Penting! Bakteri-bakteri Ini Sering Menginfeksi Saluran Cerna

Sumber gambar: freepik.com

Masalah pada saluran cerna tentu bukanlah hal yang asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Gejala yang dialami ketika ada gangguan pada pencernaan kita dapat beragam, mulai dari diare, konstipasi, nyeri perut, mual, muntah, kembung, hingga gejala yang bersifat sistemik seperti demam dan kelelahan. Penyebab dari masalah pencernaan pun beragam, dapat diakibatkan oleh keracunan makanan, alergi, gangguan penyerapan makanan, tumor/ keganasan, gangguan struktur anatomi, hingga infeksi yang akan dibahas pada artikel ini. Infeksi pada saluran pencernaan dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau protozoa.

.

Bakteri merupakan mikroorganisme bersel tunggal, disebut mikroorganisme karena bakteri tidak tampak pada mata telanjang sehingga harus dipelajari menggunakan alat pembesar seperti mikroskop. Bakteri umumnya dapat hidup dimana saja tergantung habitatnya mulai dari tanah, air, mata air panas, area asam, hingga pada tubuh manusia seperti di kulit, rambut, hingga saluran pencernaan.

Sama seperti kebanyakan penyebab infeksi lain, bakteri dapat menginfeksi saluran cerna melalui makanan/minuman yang higienenya tidak terjaga dengan baik. Bakteri yang terdapat pada makanan ikut masuk melalui mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar hingga dapat keluar melalui anus. Umumnya, bakteri dapat dilawan oleh sistem pertahanan tubuh manusia, salah satunya melalui asam lambung yang dapat mematikan bakteri. Namun, apabila makanan sangat kotor dengan jumlah bakteri yang banyak dan tidak dapat dinetralkan oleh asam lambung, bakteri yang masuk dapat berlanjut ke usus halus dan menetap disana untuk beberapa waktu hingga menyebabkan gangguan pencernaan sampai gangguan yang bersifat sistemik.

Berikut beberapa bakteri yang sering dan dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan kita.

.

Escherichia coli

Umumnya bakteri ini merupakan flora normal pada saluran pencernaan manusia. Namun, apabila keseimbangan mikrobiota pada saluran pencernaan manusia terganggu, bakteri ini dapat menimbulkan penyakit dan gejala seperti diare, demam, hingga diare berdarah. Penularan bakteri ini dapat melalui higiene yang buruk dari makanan/minuman yang dikonsumsi. Bakteri ini juga banyak ditemukan pada daging yang tidak dimasak hingga matang dan sayur buah yang dicuci tidak bersih.

.

Shigella

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini dinamakan Disentri Shigellosis. Bakteri ini menular melalui jalur fekal-oral. Fekal-oral yaitu penularan dari tinja atau barang yang terkontaminasi ke mulut orang lain. Bakteri ini dapat ditemukan di toilet umum, kertas atau tisu toilet, ataupun area padat penduduk dengan sanitasi yang buruk. Bakteri ini juga dapat berpindah dibawa oleh lalat. Gejala yang sering disebabkan oleh bakteri ini diantaranya keram pada area perut, demam, rasa ingin buang air terus-menerus, dan terkadang tinja dapat disertai darah atau lendir. Karena bakteri ini ditularkan melalui fekal-oral, pastikan selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan sebelum menghidangkan dan menyantap makanan, setelah buang air, setelah memegang benda kotor, dan pastikan juga kebersihan dan kematangan makanan yang dikonsumsi.

.

Salmonella

Bakteri ini biasanya ditransmisikan dari hewan ke manusia. Bakteri Salmonella biasa terdapat pada saluran cerna ayam, reptilia, dan burung. Selain pada saluran cerna hewan, bakteri ini banyak ditemukan pada bahan makanan yang kurang matang seperti daging merah, daging unggas, telur, susu, ikan, udang, hingga kelapa. Bakteri ini tidak tahan terhadap asam lambung manusia, tetapi apabila masuk kedalam tubuh dalam jumlah yang besar, bakteri ini tetap dapat menimbulkan penyakit. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini disebut Salmonellosis ataupun demam tifoid dengan gejala beragam seperti diare/konstipasi, lemas, keram perut, demam, dan sakit kepala. Kebersihan dan kematangan dari produk yang dikonsumsi merupakan kunci agar terhindar dari bakteri ini.

.

Campylobacter

Merupakan penyebab kejadian diare bakterial tersering di Amerika dengan angka 2 juta kasus/tahun dan angka ini melebihi diare akibat infeksi bakteri Salmonella maupun Shigella disana. Bakteri ini juga merupakan penyebab tersering kejadian diare di dunia. Campylobacter banyak ditemukan pada daging unggas mentah, produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi, dan air yang tekontaminasi. Gejala yang ditimbulkan dari bakteri ini yaitu nyeri di area perut, lemas, sakit kepala, muntah, dan diare.

