Bagaimana Cara Mengatasi Heartburn Sendiri?

Sumber gambar: freepik.com

Heartburn adalah sensasi panas terbakar pada area dada dan perut bagian atas yang diakibatkan karena naiknya asam lambung. Rasa nyeri ini biasanya bertambah buruk saat Anda dalam posisi tidur dan setelah makan. Sensasi panas terbakar ini terjadi akibat isi lambung kembali naik ke kerongkongan dan mengiritasinya. Antara kerongkongan dan lambung, terdapat suatu sfingter atau katup yang jika berfungsi dengan baik akan menutup ketika makanan meninggalkan kerongkongan dan memasuki lambung. Pada beberapa orang, sfingter tersebut tidak berfungsi dengan baik atau menjadi lemah. Hal ini menyebabkan isi lambung termasuk asam lambung dapat mencapai kerongkongan.

Kondisi kesehatan lain seperti hiatal hernia (bagian atas lambung masuk ke rongga dada melalui celah otot diafragma yang melemah) dan kehamilan juga sering menyebabkan keluhan heartburn. Kondisi lain seperti merokok, kelebihan berat badan atau obesitas, konsumsi makanan minuman pemicu, dan obat golongan NSAID seperti aspirin atau ibuprofen juga dapat memperburuk keluhan heartburn.

Apabila keluhan tersebut sedang muncul, aktivitas dan kualitas hidup Anda dapat saja terganggu. Lalu, bagaimana cara mengatasi heartburn secara mandiri? Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi heartburn yang terjadi.

.

Tetap terjaga setelah makan

Saat Anda berdiri atau duduk, gaya gravitasi dapat membantu menjaga asam tetap di lambung. Lambung membutuhkan waktu untuk memproses makanan dan mengeluarkan asam untuk membantu mencerna makanan. Berikan waktu sekitar 3 – 4 jam untuk lambung bekerja setelah Anda makan dan tundalah sementara untuk tidur. Hindari kebiasaan mengonsumsi camilan sebelum tidur dan makan terlalu malam agar menghindari tertidur setelah makan.

.

Perhatikan posisi tidur

Mengatur posisi tidur berperan penting dalam mengatasi heartburn. Posisi tidur telentang dapat mempermudah naiknya asam lambung ke kerongkongan karena kerongkongan dan lambung sejajar atau berada pada tinggi yang sama. Cobalah berbaring dengan posisi tubuh bagian atas lebih tinggi dari lambung. Kepala Anda sebaiknya lebih tinggi sekitar 15 – 28 cm dari badan Anda. Selain itu, posisi tidur menghadap kiri dikatakan dapat mencegah dan mengurangi keluhan heartburn.

.

Makanlah sedikit-sedikit namun lebih sering

Asam lambung akan diproduksi setiap kali Anda makan. Ketika perut sangat penuh, makanan berlebih di perut dapat menyebabkan sfingter melonggar dan lebih banyak asam lambung yang diproduksi sehingga asam dapat naik mencapai kerongkongan. Cobalah untuk makan dengan porsi sedikit-sedikit namun sering dibandingkan makan 2-3 kali sehari dengan porsi besar.

.

Mengonsumsi makanan yang aman bagi penderita asam lambung

Makanan berikut aman dikonsumsi untuk penderita asam lambung diantaranya makanan kaya protein rendah kolestrol seperti ikan salmon, daging unggas tanpa lemak, kacang-kacangan, buah-buahan tinggi serat dan mineral terutama apel, pir, alpukat, melon, dan pisang, sayuran hijau, kentang, putih telur, dan air jahe. Menambah asupan serat dan menghindari sementara makanan tinggi lemak merupakan rekomendasi makanan untuk Anda yang mengalami keluhan heartburn.

.

Mengunyah permen karet

Suatu penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet bebas gula setengah jam setelah makan dapat mengurangi keluhan heartburn. Permen karet dikatakan dapat mengurangi asam di kerongkongan. Dengan mengunyah, produksi air liur akan meningkat, Anda akan menelan lebih banyak, dan menyebabkan gerakan kerongkongan meningkat. Hal ini memungkinkan keasaman pada kerongkongan dibersihkan lebih cepat. Namun, temuan ini masih kontroversial.

.

