Apakah COVID-19 Dapat Menular Melalui Tinja dan Toilet Umum?

Sumber gambar: freepik.com

Di masa pandemi ini, kita dituntut untuk lebih waspada demi terhindar dari penularan virus Corona. Virus ini dikenal mudah tersebar di tempat-tempat umum. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk menghindari tempat-tempat keramaian baik di ruang tertutup maupun ruang terbuka. Kewaspadaan tetap perlu dilakukan tidak hanya ditempat keramaian, bahkan ketika pergi ke toilet umum.

Gejala virus Corona tidak lagi selalu demam, batuk, pilek, dan sesak. Banyak gejala lain yang ditemukan pada pasien COVID-19 termasuk gangguan pencernaan seperti muntah, nyeri perut, dan diare. Hal ini menunjukkan bahwa virus juga dapat hidup di saluran cerna. Beberapa penelitian menunjukkan pada tinja pasien COVID-19 yang memiliki gejala pencernaan dapat ditemukan adanya virus Corona. Studi lain yang mendukung menunjukkan pada pasien yang mengalami diare, hilangnya virus Corona dari tubuh akan lebih lama dibandingkan pada pasien yang tidak mempunyai gejala pencernaan. Menariknya, pasien COVID-19 dapat mengeluarkan virus dalam tinja selama berhari-hari setelah semua gejala pernapasan hilang. Studi juga menemukan virus Corona terdeteksi dalam tinja pasien COVID-19 yang tidak memiliki gejala.

Dengan penemuan-penemuan ini, kemungkinan penularan virus Corona melalui tinja semakin dipertanyakan. Bahkan dengan berkembangnya penelitian, pendeteksian virus Corona melalui tinja juga sedang diteliti sebagai sarana untuk mendiagnosis COVID-19 selain melalui swab hidung dan mulut.

.

Benarkah Virus Corona dapat menular lewat tinja?

Penelitian tentang virus Corona masih terus berkembang termasuk pemahaman tentang kemungkinan jalur penularannya. Melihat gejala virus Corona yang dapat menimbulkan keluhan pada saluran cerna membuat kita bertanya-tanya kemungkinan virus tersebut menular melalui tinja. Sebab, penyakit pada saluran cerna lainnya yang memberikan keluhan saluran cerna, seperti Rotavirus dan Salmonella typhi telah diketahui dapat menyebar melalui jalur tinja-mulut dan paling sering disebabkan karena kurangnya kebersihan dan sanitasi yang memadai.

Pengetahuan terkini mengenai penularan COVID-19 melalui tinja baik melalui perantara tangan, makanan, air, permukaan benda yang terkontaminasi, maupun aspirasi droplet yang mengandung partikel dari tinja masih terbatas dan belum dianggap “pasti”. Namun, kemungkinan tersebut masih ada dan tidak bisa dikesampingkan. Tidak menutup kemungkinan ketika kita kontak dengan permukaan benda atau tangan yang terkontaminasi tinja yang mengandung virus Corona, kemudian secara tidak sengaja setelahnya kita menyentuh mata, hidung, atau mulut sebelum membersihkannya dapat menjadi sumber penularan virus.

Adanya keterbatasan bukti apakah virus Corona yang ditemukan pada tinja merupakan virus yang hidup dan menular atau hanya sisa bahan dari virus yang “mati” menyebabkan penularan virus melalui tinja masih belum dapat disimpulkan. Pembiakan virus hidup dari sampel tinja pasien COVID-19 masih sulit untuk dilakukan. Sampai saat ini, belum ada kasus yang terdokumentasi jelas menunjukkan infeksi virus Corona melalui tinja. Namun, tindakan untuk mencegah kemungkinan penularannya melalui tinja harus dipertimbangkan sampai saat ini.

.

Amankah jika kita menggunakannya toilet umum di masa pandemi?

