Apakah Minuman dan Makanan Asam Berbahaya Bagi Tubuh dan Saluran Cerna?

Sumber gambar: freepik.com

Makanan dan minuman yang memiliki rasa asam tentunya memiliki penggemar tersendiri. Rasa asam yang terdapat pada makanan maupun minuman memberikan sensasi segar saat dikonsumsi. Selain dari cita rasanya yang unik, keasaman juga dapat digunakan untuk mengawetkan makanan. Pada makanan yang diasamkan, diharapkan pH makanan menjadi turun sehingga dapat mencegah pertumbuhan organisme dan makanan menjadi tidak cepat rusak atau busuk. Namun adakah pengaruh dari makanan atau minuman asam bagi kesehatan tubuh kita?

.

Berapa tingkat keasaman yang normal?

Keasaman suatu zat biasa dinilai dari pH-nya. Suatu zat dikatakan asam bila memiliki pH kurang dari 7 dan basa bila pH diatas 7. Sedangkan pH 7 sendiri dikategorikan sebagai netral. Pada umumnya makanan memiliki pH sedikit asam (dibawah 7), meskipun rasa makanan tersebut tidak asam. Di dalam tubuh manusia sendiri memiliki tingkat keasaman yang berbeda-beda. Pada kondisi normal, darah manusia memiliki pH 7.35-7.45. Meskipun darah terdapat pada seluruh organ tubuh, bukan berarti seluruh bagian tubuh memiliki pH yang sama. Sebagai contoh, air liur memiliki pH 6.5-7.5, lambung memiliki pH 1.5-6.5, usus kecil memiliki pH 6.0-7.4, dan usus besar memiliki pH 5.0-8.0.

Tubuh kita memiliki mekanisme pengaturan keasaman tubuh, yaitu melalui saluran kemih dan saluran pernapasan. Jika seseorang mengonsumsi makanan yang bersifat asam, tentunya akan meningkatkan keasaman pada organ pencernaan untuk sementara waktu. Namun, makanan yang diserap nantinya akan dinetralisir oleh kedua organ (saluran kemih dan saluran pernapasan) tersebut sehingga keasaman tubuh terjaga, terutama pada orang dengan usia yang masih muda karena memiliki kemampuan toleransi keasaman yang lebih baik dibandingkan orang yang sudah tua.

.

Apakah mengonsumsi makanan asam berbahaya bagi tubuh?

Gigi dan mulut

Konsumsi makanan dan minuman asam tentunya diperbolehkan, namun konsumsi makanan asam yang rutin dan berlebihan bukanlah hal yang dianjurkan. Makanan dan minuman asam yang dikonsumsi secara terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan tubuh kita. Makanan dan minuman asam dapat menyebabkan erosi atau terkikisnya lapisan terluar gigi sehingga menurunkan kepadatan lapisan gigi dan memunculkan keluhan gigi sensitif seperti sensasi nyeri dan ngilu. Selain gigi, makanan dan minuman yang bersifat asam juga dapat memicu timbulnya sariawan, terutama bila pada orang tersebut sedang mengalami kelelahan, penurunan kekebalan tubuh, dan ada suatu luka sebelumnya pada area mulut.

Sistem pencernaan

Pada sistem pencernaan, makanan asam dapat memperberat keluhan dan gejala pada orang yang telah memiliki gangguan pencernaan seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan dispepsia, meskipun biasanya gejala yang ditimbulkan hanya sementara dan tidak berbahaya. Buah dan sayuran yang bersifat asam, seperti jeruk, jeruk bali, tomat, dan lemon dapat mengiritasi lapisan lambung yang telah terganggu sebelumnya dan kondisi ini juga cenderung diperburuk apabila juga dibarengi dengan konsumsi makanan tinggi lemak. Pada seseorang yang memiliki luka atau iritasi pada area lambung, mukosa atau lapisan lendir pada lambung akan menipis sehingga lapisan yang melindunginya terhadap asam juga menipis. Itulah sebabnya mengapa makanan asam sebaiknya dibatasi pada orang dengan gangguan saluran pencernaan terutama di area lambung agar tidak semakin meradang dan menimbulkan keluhan.

Sendi dan tulang

Sistem anggota gerak kita seperti sendi dan tulang juga bisa terganggu ketika mengonsumsi asam berlebihan. Saat kita mengonsumsi makanan yang bersifat asam, pemrosesan makanan menjadi energi meninggalkan zat sisa berupa asam laktat. Asam laktat yang dihasilkan tersebut dapat melepaskan suatu zat, yaitu histamin yang merupakan suatu zat proinflamasi atau peradangan. Efek yang didapatkan dari proses ini dapat menyebabkan bengkak dan radang pada sendi. Oleh karenanya, bagi penderita radang sendi disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman asam secara berlebihan agar keluhannya tidak memberat. Selain itu, ketika Anda mengonsumsi makanan dan minuman asam secara berlebihan, tubuh akan beradaptasi untuk mentralkan asam tersebut dengan menggunakan cadangan basa yang berasal dari kalsium dalam tulang misalnya, untuk menetralkan asam makanan yang pada gilirannya dapat menyebabkan pengurangan kepadatan/kekuatan tulang, peradangan serta degenerasi sendi, jaringan, dan organ.

Ginjal dan saluran kemih

Konsumsi makanan dan minuman asam yang berlebihan juga dapat berdampak negatif pada orang dengan gangguan ginjal dan saluran kemih. Oleh karena kelebihan asam tubuh dikeluarkan melalui urin, disarankan sebaiknya pada orang dengan gangguan ginjal untuk membatasi makanan asam berlebihan. Penelitan menunjukkan bahwa diet dengan kandungan asam yang tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal pada orang yang sebelumnya telah menderita gangguan ginjal.

.

Tentunya konsumsi makanan asam tetaplah dibolehkan dan tidak mengganggu kesehatan, namun sesuaikan dengan kondisi kesehatan tubuh. Konsumsi makanan/minuman apapun itu selama berlebihan pasti bukanlah hal yang dianjurkan. Selalu jaga kondisi tubuh dengan olahraga rutin, istirahat teratur, cukupi kebutuhan air tubuh, dan konsumsi makanan dengan nutrisi yang seimbang.

.

Referensi
Cunningham, E., 2009. What Impact Does pH Have on Food and Nutrition?. Journal of the American Dietetic Association, 109(10), p.1816.

Fenton, T. and Huang, T., 2016. Systematic review of the association between dietary acid load, alkaline water and cancer. BMJ Open, 6(6), p.e010438.

Frassetto, L., Banerjee, T., Powe, N. and Sebastian, A., 2018. Acid Balance, Dietary Acid Load, and Bone Effects—A Controversial Subject. Nutrients, 10(4), p.517.

Panara, K. and Acharya, R., 2014. Consequences of excessive use of Amlarasa (sour taste): A case-control study. AYU (An International Quarterly Journal of Research in Ayurveda), 35(2), p.124.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*