Menghindari makanan dan minuman pemicu

Beberapa makanan dan minuman dapat menjadi pemicu heartburn. Ketika Anda sedang mengalami atau memiliki riwayat heartburn, hindarilahmakanan yang pedas, mengandung tinggi lemak, makanan yang asam seperti tomat dan jeruk termasuk jus, mint, cokelat, minuman berkafein seperti kopi dan teh, alkohol, dan minuman berkarbonasi. Makanan dan minuman tersebut dapat memicu produksi asam lambung, memperlambat pengosongan lambung, melonggarkan sfingter sehingga memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.

.

Menjalani pola hidup sehat

Menjalani pola hidup sehat merupakan salah satu cara penting untuk mengatasi keluhan heartburn. Cara yang dapat Anda lakukan antara lain menghindari stress karena stress dapat memicu naiknya asam lambung. Anda dapat melakukan meditasi untuk menghilangkan penat dan tidur yang cukup. Jangan memilih rokok untuk menghilangkan stress karena rokok dapat memperpanjang waktu asam di lambung dan mengurangi tekanan sfingter antara kerongkongan dan lambung.

Cara berikutnya adalah menjaga berat badan ideal dan gunakan pakaian longgar untuk mengurangi tekanan pada perut Anda. Jangan lupa untuk minum air putih yang cukup untuk melancarkan proses pencernaan.

.

Mengonsumsi obat

Terdapat beberapa obat yang sering diberikan untuk mengurangi keluhan heartburn, diantaranyaantasida, sitoprotektor/mukoprotektor, golongan antagonis H2, dan golongan PPI. Antagonis H2 dan PPI bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung sehingga mengurangi dan mencegah keluhan heartburn, sitoprotektor bekerja dengan cara melindungi lapisan lambung, sedangkan antasida bekerja untuk menetralisir asam lambung. Antasida merupakan obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Meski demikian, terdapat beberapa kondisi medis tertentu yang tidak boleh mengonsumsi obat ini tanpa pengawasan dokter. Sementara golongan sitoprotektor, antagonis H2 dan PPI merupakan obat yang dapat dibeli dengan resep dokter. Mengonsumsi obat bukanlah pilihan pertama yang dapat Anda lakukan ketika sedang mengalami heartburn. Lakukanlah perubahan pola hidup dan pola makan terlebih dahulu untuk mengatasinya. Apabila setelah memperbaiki pola hidup dan pola makan namun keluhan masih mengganggu, obat dapat dipertimbangkan untuk menjadi solusi dari keluhan Anda namun dengan aturan pakai yang benar dan sesuai anjuran dokter.

.

Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila keluhan heartburn Anda tidak kunjung membaik dengan tips yang telah disebutkan. Apabila terdapat keluhan lain yang menyertai seperti kesulitan menelan, muntah darah/kehitaman, tinja berdarah/lebih gelap, sesak napas, lemas, serta asupan makan dan minuman tidak dapat masuk, maka sebaiknya segeralah pergi ke dokter.

Perlu diingat, keluhan heartburn tidak memengaruhi jantung Anda, tetapi dapat terasa sangat mirip gejalanya dengan nyeri dada yang terjadi pada serangan jantung. Apabila keluhan yang Anda rasakan disertai nyeri dada seperti tertimpa, rasa sakit yang menjalar ke bahu, lengan dan rahang kiri, mual muntah, sesak, serta berkeringat saat mengalami nyeri dada, jangan tunda untuk pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jika Anda pernah atau sering mengalami heartburn, jadikan tips di atas sebagai bagian dari gaya hidup sehat Anda untuk mencegah dan mengatasi heartburn.

.

Referensi
Eherer, A. 2014. Management of Gastroesophageal Reflux Disease: Lifestyle Modification and Alternative Approaches. Digestive Diseases, 32(1-2), 149–151.

Kaltenbach T, Crockett S, Gerson LB. 2006. Are lifestyle measures effective in patients with gastroesophageal reflux disease? An evidence-based approach. Arch Intern Med, 166(9):965-971.

Moazzez, R., Bartlett, D., & Anggiansah, A. 2005. The Effect of Chewing Sugar-free Gum on Gastro-esophageal Reflux. Journal of Dental Research, 84(11), 1062–1065.

Ness-Jensen, E., Hveem, K., El-Serag, H., & Lagergren, J. 2016. Lifestyle Intervention in Gastroesophageal Reflux Disease. Clinical Gastroenterology and Hepatology, 14(2), 175–182.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*