Apakah Rokok Dapat Memengaruhi Saluran Cerna Kita?

Sumber gambar: navit-j.com

Merokok merupakan salah satu faktor risiko dari beragam penyakit yang sesungguhnya dapat dihindari. Terdapat lebih dari 5000 zat kimia yang terdapat pada asap rokok yang 150 diantaranya merupakan radikal bebas, racun, dan pemicu kanker. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir sekitar enam juta orang meninggal setiap tahunnya disebabkan oleh asap rokok.

Asap rokok dapat dibagi menjadi asap utama dan asap sampingan. Asap utama adalah bagian yang dihisap perokok secara langsung, dan terdiri dari bentuk partikel dan gas. Komponen  bermolekul rendah, seperti karbon monoksida (CO) dan aldehida ringan, adalah komponen utama yang ada dalam gas, yang secara langsung masuk kedalam sirkulasi paru. Sedangkan komponen partikel seperti nikotin akan masuk kedalam tubuh melalui kontak dengan lapisan permukaan saluran cerna, kulit, dan permukaan alveolus.

Selama ini kita telah mengetahui berdasarkan informasi yang beredar ataupun bungkus rokok itu sendiri bahwa merokok dapat menyebabkan penyakit jantung dan paru-paru. Namun belum banyak yang mengetahui bahwa merokok juga merupakan faktor risiko timbulnya gangguan dan penyakit pada saluran cerna. Sedangkan mungkin saja gejala pada gangguan saluran cerna dapat menjadi tanda awal yang dirasakan, karena terkadang gejala yang ditimbulkan lebih mudah disadari, seperti peningkatan asam lambung ataupun nyeri ulu hati.

.

Bagaimana pengaruh asap rokok terhadap saluran cerna?

Asap rokok merupakan salah satu faktor risiko yang berhubungan dengan gangguan pada saluran cerna seperti luka pada saluran cerna bagian atas (termasuk esofagus, perut dan duodenum), radang pada usus, dan kanker. Beberapa studi menunjukkan bahwa asap rokok berhubungan dengan proses terbentuknya luka pada saluran cerna bagian atas dan menghambat proses penyembuhan luka tersebut. Peran asap rokok sendiri beragam, mulai dari mengakibatkan kerusakan pada sel-sel permukaan (mukosa) saluran cerna bagian atas, menghambat pembentukan sel baru, mengganggu aliran darah, dan mengganggu sistem daya tahan tubuh. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa paparan dari asap rokok yang kronik (dalam salah satu studi dikatakan lebih dari dua tahun) akan menimbulkan gangguan saluran cerna dan risiko berkembangnya penyakit yang akan dijelaskan lebih lanjut.

Ulkus peptikum atau yang biasa dikenal sebagai luka pada saluran cerna bagian atas adalah suatu proses kematian pada sel-sel mukosa sehingga menimbulkan luka pada saluran cerna. Asap rokok semakin meningkatkan risiko ulkus peptikum terutama pada pasien yang juga mengalami infeksi bakteri Helicobacter pylori atau konsumsi obat nyeri jangka panjang. Asap rokok juga menurunkan sistem daya tahan tubuh dan mukosa saluran cerna sehingga lebih mudah terinfeksi bakteri Helicobacter pylori. Katup yang menjaga aliran asam lambung antara lambung dan usus halus juga mengalami gangguan sehingga sering terjadi aliran balik dari asam lambung yang masuk ke usus halus. Keseluruhan mekanisme tersebut menjadi faktor risiko terbentuknya luka pada saluran cerna bagian atas.

Pada peradangan usus atau yang biasa dikenal sebagai inflammatory bowel disease (IBD), asap rokok meningkatkan progresivitas atau keparahan penyakit. Merokok termasuk faktor risiko IBD karena sering ditemukan sebagai riwayat gaya hidup pada pasien yang telah terdiagnosis IBD. Asap rokok akan memengaruhi peradangan melalui beberapa mekanisme seperti gangguan pada pembelahan sel yang berfungsi untuk regenerasi menggantikan sel yang rusak, gangguan pada aliran darah, dan gangguan pada sistem daya tahan tubuh yang meningkatkan risiko gangguan infeksi pada saluran cerna terutama bagian atas. Pada crohn’s disease, merokok akan memperburuk kondisi sakit yang dialami. Sebaliknya pada kolitis ulseratif, merokok justru dapat menurunkan angka insidens penyakit, namun mekanismenya belum dapat diketahui secara pasti.

Paparan asap rokok jangka panjang juga akan mencetuskan terjadinya kematian pada sel-sel permukaan kerongkongan dan lambung, sehingga terjadi gangguan keutuhan lapisan paling luar dari kerongkongan dan lambung. Gangguan keutuhan ini nantinya berdampak pada mudahnya terjadi kerusakan sel ataupun gangguan fungsi saluran cerna ketika ada zat, bakteri, atau benda asing yang masuk ke dalam saluran cerna. Selain meningkatnya risiko kerusakan, kemampuan sel permukaan saluran cerna juga akan terhambat akibat paparan asap rokok jangka panjang.

Merokok juga meningkatkan produksi lendir dari permukaan saluran cerna, produksi asam lambung, serta menurunkan produksi bikarbonat dari pankreas. Keduanya menjaga keseimbangan pada saluran cerna agar dapat memecah makanan dan menjadi pelindung kimia terhadap masuknya benda asing dan bakteri. Selain itu, pada saluran cerna, terdapat katup yang memisahkan antara lambung dan usus halus. Katup ini akan berfungsi untuk menjaga agar enzim pencernaan dari usus halus tidak bercampur dengan asam lambung. Namun, merokok akan mengganggu kerja katup tersebut sehingga enzim pencernaan dan asam lambung dapat tercampur, yang nantinya akan berdampak pada gangguan keseimbangan pada saluran cerna yang berujung pada gangguan saluran cerna bagian atas.

Merokok juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Hal yang dinilai menjadi pencetus terjadinya kanker adalah proses peradangan jangka panjang akibat paparan asap rokok. Sebagaimana diketahui, proses peradangan jangka panjang yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi tumor yang nantinya dapat berkembang kembali menjadi kanker. Selain dari peradangan, kandungan pada asap rokok yang terdiri dari zat racun dan karsinogen mencetuskan perubahan pada sel yang dapat menjadi kanker.

Merokok secara aktif maupun pasif akan menimbulkan beragam dampak pada tubuh, termasuk didalamnya gangguan pada saluran cerna. Terkadang, gejala yang ditimbulkan mungkin kita rasakan, namun karena pemahaman yang kurang, kita tidak menyadarinya sebagai suatu gejala dan tetap melanjutkan kebiasaan merokok sehingga gangguan saluran cerna terus berkembang secara menahun dan dapat menimbulkan penyakit yang lebih berat lagi. Oleh karena itu penting mengenali tanda gangguan pada saluran cerna sejak dini dan merubah kebiasaan merokok untuk menjaga kesehatan saluran cerna kita.

.

Referensi
Berkowitz L, Schultz BM, Salazar GA, Pardo-Roa C, Sebastián VP, Álvarez-Lobos MM, Bueno SM. Impact of cigarette smoking on the gastrointestinal tract inflammation: opposing effects in Crohn’s disease and ulcerative colitis. Frontiers in immunology. 2018 Jan 30;9:74.

Li LF, Chan RL, Lu L, Shen J, Zhang L, Wu WK, Wang L, Hu T, Li MX, Cho CH. Cigarette smoking and gastrointestinal diseases: the causal relationship and underlying molecular mechanisms. International journal of molecular medicine. 2014 Aug 1;34(2):372-80.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*