Penting! Bakteri-bakteri Ini Sering Menginfeksi Saluran Cerna

Shigella

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini dinamakan Disentri Shigellosis. Bakteri ini menular melalui jalur fekal-oral. Fekal-oral yaitu penularan dari tinja atau barang yang terkontaminasi ke mulut orang lain. Bakteri ini dapat ditemukan di toilet umum, kertas atau tisu toilet, ataupun area padat penduduk dengan sanitasi yang buruk. Bakteri ini juga dapat berpindah dibawa oleh lalat. Gejala yang sering disebabkan oleh bakteri ini diantaranya keram pada area perut, demam, rasa ingin buang air terus-menerus, dan terkadang tinja dapat disertai darah atau lendir. Karena bakteri ini ditularkan melalui fekal-oral, pastikan selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan sebelum menghidangkan dan menyantap makanan, setelah buang air, setelah memegang benda kotor, dan pastikan juga kebersihan dan kematangan makanan yang dikonsumsi.

.

Salmonella

Bakteri ini biasanya ditransmisikan dari hewan ke manusia. Bakteri Salmonella biasa terdapat pada saluran cerna ayam, reptilia, dan burung. Selain pada saluran cerna hewan, bakteri ini banyak ditemukan pada bahan makanan yang kurang matang seperti daging merah, daging unggas, telur, susu, ikan, udang, hingga kelapa. Bakteri ini tidak tahan terhadap asam lambung manusia, tetapi apabila masuk kedalam tubuh dalam jumlah yang besar, bakteri ini tetap dapat menimbulkan penyakit. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini disebut Salmonellosis ataupun demam tifoid dengan gejala beragam seperti diare/konstipasi, lemas, keram perut, demam, dan sakit kepala. Kebersihan dan kematangan dari produk yang dikonsumsi merupakan kunci agar terhindar dari bakteri ini.

Baca juga: Ternyata Seperti Ini Proses Pengolahan Makanan yang Aman bagi Saluran Cerna

.

Campylobacter

Merupakan penyebab kejadian diare bakterial tersering di Amerika dengan angka 2 juta kasus/tahun dan angka ini melebihi diare akibat infeksi bakteri Salmonella maupun Shigella disana. Bakteri ini juga merupakan penyebab tersering kejadian diare di dunia. Campylobacter banyak ditemukan pada daging unggas mentah, produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi, dan air yang tekontaminasi. Gejala yang ditimbulkan dari bakteri ini yaitu nyeri di area perut, lemas, sakit kepala, muntah, dan diare.

.

Clostridium

Beberapa jenis bakteri Clostridium yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada manusia adalah C. perfringens, C. botulinum, dan C. difficile.

  • C. perfringens merupakan bakteri yang dapat ditemukan pada daging babi dengan gejala paling sering yang ditimbulkan jika terinfeksi bakteri ini adalah diare. Bakteri ini dapat dihambat pertumbuhannya dengan membekukan dagingya dan dapat mati jika kita memasaknya hingga matang.
  • C. botulinum merupakan bakteri yang dapat ditemukan pada produk makanan kaleng yang tidak diolah dengan baik. Gejala yang dapat ditimbulkan oleh bakteri ini antara lain gangguan penglihatan, mulut kering, konstipasi, keram perut, hingga gangguan otot-otot pernapasan. Spora dari bakteri ini menghasilkan racun yang dapat mengakibatkan kelemahan saraf hingga mengganggu otot napas yang dapat berakibat fatal.
  • Jumlah orang yang terinfeksi bakteri C. difficile di Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga. Bakteri C. difficile bisa ditemukan di lingkungan seperti tanah, air, udara, hingga produk makanan (olahan daging). Bakteri ini bisa didapatkan pada usus besar sebagian individu sehat dan dapat menular melalui jalur fekal-oral maupun dari permukaan yang terkontaminasi tinja. Bakteri ini bisa muncul setelah penggunaan antibiotik yang tidak tepat sehingga mengganggu keseimbangan mikrobiota usus ataupun perawatan di fasilitas kesehatan dalam jangka panjang. C. difficile dapat menyebabkan penyakit ringan seperti diare cair sampai diare yang berdarah, berlendir, atau bernanah akibat peradangan di usus besar. Peradangan usus besar yang terkait dengan pertumbuhan berlebih bakteri ini merusak lapisan usus besar yang disebut dengan Pseudomembran Colitis dan dapat berakibat fatal.

.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*