.

Clostridium

Beberapa jenis bakteri Clostridium yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada manusia adalah C. perfringens, C. botulinum, dan C. difficile.

  • C. perfringens merupakan bakteri yang dapat ditemukan pada daging babi dengan gejala paling sering yang ditimbulkan jika terinfeksi bakteri ini adalah diare. Bakteri ini dapat dihambat pertumbuhannya dengan membekukan dagingya dan dapat mati jika kita memasaknya hingga matang.
  • C. botulinum merupakan bakteri yang dapat ditemukan pada produk makanan kaleng yang tidak diolah dengan baik. Gejala yang dapat ditimbulkan oleh bakteri ini antara lain gangguan penglihatan, mulut kering, konstipasi, keram perut, hingga gangguan otot-otot pernapasan. Spora dari bakteri ini menghasilkan racun yang dapat mengakibatkan kelemahan saraf hingga mengganggu otot napas yang dapat berakibat fatal.
  • Jumlah orang yang terinfeksi bakteri C. difficile di Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga. Bakteri C. difficile bisa ditemukan di lingkungan seperti tanah, air, udara, hingga produk makanan (olahan daging). Bakteri ini bisa didapatkan pada usus besar sebagian individu sehat dan dapat menular melalui jalur fekal-oral maupun dari permukaan yang terkontaminasi tinja. Bakteri ini bisa muncul setelah penggunaan antibiotik yang tidak tepat sehingga mengganggu keseimbangan mikrobiota usus ataupun perawatan di fasilitas kesehatan dalam jangka panjang. C. difficile dapat menyebabkan penyakit ringan seperti diare cair sampai diare yang berdarah, berlendir, atau bernanah akibat peradangan di usus besar. Peradangan usus besar yang terkait dengan pertumbuhan berlebih bakteri ini merusak lapisan usus besar yang disebut dengan Pseudomembran Colitis dan dapat berakibat fatal.

.

Helicobacter pylori

Dalam keaadaan normal, lambung kita akan menghasilkan asam lambung untuk membunuh bakteri yang masuk ke dalam saluran pencernaan. Akan tetapi, H. pylori dapat hidup dalam keadaan asam sehingga asam lambung menjadi tidak efektif untuk membunuhnya. Bakteri ini dapat menyebar dengan cara fekal-oral, konsumsi air atau makanan yang tercemar atau terkontaminasi dengan bakteri, dan kontak air liur. Bakteri ini dapat ditemukan pada lambung seseorang yang terinfeksi dan jika tidak diterapi dengan adekuat dapat menyebabkan radang dan tukak pada lambung. Gejala yang dapat ditimbulkan berupa nyeri dan tidak nyaman pada area perut, mual, dan muntah. Infeksi dari H. pylori diyakini berkaitan dengan kejadian penyakit gastritis atau mag yang kronis, tukak lambung, hingga kanker lambung. Terapi yang adekuat pada bakteri ini dapat mencegah terjadinya komplikasi yang serius.

.

Secara umum bakteri-bakteri yang sudah disebutkan tadi dapat diatasi apabila kita menjaga kebersihan selama mengolah, menyimpan, memasak, hingga menyantap makanan. Kematangan juga harus diperhatikan untuk memastikan keamanan makanan yang dikonsumsi. Umumnya gejala yang ditimbulkan dari bakteri-bakteri tersebut mirip satu sama lain sehingga periksakan diri Anda apabila mengalami keluhan pada saluran cerna dan jaga tubuh tetap terhidrasi dengan banyak minum air mineral.

.

ReferensiA
khondi, H. and Simonsen, K., 2021. Bacterial Diarrhea. [online] Ncbi.nlm.nih.gov. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551643/ .

Barr, W. and Smith, A., 2021. Acute Diarrhea in Adults. [online] Aafp.org. Available at: https://www.aafp.org/afp/2014/0201/p180.html#sec-1 .

Mayo Clinic. 2021. C. difficile infection – Symptoms and causes. [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/c-difficile/symptoms-causes/syc-20351691 .

Atsu.edu. 2021. Gastrointestinal Infections. [online] Available at: https://www.atsu.edu/faculty/chamberlain/website/lectures/lecture/gi4.htm .

Parikh, N. and Ahlawat, R., 2021. Helicobacter Pylori. [online] Ncbi.nlm.nih.gov. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534233/

Sattar, S. and Singh, S., 2021. Bacterial Gastroenteritis. [online] Ncbi.nlm.nih.gov. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513295/

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*