Hati-hati! Kebiasaan Ini Dapat Menyebabkan Asam Lambung Naik!

Sumber gambar: freepik.com

Asam lambung memiliki peran yang penting untuk sistem pencernaan. Asam lambung membantu tubuh kita dalam memproses makanan dan membunuh bakteri berbahaya yang masuk bersama makanan. Namun asam lambung yang berlebihan dapat membuat Anda tidak nyaman untuk berkegiatan sehari-hari. Meskipun dalam banyak kasus, naiknya asam lambung diangggap hal yang biasa, namun hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius jika dibiarkan dan tidak diobati. Gejala yang dapat terjadi akibat kenaikan asam lambung adalah perih atau rasa terbakar pada ulu hati, sakit perut, kembung, dan mual. Ada banyak pemicu terjadinya kenaikan asam lambung yang perlu kita ketahui agar dapat kita hindari. Berikut akan dibahas secara singkat pada artikel ini.

.

Makanan pemicu asam lambung naik

  • Makanan tinggi lemak
    Makanan berlemak seperti daging merah dan gorengan merupakan salah satu makanan yang dapat menjadi pemicu naiknya asam lambung. Makanan berlemak membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna sehingga pengosongan lambung akan menjadi lebih lambat dan memicu produksi asam lambung yang berlebih. Konsumsi makanan tinggi lemak dengan porsi yang berlebihan juga dapat melemahkan otot katup antara kerongkongan dan lambung sehingga asam lambung dapat lebih mudah untuk naik ke kerongkongan dan menimbulkan keluhan rasa terbakar pada dada. Selain itu, makanan berlemak merangsang pelepasan kolesistokinin yang juga dapat memicu relaksasi dari otot katup antara kerongkongan dan lambung.

  • Bumbu dapur
    Kelompok bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay juga dapat memicu terjadinya asam lambung naik. Selain itu, bawang juga dapat menyebabkan produksi gas berlebih karena mengandung fruktan yang merupakan serat larut yang dapat menyebabkan kembung.

  • Beberapa buah
    Buah yang asam seperti jeruk, jeruk bali, lemon, dan tomat juga merupakan salah satu makanan yang dapat memicu timbulnya keluhan nyeri ulu hati dan sensasi terbakar pada dada.

  • Makanan tinggi gula
    Beberapa makanan lain seperti cokelat, makanan tinggi gula juga dapat menjadi penyebab naiknya asam lambung. Memang, tidak setiap orang memiliki makanan pemicu yang sama. Jika Anda sering merasakan gejala akibat naiknya asam lambung setelah mengonsumsi makanan yang ‘itu-itu saja’, tidak ada salahnya jika jenis makanan tersebut Anda eliminasi dari menu diet Anda.

.

Minuman pemicu asam lambung naik

  • Minuman berkafein
    Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan soda dapat memicu naiknya asam lambung. Kafein dapat menstimulasi produksi asam lambung dan memicu otot katup antar kerongkongan dan lambung menjadi lebih lemah sehingga asam lambung dapat mengiritasi kerongkongan.

  • Alkohol
    Selain kafein, alkolhol juga merupakan minuman yang dapat menyebabkan naiknya asam lambung. Minuman beralkohol dengan kadar etanol yang rendah seperti bir dan anggur adalah stimulan kuat untuk memproduksi asam lambung, sedangkan minuman dengan kandungan etanol yang lebih tinggi seperti wiski dikatakan lebih tidak merangsang produksi asam lambung dibandingkan dengan bir dan anggur.

.

Kebiasaan makan yang salah

Kebiasaan makanan terlalu cepat dengan porsi yang banyak dan kebiasaan langsung berbaring di kasur setelah makan juga merupakan pemicu naiknya asam lambung ke kerongkongan. Ketika mengonsumsi makan terlalu cepat dan banyak, lambung kita akan bekerja lebih keras dan tekanan dalam lambung akan meningkat. Hal ini akan mengakibatkan otot katup antara kerongkongan dan lambung akan meregang serta memudahkan isi lambung naik ke kerongkongan. Begitu pula dengan kebiasaan berbaring setelah makan yang dapat memberikan tekanan di lambung meningkat sehingga isi lambung dapat naik ke kerongkongan dan menimbulkan gejala nyeri ulu hati, rasa terbakar pada dada, dan mual.

