Pentingnya Konsumsi Air Putih Untuk Pencegahan Dehidrasi

Sumber gambar: freepik.com

Air memiliki banyak peran penting bagi tubuh kita. Sekitar 60% dari berat badan manusia terdiri dari cairan. Sisanya berupa zat padat seperti protein, lemak, karbohidrat, dan mineral. Setiap hari tubuh kehilangan cairan melalui proses berkeringat, bernapas, berkemih, dan pergerakan usus. Kebutuhan cairan harus selalu terpenuhi untuk menjaga tubuh selalu sehat dan prima. Sudah tahukah kamu mengenai air putih dan dehidrasi?

.

Berapa banyak air yang harus diminum setiap harinya?

Penelitian telah menghasilkan berbagai rekomendasi. Namun, tidak ada rumus tunggal yang cocok untuk semua orang karena kebutuhan cairan tiap orang berbeda-beda tergantung pada banyak faktor, seperti usia, berat badan, jenis kelamin, aktivitas, olahraga, suhu tubuh, cuaca, lingkungan sekitar, penyakit tertentu, dan kondisi tertentu seperti hamil, dan menyusui. Contohnya, ketika Anda melakukan aktivitas yang membuat berkeringat banyak, maka Anda membutuhkan lebih banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang. Cuaca panas atau lembab juga bisa membuat Anda lebih mudah berkeringat. Penelitian juga menunjukkan ternyata orang yang tinggal di dataran tinggi juga berisiko mengalami kekurangan cairan. Contoh lain adalah ketika sedang demam, muntah, atau diare, tubuh lebih membutuhkan banyak cairan dibandingkan pada kondisi sehat. Dari berbagai rekomendasi, dapat ditarik kesimpulan cairan yang dibutuhkan oleh laki-laki dewasa adalah sekitar 2.5-3.7 liter perhari dan cairan yang dibutuhkan oleh wanita dewasa sekitar 2,0-2.7 liter perhari. Rekomendasi ini mencakup cairan dari air, minuman lain, dan makanan. Sekitar 20% asupan cairan harian biasanya berasal dari makanan terutama buah dan sayur, sisanya berasal dari minuman.

.

Mengapa harus air putih?

Air putih merupakan pilihan minuman yang paling sehat untuk mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh dan mengatasi rasa haus dibandingkan jenis minuman lain, karena kandungannya yang bebas kalori dan gula. Air putih juga mudah didapatkan dan harganya terjangkau. Ada beberapa ketentuan air minum yang layak dan aman untuk dikonsumsi menurut Kemenkes RI, yaitu tidak memiliki rasa, bau atau warna, tidak mengandung bakteri, dan tidak mengandung bahan kimia melebihi batas yang diperbolehkan. Minuman jenis lain, seperti minuman berkarbonasi tergolong tinggi kalori dan gula sehingga dapat menambah berat badan dan kurang sehat dibandingkan dengan air putih. Kandungan gula yang tinggi dalam minuman memiliki efek menarik air dari jaringan sehingga mengurangi cairan dalam tubuh. Minuman berenergi juga sering dipilih sebagai sumber cairan, namun harus dipertimbangkan dampaknya bagi tubuh. Sebab selain mengandung tinggi gula, minuman berenergi juga mengandung kafein. Kafein bertindak sebagai diuretik ringan yang menyebabkan Anda lebih sering buang air kecil sehingga efek kafein cenderung membuat cairan tubuh berkurang.

Setiap sistem dalam tubuh manusia membutuhkan air agar fungsinya dapat berjalan dengan baik. Kebutuhan air yang cukup bertujuan untuk mengimbangi jumlah air dalam tubuh yang keluar karena aktivitas yang dilakukan sepanjang hari. Salah satu akibat kurangnya cairan pada tubuh adalah dehidrasi. Hal ini dapat membuat tubuh kita mudah lelah, bahkan menimbulkan masalah kesehatan lainnya seperti gangguan pada ginjal.

.

Apa saja manfaat minum air putih?

Selain mencegah dehidrasi, masih banyak manfaat air putih bagi kesehatan tubuh diantaranya mempertahankan suhu tubuh yang normal, menjaga kelembapan dan kesehatan kulit, sebagai pelumas dan bantalan untuk persendian, melembapkan mata, hidung, dan mulut, membantu mencegah terjadinya sembelit, membantu melarutkan mineral dan nutrisi agar dapat digunakan oleh tubuh, membantu mengurangi beban kerja ginjal dan hati untuk mengeluarkan racun dan sisa produk metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh, serta mendistribusikan nutrisi dan oksigen kedalam sel.

