Jangan Sepelekan Kram Perut yang Dialami! Ketahui Penyebab dan Penanganannya

Sumber gambar: freepik.com

Rasa kram pada perut sering menyebabkan pasien berobat ke dokter. Sering kali pasien datang dengan merasakan nyeri yang hebat disertai dengan keringat dingin dan selalu memegang perutnya. Tidak jarang pasien berteriak karena rasa sakit yang dirasakan. Mari kita bahas mengenai kram perut, mengapa hal tersebut bisa terjadi, dan bagaimana penanganan awal yang dapat kita lakukan ketika mengalami kram perut.

.

Apa itu kram perut?

Kram perut atau yang dikenal juga sebagai kolik abdomen merupakan suatu dampak dari peregangan pada organ saluran cerna yang disebabkan oleh beragam penyebab. Sensasi nyeri yang ditimbulkan yaitu seperti diremas yang dirasakan hilang timbul. Terkadang keluhan nyeri yang ditimbulkan menyebabkan seseorang sulit beraktivitas dan selalu memegang area perutnya tersebut.

Dalam bahasa kedokteran, istilah kram perut lebih identik dengan istilah kolik abdomen atau kolik perut. Kolik abdomen adalah nyeri yang sensasinya dipengaruhi perubahan posisi baik itu duduk, berbaring, atau meregangkan tubuh. Nyeri ini dihantarkan melalui persarafan sensoris dan sulit untuk dibatasi (lokalisasi) karena sensasi nyeri yang dirasakan menyebar ke sekitar sumber nyeri. Hal ini disebabkan oleh kontraksi dari otot polos pada seluruh jaringan yang terdapat di dalam rongga abdomen. Regangan ini dapat diumpamakan seperti otot pada kaki yang sakit ketika tertarik. Hal ini juga dapat terjadi pada otot-otot polos yang terdapat di dalam rongga abdomen atau perut.

Dalam menilai kram pada perut, dapat dikategorikan apakah berasal dari rongga perut dan organ di dalamnya (abdomen) atau tidak. Yang tidak berasal dari abdomen dapat berasal dari rongga dada atau otot. Walaupun terkadang tidak selalu berhubungan dengan organ atau rongga abdomen, keluhan dapat berupa kram pada perut sehingga sering kali dicurigai sumber permasalahan berasal dari perut.

Pada beberapa keadaan, keluhan kram pada perut ini tidak dapat dikesampingkan dan memerlukan pemeriksaan yang segera. Beberapa keadaan yang membahayakan dan perlu ditangani dengan segera di pelayanan kesehatan adalah apabila keluhan kram pada perut disertai dengan tekanan darah atau nadi yang tidak stabil. Tanda dari tekanan darah atau nadi yang tidak stabil dapat diperhatikan di rumah dengan menilai adanya denyut nadi yang pucat, denyut nadi yang berdetak dengan cepat, ujung-ujung tangan dan kaki yang teraba dingin, dan bisa disertai dengan gangguan konsentrasi atau bahkan gangguan kesadaran.

.

Apa yang menyebabkan terjadinya kram perut?

Penyebab kram perut dapat beragam, mulai dari penyebab yang ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya atau permasalahan yang cukup berat hingga dapat mengganggu tanda vital tubuh seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Salah satu yang sering menjadi penyebab kram perut adalah gangguan pada saluran pencernaan. Apabila terdapat hambatan pada usus seperti tinja yang keras atau sumbatan mekanik lainya, gerak usus yang berlebih sebagai usaha mendorong tinja akan mengakibatkan peningkatan gerak usus yang sering kali berdampak pada timbulnya kram pada perut. Selain itu, dapat juga disebabkan oleh adanya peradangan pada usus buntu yang disebabkan oleh infeksi area tersebut. Peradangan usus lainnya seperti Crohn disease ataupun kolitis ulseratif dapat memberikan keluhan kram perut yang disertai dengan beragam keluhan lainnya. Diare yang disebabkan oleh bakteri, virus, ataupun alergi terhadap makanan dapat menimbulkan rasa kram pada perut. Hal ini disebabkan oleh adanya peradangan dan juga pergerakan dari usus yang meningkat pada saat diare terjadi.

Selain penyebab-penyebab tersebut, kram perut juga dapat disebabkan oleh penyakit pada sistem reproduksi (seperti endometriosis, nyeri pada saat menstruasi, keguguran, mioma uteri), peradangan panggul, trauma pada dinding perut, adanya batu pada saluran kemih ataupun ginjal, kram dari otot akibat aktivitas yang berlebih, stress, ataupun keganasan (kanker).

.

Bagaimana dampak yang ditimbulkan oleh kram perut apabila tidak ditangani dengan baik?

Kram perut dapat merupakan suatu keadaan yang dapat menghilang dengan sendirinya, atau juga merupakan suatu keadaan serius yang dapat memberat apabila tidak dikenali dan ditangani dengan cepat. Pemeriksaan diperlukan untuk melihat adanya peradangan lokal pada area perut, ada tidaknya gangguan pada bising usus, dan juga dampak sistemik yang ditimbulkan oleh kram perut tersebut, seperti demam, peradangan yang meluas ataupun tanda-tanda sistemik lainnya.

Apabila kram perut disebabkan oleh diare, dikhawatirkan kram perut merupakan akibat dari gerak usus yang berlebihan. Hal yang perlu diperhatikan adalah risiko dehidrasi yang ditimbulkan oleh diare tersebut. Sedangkan apabila keluhan disebabkan oleh adanya peradangan pada usus buntu, yang dikhawatirkan adalah pecahnya usus buntu yang dapat menyebabkan infeksi ke seluruh rongga abdomen apabila tidak dengan segera dilakukan pemeriksaan. Begitu juga dengan keganasan yang penanganannya tertunda karena evaluasi yang terlambat akibat kram perut yang diabaikan.

.

Bagaimana penanganan awal kram perut?

Penanganan utama tentunya dengan mengatasi sumber penyebab munculnya kram perut. Namun terkadang menentukan diagnosis dan menetapkan penyebab suatu penyakit bukanlah suatu hal yang mudah. Diperlukan pemeriksaan fisik dan penunjang untuk memastikan kedua hal tersebut. Dalam mengurangi nyeri perut, dapat diberikan obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol ataupun obat anti inflamasi non steroid seperti ibuprofen, asam mefenamat, dan obat lainnya. Apabila keluhan disebabkan oleh diare, dapat diberikan cairan oralit atau obat untuk memperlambat gerak usus sehingga dapat mengurangi kram yang ditimbulkan. Terkadang juga dokter memberikan obat golongan antispasmodik untuk mengurangi kram perut yang dirasakan. Untuk penanganan awal dirumah, mengompres dengan balon atau botol hangat akan membantu mengurangi rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh kram perut.

.

Referensi
Cartwright SL, Knudson MP. Evaluation of acute abdominal pain in adults. American family physician. 2008 Apr 1;77(7).

Whitcomb MB. Ultrasound of the equine acute abdomen. The Veterinary clinics of North America. Equine practice. 2014 Aug;30(2):353-81.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*