Mengenal Hormon ‘Lapar’ dan Hormon Lainnya yang Berperan dalam Sistem Pencernaan Kita!

Sumber gambar: freepik.com

Hormon bukanlah hal yang asing didengar oleh kita semua baik dari kalangan medis maupun non-medis. Sebagaimana kita ketahui selama ini, hormon berperan penting dalam regulasi tubuh manusia seperti pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi, siklus bangun-tidur, fungsi kognitif, mood, penyerapan nutrisi, maupun pencernaan.

Hormon merupakan suatu zat kimia didalam tubuh yang berfungsi sebagai sistem komunikasi dan sinyal untuk mengatur dan mengendalikan kerja tubuh. Hormon dihasilkan oleh sistem endokrin lalu disalurkan ke peredaran darah menuju target organnya untuk bekerja. Terdapat bermacam-macam jenis kelenjar penghasil hormon di dalam tubuh seperti kelenjar pituitari, kelenjar pineal, kelenjar timus, kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, pankreas, testis, dan indung telur.

Sistem pencernaan manusia tentunya tidak terlepas dari kerja hormon. Hormon saluran cerna merupakan sekelompok hormon yang dikeluarkan oleh sel enteroendokrin di lambung, pankreas, dan usus kecil yang mengontrol berbagai fungsi organ pencernaan. Selain mengontrol fungsi saluran cerna, hormon yang dihasilkan juga dapat bekerja lebih luas tidak hanya pada fungsi pencernaan saja, misalnya, organ pankreas menghasilkan beberapa hormon penting untuk tubuh yakni insulin dan glukagon. Ketika Anda makan, pankreas akan mengeluarkan hormon insulin yang bekerja untuk memasukkan gula darah ke dalam sel, menekan produksi gula oleh tubuh, dan menghambat pengeluaran hormon glukagon. Sedangkan, hormon glukagon bekerja untuk mengeluarkan gula dari sel ketika gula darah dalam tubuh sedang rendah. Berikut akan kita bahas beberapa hormon yang berkaitan dengan saluran cerna.

.

Ghrelin

Ghrelin merupakan hormon yang dihasilkan oleh lambung, tetapi dapat juga ditemukan di usus dan pankreas. Hormon ini dikenal sebagai ‘hormon lapar’, dimana meningkatkanya hormon Ghrelin akan merangsang nafsu makan dan kadarnya akan menurun setelah Anda makan. Ghrelin juga berperan mengurangi pengeluaran energi, menurunkan pemecahan lemak, dan meningkatkan penyimpanan lemak. Jumlah hormon ini akan meningkat ketika Anda sedang diet, berpuasa, atau sebelum makan.

.

Gastrin

Gastrin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel G di lambung dan usus 12 jari yang dikeluarkan untuk merangsang pergerakan lambung dan pengeluaran asam lambung sebagai respon adanya distensi pada lambung karena diisi oleh makanan. Selama peningkatan aktivitas lambung, gastrin juga memiliki efek konstriksi pada ujung bawah kerongkongan untuk mencegah kembalinya isi lambung ke kerongkongan. Hormon ini juga merangang pengeluaran enzim pepsin yang dikeluarkan saat kita mengonsumsi protein. Selain itu gastrin akan merangsang pengeluaran enzim pankreas (insulin) yang berfungsi untuk metabolisme gula dan meningkatkan aliran empedu untuk mempermudah mencerna makanan. Hormon gastrin akan menurun ketika lambung kosong dan pH sudah menjadi sangat asam.

.

Sekretin

Sekretin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel S di dalam usus halus yang dikeluarkan sebagai respon terhadap meningkatnya keasaman lambung dan asam lemak. Berkebalikan dengan gastrin, sekretin akan menghambat pengeluaran asam lambung. Hormon ini berfungsi untuk merangsang pelepasan cairan yang kaya akan bikarbonat dari pankreas. Bikarbonat bersifat basa dan berfungsi untuk menetralisir asam sehingga membentuk pH yang kondusif untuk aktivasi enzim-enzim pencernaan.

.

Kolesistokinin

Kolesistokinin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel I di usus yang dikeluarkan ketika lemak dan protein memasuki lambung. Hormon ini berperan merangsang kontraksi kandung empedu untuk mengeluarkan empedu dan merangsang pengeluaran enzim pankreas (lipase, amilase, dan protease) untuk pemecahan molekul makanan. Hormon kolesistokinin dapat memperlambat pengosongan lambung dan memberikan rasa kenyang jangka pendek.