Hasil penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya membuat toilet umum menjadi salah satu tempat yang cukup berisiko dalam penularan COVID-19. Terdapat beberapa alasan yang membuat kita perlu lebih berhati-hati ketika menggunakan toilet umum di masa pandemi ini:

Pertama, bagian-bagian pada toilet umum seperti gagang pintu, gagang keran, pegangan flush, dan dudukan toilet bisa saja terkontaminasi oleh droplet yang mengandung virus dan sering disentuh oleh banyak orang sehingga dapat menjadi sumber penularan COVID-19.

Kedua, terdapat studi yang menunjukkan bahwa cara penyiraman toilet atau flush dapat menyebarkan droplet atau tetesan dari tinja ke udara hingga mencapai jarak 1 meter. Penyiraman toilet dapat melontarkan partikel yang ada di tinja akibat turbulensi aliran air yang kuat. Beberapa partikel dari tinja dapat terperangkap dalam cekungan toilet atau dudukan toilet apabila kita menutupnya saat melakukan “flush”, tetapi untuk toilet yang tidak tertutup partikel yang ada di tinja dapat lolos ke udara.

Ketiga, penggunaan mesin pengering tangan disebut-sebut dapat menyebarkan virus dan bakteri melalui aerosol dan menyebar dalam toilet. Penelitian menunjukkan kontaminasi permukaan disekitar toilet 10 kali lebih tinggi ketika mengeringkan tangan menggunakan mesin pengering dibandingkan dengan tisu. Sehingga penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan tisu dapat mengeringkan tangan lebih efisien serta menghilangkan bakteri dan virus lebih efektif dibandingkan mesin pengering tangan.

Alasan berikutnya yang paling penting adalah toilet umum biasanya memiliki ruang yang sempit dan tertutup sehingga sulit untuk menerapkan social distancing.

Penggunaan masker, social distancing, dan mencuci tangan yang benar menggunakan sabun adalah dasar utama yang paling penting untuk mencegah penularan. Apabila salah satu diantaranya tidak dapat dilakukan, maka pikirkan kembali untuk menggunakan toilet umum.

.

Tips menggunakan toilet umum

Beberapa tips yang dapat dilakukan ketika menggunakan toilet umum untuk menghindari penularan COVID-19 diantaranya:

  1. Tetap menjaga jarak selama mengantre dan mencuci tangan di toilet umum
  2. Gunakan masker selama berada di dalam toilet umum
  3. Hindari menyentuh benda yang ada di toilet umum dan membersihkan dudukan toilet dan pegangan flush sebelum menggunakannya
  4. Tutup toilet sebelum menekan flush
  5. Cuci tangan dengan benar menggunakan sabun setelah menggunakan toilet umum
  6. Gunakan tisu untuk mengeringkan tangan
  7. Hindari menyentuh area wajah karena virus dapat menginfeksi lewat mata, hidung, dan mulut
  8. Jaga kebersihan toilet umum agar tetap kering dan bersih
  9. Jika Anda tidak terdesak untuk menggunakan toilet umum, lebih baik memilih toilet di rumah saja

Sampai saat ini penularan COVID-19 melalui tinja masih diteliti lebih lanjut. Yang terpenting, tetap jalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Jika tidak ada kegiatan yang benar-benar mendesak, stay at home adalah pilihan yang terbaik.

.

Referensi
Heller L., Mota CR., Greco DB. 2020. COVID-19 faecal-oral transmission: Are we asking the right questions? Science of The Total Environment, 138919.

Huang C, Ma W, Stack S. 2012. The hygienic efficacy of different hand-drying methods: a review of the evidence. Mayo Clin Proc, 87(8):791-798.

Li YY., Wang JX., Chen Xi. 2020. .Can a toilet promote virus transmission? From a fluid dynamics perpestive. Physic of fluids, 32: 065107. Szymczak WA., Goldstein DY., Orner EP., Fecher RA., Yokoda RT., Skalina KA., et al. 2020. Utility of Stool PCR for the Diagnosis of COVID-19: Comparison of Two Commercial Platforms. Journal of Clinical Microbiology, 58 (9): e01369-20

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*