Benarkah Kondisi Saluran Cerna Kita Memengaruhi Sistem Kekebalan Tubuh?

Sumber gambar: freepik.com

Memasuki new normal pada masa pandemi ini, kita dituntut untuk memiliki imunitas atau daya tahan tubuh yang optimal agar tubuh senantiasa sehat, tidak mudah sakit, dan terhindar dari berbagai macam infeksi virus, bakteri, jamur, dan parasit. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan air putih yang cukup, olahraga teratur, serta istirahat yang berkualitas merupakan beberapa cara untuk menjaga imunitas tubuh. Namun, tahukan Anda bahwa saluran cerna memiliki peran penting terhadap imunitas tubuh?

.

Peran sistem pencernaan terhadap sistem kekebalan tubuh

Sistem pencernaan manusia memiliki beragam fungsi selain menghaluskan dan menyerap nutrisi makanan yang hanya mencakup sebagian fungsi saluran cerna. Ternyata, saluran cerna merupakan organ pertahanan dan kekebalan tubuh terbesar. Sekitar 70-80% perkembangan sel imun dipengaruhi oleh saluran cerna. Saluran cerna kita yang memiliki luas permukaan sekitar 400 m2 memang sangat berpotensi menjadi tempat masuknya kuman, baik dari dalam maupun luar tubuh, seperti lewat makanan yang kita konsumsi setiap hari. Saluran cerna dapat melawan kuman tersebut melalui pertahanan mekanis, pertahanan kimia, pertahanan imunitas, dan pertahanan biologi. Pertahanan mekanis terdiri dari lapisan sel usus yang berfungsi melindungi saluran cerna dari invasi kuman dan lendir yang berfungsi untuk menjebak kuman. Contoh pertahanan kimia adalah asam lambung yang dapat membunuh kuman yang masuk dan enzim-enzim yang bersifat antibakteri. Sedangkan Imunoglobulin A (IgA), sel darah putih, makrofag, sel pembunuh alami, plak Peyer, dan kelenjar getah bening merupakan pertahanan imunitas. IgA berperan memblok perlekatan bakteri jahat pada lapisan usus dan menetralisir zat racun serta virus. Gangguan pada komponen tersebut dapat menimbulkan peradangan atau alergi. Ketika usus meradang, lapisan usus menjadi meregang dan kurang kuat sehingga kuman akan mudah masuk. Sedangkan pertahanan biologi adalah adanya bakteri baik di usus yang berperan membantu melawan kuman yang masuk.

.

Peran mikrobiota dalam sistem kekebalan tubuh

Saluran cerna merupakan rumah bagi triliunan mikroba yang terdiri dari berbagai macam jenis. Kumpulan mikroba yang hidup di tubuh disebut dengan mikrobiota. Hubungan timbal balik yang dibentuk oleh mikrobiota dan saluran cerna memiliki peran besar dalam perkembangan imun saluran cerna. Mikrobiota usus juga memiliki dampak besar terhadap kesehatan dan kekebalan tubuh secara umum diluar sistem pencernaan seperti perannya dalam proses metabolisme, kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta saraf. Mikrobiota juga berkontribusi pada penyesuaian respon imun seperti meningkatkan toleransi terhadap mikroba yang tidak berbahaya, dan membantu menjaga toleransi diri (kemampuan sistem kekebalan untuk tidak bereaksi merugikan diri sendiri).

.

Peran usus dalam sistem kekebalan tubuh

Kondisi usus sangat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, begitu pula sebaliknya. Sistem kekebalan tubuh yang optimal mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus dan mempertahankan keadaannya tetap stabil. Bakteri baik yang ada di usus merupakan pertahanan biologi yang ikut berperan melindungi lapisan usus, melawan masuknya kuman, menjaga kesehatan pencernaan dan tubuh, serta membantu perkembangan sistem kekebalan tubuh.

Di dalam saluran cerna tidak hanya bakteri baik saja yang hidup, ada juga bakteri jahat. Apabila jumlah bakteri baik di usus lebih banyak maka kesehatan dapat terjaga. Namun, bila jumlah bakteri jahat lebih banyak, kita akan lebih mudah sakit. Kondisi ketika keduanya tidak seimbang disebut dengan disbiosis. Keadaan disbiosis tersebut menyebabkan fungsi saluran cerna tidak bekerja dengan baik sehingga penyerapan nutrisi dapat terganggu. Dampaknya, daya tahan tubuh akan menurun dan beragam penyakit akan lebih mudah menyerang. Beberapa penyakit yang ditimbulkan karena ketidakseimbangan mikrobiota usus antara lain diare, sembelit, iritasi pada usus, dan peradangan usus. Selain itu, disbiosis mikrobiota usus juga dapat memicu timbulnya alergi, penyakit autoimun, diabetes, obesitas, penyakit hati, jantung, bahkan kanker.

Terjadinya disbiosis mikrobiota usus dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti penggunaan antibiotik, penyakit, stres, penuaan, kebiasaan makan yang buruk, dan gaya hidup. Kebiasaan makan kurang sehat yang sering kita lakukan diataranya asupan serat yang kurang, tingginya asupan lemak, dan gula. Beberapa cara yang dapat kita lakukan adalah memperbaiki kebiasaan makan dengan mengonsumsi makanan berserat, mengandung prebiotik, dan probiotik. Prebiotik merupakan sejenis serat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, berfungsi sebagai makanan untuk bakteri baik di usus sehingga menstimulasi pertumbuhan dan aktivitasnya. Contohnya pisang, apel, asparagus, bawang bombay, bawang putih, daun bawang, gandum, dan kacang-kacangan. Sedangkan probiotik adalah bakteri baik yang memiliki efek menguntungkan bagi tubuh yang dapat diperoleh dari makanan fermentasi, yoghurt, serta sumplemen probiotik. Efek prebiotik dan probiotik yang baik bagi daya tahan tubuh telah banyak diteliti dan dilaporkan. Keduanya membantu menyeimbangkan mikrobiota usus, membantu bakteri baik di usus berkembang maksimal yang selanjutnya akan memengaruhi perkembangan dan fungsi sistem imun.

.

Mungkin sebelumnya, Anda tidak menyadari bahwa saluran cerna berpengaruh besar pada daya tahan tubuh. Setelah mengetahuinya, jangan lupa untuk selalu perhatikan kesehatan pencernaan dengan cara mengonsumsi makanan yang kaya serat dan menjalankan pola hidup sehat. Dengan memenuhi kebutuhan serat harian, kesehatan usus Anda akan senantiasa terpelihara. Semakin sehat saluran cerna Anda, daya tahan tubuh pun semakin meningkat.

.

Referensi
Lazar V, Ditu LM, Pircalabioru GG, et al. 2018. Aspects of Gut Microbiota and Immune System Interactions in Infectious Diseases, Immunopathology, and Cancer. Front Immunol, 9:1830.

Makki K., Deehan EC., Walter J., Bäckhed F. 2018. The Impact of Dietary Fiber on Gut Microbiota in Host Health and Disease. Cell Host & Microbe, 23(6), 705–715.

Marliana N, Widhyasih RM. 2018. Imunoserologi. Jakarta: PPSDM Kesehatan Kemenkes RI.

Sudarmo SM, Basrowi RW, Chairunita. 2018. Saluran Cerna, Mikrobiota Usus dan Daya Tahan Tubuh.

Zhang YJ, Li S, Gan RY, Zhou T, Xu DP, Li HB. 2015. Impacts of gut bacteria on human health and diseases. Int J Mol Sci, 16(4):7493-7519.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*