.

Hormon inkretin

Hormoninkretin merupakan golongan hormon dengan hormon utamanya adalah Glucose dependent insulinotropic peptide (GIP) dan Glucagon like peptide 1 (GLP-1). GIP merupakan hormon yang diproduksi oleh sel K didalam usus halus. GIP diproduksi sebagai respon adanya makronutrien (gula, lemak, protein). Hormon ini berfungsi menstimulasi pengeluaran insulin saat gula di darah meningkat, menstimulasi aktivitas enzim untuk mencerna lemak, dan meningkatkan rasa kenyang. Dalam kadar yang besar, GIP dapat menghambat pengeluaran asam lambung.

Hormon GLP-1 merupakan hormon yang diproduksi oleh sel L di dalam usus halus dan usus besar. GLP-1 memiliki fungsi yang sama dengan GIP dalam hal menstimulasi pengeluaran insulin. Hormon GLP-1 dapat meningkatkan rasa kenyang dengan cara memperlambat laju penyerapan nutrisi ke dalam aliran darah dengan mengurangi kecepatan pengosongan lambung.

 .

Pancreatic peptide YY (PYY)

Hormon PPY merupakan hormon pencernaan yang dihasilkan oleh sel L usus halus. Hormon PYY, GLP-1, dan kolesistokinin adalah hormon yang dilepaskan untuk menekan rasa lapar. Setelah Anda makan, hormon PYY akan diproduksi oleh usus halus dan dilepaskan ke aliran darah Anda. PYY menyampaikan ke otak bahwa Anda sudah kenyang dan membuat nafsu makan menurun. Jumlah hormon yang dikeluarkan tergantung pada jenis dan jumlah makanan yang dimakan.

.

Motilin

Motilin merupakan hormon yang terdapat di usus halus. Pengeluaran hormon motilin dipicu oleh peregangan usus apabila penuh oleh makanan. Motilin berfungsi merangsang pergerakan usus untuk menyalurkan makanan sepanjang saluran pencernaan.

.

Somatostatin

Somatostatin merupakan ‘hormon penghambat’ yang dikeluarkan oleh pankreas. Somatostatin berfungsi untuk menghambat pelepasan asam lambung, menghambat pengeluaran hormon pencernaan seperti gastrin, sekretin, kolesistokinin, motilin, GIP, dan ghrelin. Hormon ini juga memperlambat pergerakan saluran cerna dan gerakan kandung empedu.

.

Vasoactive Intestinal Peptide (VIP)

Hormon VIP merupakan hormon yang dikeluarkan oleh lapisan usus halus yang berfungsi menstimulasi produksi air dan elektrolit untuk membantu penyerapan nutrisi. Selain itu, hormon ini berperan untuk merelaksasikan otot polos pada ujung bawah kerongkongan, lambung, dan kandung empedu, serta menghambat pengeluaran asam lambung dan merangsang pengeluaran bikarbonat dari pankreas.

.

Itulah penjelasan singkat mengenai beberapa hormon yang ada di sistem pencernaan kita beserta fungsinya secara ringkas. Hormon sangat beragam jenis dan fungsinya. Semuanya saling bekerja satu sama lain agar sistem pencernaan dapat bekerja dengan baik dan nutrisi yang Anda dapatkan dari makanan dapat diserap oleh tubuh. Keseimbangan dari hormon berperan dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh. Makanlah secukupnya dan jaga pola hidup yang baik untuk menjaga keseimbangan hormon.

.

Referensi
Magee, E., 2006. Your ‘Hunger Hormones’. [online] WebMD. Available at: <https://www.webmd.com/diet/features/your-hunger-hormones#1> [Accessed 29 May 2021].

Ogobuiro, I., Gonzales, J. and Tuma, F., 2021. Physiology, Gastrointestinal. [online] Ncbi.nlm.nih.gov. Available at: <https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537103/> [Accessed 29 May 2021].

Parikh, A. and Thevenin, C., 2021. Physiology, Gastrointestinal Hormonal Control. [online] Ncbi.nlm.nih.gov. Available at: <https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537284/> [Accessed 29 May 2021].

Sargis, R., 2015. An Overview of the Pancreas. [online] EndocrineWeb. Available at: <https://www.endocrineweb.com/endocrinology/overview-pancreas> [Accessed 29 May 2021].

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*