.

Apa itu dehidrasi?

Dehidrasi merupakan kondisi tubuh kekurangan cairan, akibat tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan yang didapat. Kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan kadar garam, mineral, dan gula dalam darah. Akibatnya, fungsi tubuh pun menjadi terganggu. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi dapat menyebabkan efek yang berbahaya seperti kerusakan organ bahkan sampai mengancam jiwa.

Kondisi dehidrasi umum terjadi dan siapa pun bisa mengalaminya, baik dehidrasi ringan, sedang, maupun berat tergantung seberapa banyak cairan yang hilang dari tubuh. Kekurangan 2% cairan tubuh saja efeknya akan sangat terasa. Kondisi-kondisi yang berisiko menimbulkan dehidrasi antara lain diare dan muntah terus-menerus terutama bila terjadi pada bayi, anak-anak, dan lanjut usia. Selain itu, dehidrasi juga berisiko muncul pada saat tubuh sedang demam. Dehidrasi juga dapat terjadi pada semua kelompok usia jika tidak minum cukup air, terutama jika sedang berolahraga atau melakukan aktivitas pada cuaca yang panas.

Tanda awal yang umumnya dirasakan ketika seseorang dehidrasi adalah merasa lebih mudah haus dan urin yang berwarna lebih gelap dibanding biasanya. Gejala lain yang dapat kita kenali sebagai tanda dehidrasi antara lain mudah lelah, pusing, sakit kepala, mulut, bibir, dan mata terasa kering, serta buang air kecil dengan jumlah dan intensitas yang jarang. Ketika dehidrasi sudah cukup berat, maka gejala sesak napas, jantung berdebar lebih cepat, cenderung mengantuk, kebingungan, atau penurunan kesadaran dapat terjadi.

.

Apa yang harus dilakukan jika dehidrasi?

Dehidrasi biasanya dapat diatasi dengan mudah. Ketika Anda mengalami salah satu gejala dehidrasi yang telah disebutkan diatas maka perbanyaklah konsumsi cairan, diutamakan air putih, karena efektif menggantikan cairan yang hilang. Pada kondisi yang cukup parah, terutama jika Anda tidak dapat menerima asupan cairan akibat muntah terus-menerus atau sangat lemas dan cenderung mengantuk, segeralah mencari pertolongan medis untuk menerima asupan cairan melalui infus.

.

Bagaimana cara mencegah dehidrasi?

Seperti yang kita ketahui, pencegahan lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi antara lain:

  • Jika sedang sakit terutama demam, muntah, atau diare, tingkatkan asupan cairan Anda.
  • Jika Anda akan berolahraga, minumlah air sebelumnya dan secara berkala selama berolahraga untuk mengganti cairan yang hilang. Pastikan juga untuk minum air setelah berolahraga.
  • Biasakan minum air putih setelah bangun tidur untuk mengisi cairan yang hilang selama tidur.
  • Jangan tunda meminum air putih ketika Anda merasa haus dan lelah. Bisa saja itu merupakan tanda awal tubuh Anda sedang kekurangan cairan.
  • Sediakan botol besar berisi air minum di meja atau tas yang Anda bawa saat beraktivitas. Dengan demikian, Anda akan teringat untuk mengonsumsinya.
  • Meskipun sedang tidak beraktivitas, minumlah air putih sesuai jumlah yang disarankan.

Setelah membaca artikel ini, jangan lagi sepelekan kebiasaan minum air putih setiap harinya. Buatlah motivasi untuk terus memenuhi target cairan setiap hari agar memicu semangat Anda untuk minum air putih. Pastikan juga air putih yang diminum layak untuk dikonsumsi agar terhindar dari penyakit akibat air yang terkontaminasi. Sayangilah tubuh Anda dengan mengonsumsi air putih yang cukup dan menerapkan pola hidup sehat!

.

Referensi
Benelam B, Wyness L. 2010. Hydration and Health: a review. 0 British Nutrition Foundation Nutrition Bulletin, 35: 3–25.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2002. Syarat-Syarat dan Pengawan Kualitas Air Minum.

Mayo Clinic Staff. 2017. Water: How much should you drink every day? Available online at  mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/water/art-20044256 (diakses pada tanggal 13 September 2020).

Popkin BM, D’Anci KE, Rosenberg IH. 2010. Water, Hydration, and Health. Nutr Rev, 68(8): 439-458.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*