dehidrasi
  • Perut yang dirasakan membesar secara cepat
  • Teraba adanya benjolan pada perut
  • Nyeri pada perut yang tidak tertahankan sehingga Anda tidak dapat berdiri dan beraktivitas
  • Tidak bisa BAB namun disertai muntah

Nyeri perut dapat dirasakan kapan saja. Oleh karena itu, sebelum memutuskan ke dokter, sebaiknya kita dapat melakukan penanganan mandiri terlebih dahulu!

.

Referensi:
Australian Government Department of Health. 2012. Abdominal Pain Self Care. Available online at https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/abdominal-pain-in-adults (diakses pada 14 April 2020).

Cartwright SL, Knudson MP. 2008. Evaluation of acute abdominal pain in adults. American family physician, 1;77(7).

Chanana, L., Jegaraj, MA., Kalyaniwala, K., Yadav, B., & Abilash, K. 2015. Clinical profile of non-traumatic acute abdominal pain presenting to an adult emergency department. Journal of family medicine and primary care4(3), 422–425.

Kasper, et al. 2015. Harrison Principle of Internal Medicing 19th Edition.

Mayo Clinic Staff. 2014. Gastritis: Lifestyle and home remedies. Available online at mayoclinic.org/diseases-conditions/gastritis/basics/lifestyle-home-remedies/con-20021032 (diakses pada 14 April 2020).

Parrish, CR. 2007. The BRAT diet for acute diarrhea in children: Should it be used? Available online at med.virginia.edu/ginutrition/wp-content/uploads/sites/199/2015/11/DuroArticle-June-07.pdf (diakses pada 12 April 2020).

Viniol, et al. 2014. Studies of The Symptom Abdominal Pain — A Systematic Review and Meta-Analysis. Family Practice, 31(5), 517-529.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*