Sebaiknya, berikan jeda selama kurang lebih 3 jam antara makan terakhir dan tidur serta hindari makan larut malam. Posisikan kepala lebih tinggi dibandingkan bagian tubuh lainnya saat tidur untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. Pencegahan lebih baik dibandingkan pengobatan.

.

Kesalahan saat berolahraga

Olahraga memang baik bagi kesehatan tubuh. Akan tetapi, langsung berolahraga berat sehabis makan mampu memicu kenaikan asam lambung yang malah mengganggu olahraga Anda dan kesehatan. Apabila ingin berolahraga, berikan jeda waktu setidaknya 2 hingga 3 jam setelah makan. Kemudian, dahulukan pemanasan atau olahraga ringan seperti jalan kaki. Hindari langsung berolahraga yang berintensitas berat apalagi yang mengharuskan posisi Anda membungkuk.

.

Berat badan berlebihan

Orang yang memiliki berat badan berlebihan atau obesitas lebih sensitif terhadap asam lambung. Orang dengan obesitas mengalami peningkatan tekanan pada perut yang dapat memicu melemahnya kekuatan otot katup antara kerongkongan dan lambung. Selain itu, produksi enzim pada organ empedu dan pankreas orang dengan obesitas lebih banyak serta dapat berdampak pula pada pelemasan otot katup antara kerongkongan dan lambung. Nantinya akan memudahkan terjadi kenaikan asam lambung dan menimbulkan keluhan perut bagian atas terasa perih terbakar.

.

Efek obat yang dikonsumsi

Beberapa obat memiliki efek melemaskan otot yang ada diantara kerongkongan dan lambung sehingga berpotensi untuk asam lambung dapat naik ke kerongkongan. Contohnya adalah obat antidepresan, obat jantung, dan obat penenang. Apabila keluhan lambung sering terjadi ketika Anda sedang mengonsumsi obat tertentu, harap konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengevaluasi obat yang dikonsumsi.

.

Kondisi stress dan merokok

Banyak orang yang mengalami asam lambung naik mengakui bahwa mereka sering merasa stress dan cemas. Hubungan keduanya memang masih kontroversial, namun stress dapat menyebabkan perilaku tidak sehat. Situasi stress menyebabkan Anda makan berlebihan, minum alkohol, merokok, dan makan makanan tidak sehat yang semuanya dapat meningkatkan asam lambung naik dan perut terasa mulas. Efek nikotin dari rokok membuat otot kerongkongan menjadi lebih rileks sehingga asam lambung akan mudah naik ke kerongkongan.

.

Setelah Anda mengidentifikasi apa saja yang menyebabkan asam lambung naik, maka Anda dapat membuat daftar diet dan mengubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat. Semua hal itu diharapkan dapat mencegah terjadinya kenaikan asam lambung dan memungkinkan Anda untuk menjalani aktivitas yang jauh lebih nyaman. Stay healthy!

.

Referensi
Boekema PJ, Samsom M, van Berge Henegouwen GP, Smout AJ. Coffee and gastrointestinal function: facts and fiction. A review. Scand J Gastroenterol Suppl. 1999;230:35-9.

Hampel H, Abraham NS, El-Serag HB. Meta-analysis: obesity and the risk for gastroesophageal reflux disease and its complications. Ann Intern Med. 2005 Aug 2;143(3):199-211.

Jarosz M, Taraszewska A. Risk factors for gastroesophageal reflux disease: the role of diet. Prz Gastroenterol. 2014;9(5):297-301.

Kohata Y, Fujiwara Y, Watanabe T, Kobayashi M, Takemoto Y, Kamata N, Yamagami H, Tanigawa T, Shiba M, Watanabe T, Tominaga K, Shuto T, Arakawa T. Long-Term Benefits of Smoking Cessation on Gastroesophageal Reflux Disease and Health-Related Quality of Life. PLoS One. 2016 Feb 4;11(2):e0147860.

Tutuian R. Clinical Lead Outpatient Services and Gastrointestinal Function Laboratory. Adverse effects of drugs on the esophagus. Best Pract Res Clin Gastroenterol. 2010 Apr;24(2):91-7.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*