.
Minum air putih adalah pilihan yang terbaik
Minum air putih merupakan cara sederhana untuk mencegah asam lambung kambuh. Suatu penelitian menunjukkan satu gelas air (200 ml) dapat meningkat pH lambung dengan cepat. Air dingin dan air panas keduanya tidak ada yang memperberat asam lambung. Namun, air hangat dapat bekerja lebih cepat dalam menetralisir asam lambung.
Apabila Anda bosan hanya meminum air putih saja, Anda dapat juga meminum jahe hangat. Jahe bukan hanya memberikan rasa hangat pada perut tapi juga dapat mengurangi keluhan akibat naiknya asam lambung. Jahe memiliki kandungan anti-radang untuk mengatasi masalah pencernaan dan bermanfaat sebagai pengobatan alami penyakit asam lambung. Jahe dapat dipotong atau diparut, lalu dijadikan minuman jahe hangat. Anda dapat menambahkan madu untuk memberi rasa manis pada minuman Anda. Madu dikatakan dapat mengurangi radang pada esofagus akibat refluks asam lambung.
.
Punya keluhan sakit maag/ lambung/ GERD?
Isi survei kami di bit.ly/surveiherbalYGI
.
Menghindari makanan dan minuman yang mengiritasi lambung
Beberapa makanan dan minuman tertentu sebaiknya dihindari oleh penderita asam lambung, diantaranya makanan yang pedas, makanan yang tinggi garam, tinggi lemak, cokelat, produk susu tinggi lemak, termasuk keju dan es krim, minuman berkafein, beralkohol, dan berkarbonasi. Makanan dan minuman tersebut dapat memicu naiknya produksi asam lambung, melonggarkan katup antara kerongkongan dan lambung yang dapat memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan, serta memperberat gejala asam lambung.
.
Makan porsi kecil tapi sering
Cobalah untuk makan dengan porsi kecil namun sering. Asam lambung akan diproduksi setiap kali Anda makan. Ketika Anda makan dalam porsi besar, lambung secara otomatis akan menghasilkan asam lebih banyak untuk membantu proses pencernaan.
.
Selain memerhatikan daftar makanan dan minuman yang telah disebutkan, penderita asam lambung disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat seperti menghindari tidur setelah makan dengan memberikan jeda waktu 2 – 4 jam antara makan dan tidur agar lambung dapat mencerna makanan dengan baik, menjauhi kebiasaan merokok, selalu menjaga berat badan tubuh tetap ideal, dan mengurangi stress.
Hal yang terpenting bagi penderita asam lambung adalah mencoba mengidentifikasi makanan dan minuman pemicu secara berkala untuk mengetahui toleransi sistem pencernaaannya, karena respon tiap orang terhadap suatu makanan dan minuman dapat berbeda-beda. Jangan biarkan asam lambung yang naik mengganggu aktivitas Anda ya!
.
Referensi
International Foundation for Gastrointestinal Disorders. n.d. Diet changes for GERD. Available online at https://www.aboutgerd.org/diet-lifestyle-changes/diet-changes-for-gerd.html (diakses pada tanggal 13 Juni 2020).
Karamanolis G, Theofanidou I, Yiasemidou M, Giannoulis E, Triantafyllou K, Ladas SD. 2008. A glass of water immediately increases gastric pH in healthy subjects. Dig Dis Sci, 53(12):3128‐3132.
Morozov S, Isakov V, Konovalova M. 2018. Fiber-enriched diet helps to control symptoms and improves esophageal motility in patients with non-erosive gastroesophageal reflux disease. World J Gastroenterol, 24(21):2291‐2299.
Newberry C, Lynch K. 2019. The role of diet in the development and management of gastroesophageal reflux disease: why we feel the burn. J Thorac Dis, 11(Suppl 12):S1594‐S1601.
Nikkhah Bodagh M, Maleki I, Hekmatdoost A. 2018. Ginger in gastrointestinal disorders: A systematic review of clinical trials. Food Sci Nutr, 7(1):96‐108.
Wu P, Zhao XH, Ai ZS, et al. 2013. Dietary intake and risk for reflux esophagitis. Gastroenterol Res Pract, 2013:691026.

Leave a Reply