Ketahui 6 Herbal yang Dapat Meringankan Keluhan Lambungmu

Temulawak (Curcuma xantorrhiza)

Temulawak sering dikonsumsi sebagai jamu dan dipercaya dapat mengobati berbagai macam keluhan seperti nafsu makan yang menurun, nyeri perut, sembelit, diare, nyeri sendi, hingga menurunkan demam. Studi menunjukkan bahwa temulawak memiliki efek neuroprotektan (pelindung saraf), nefroprotektan (pelindung ginjal), hepatoprotektan (pelindung hati), anti-radang, dan anti-bakteri. Pada lambung, temulawak dipercaya dapat mengobati sakit maag karena mengandung flavonoid dan kurkumin yang berperan dalam menangkal  radikal bebas dan melindungi lapisan lambung.

.

Lidah Buaya (Aloe vera)

Bagian dari tumbuhan lidah buaya yang biasa dikonsumsi adalah daging dalam daunnya. Lidah buaya seringkali digunakan sebagai pengobatan tradisional karena memiliki sifat hepatoprotektan, anti-oksidan, dan anti-tukak lambung. Suatu penelitian menunjukkan bahwa lidah buaya efektif dalam mengurangi gejala refluks atau naiknya asam lambung, mengurangi produksi asam lambung, dan mengurangi peradangan. Penggunaan lidah buaya juga cukup luas digunakan untuk menangani sembelit karena memiliki sifat laksatif atau pencahar serta prokinetik. Karena memiliki sifat prokinetik, lidah buaya mampu meredakan gejala maag dengan mempercepat proses pencernaan. Lidah buaya juga memiliki efek positif bagi usus, terutama sebagai pengobatan luka pada usus besar karena efek anti-radang dan anti-tukaknya.

.

Baca juga: Hati-hati Luka pada Lambung yang dapat Menimbulkan Komplikasi

Punya keluhan sakit maag/ lambung/ GERD?
Isi survei kami di
bit.ly/surveiherbalYGI

.

Sereh (Cymbopogon citratus)

Sereh mudah didapatkan pada negara beriklim tropis seperti Indonesia dan lazim penggunaannya sebagai bumbu dapur ataupun minuman. Dibuktikan pada suatu studi bahwa sereh memiliki sifat anti-septik, anti-piretik (penurun demam), maupun analgesik (penghilang nyeri). Secara tradisional, sereh dipercaya dapat mengurangi keluhan nyeri pada perut. Penelitan juga menunjukkan bahwa sereh dapat melindungi lapisan lambung dari kerusakan akibat penggunaan obat penghilang nyeri seperti golongan OAINS (obat anti-inflamasi non-steroid) dan alkohol.

.

Penggunaan herbal pada pengobatan di jaman modern ini tetap memiliki peran penting dan saling melengkapi dengan pengobatan modern. Meskipun herbal dapat mengobati berbagai keluhan lambung, tetapi cara pengolahan dan variabilitas tumbuhan di setiap wilayah bisa berbeda sehingga bisa menghasilkan efek yang berbeda pula. Selain itu, untuk memilih pengobatan herbal yang digunakan, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dosis atau jumlah yang dikonsumsi serta keamanannya. Penggunaan herbal sebagai suatu upaya pengobatan biasanya dapat dilakukan untuk mengatasi keluhan ringan dan awal. Sebaiknya, tumbuhan herbal dikonsumsi secara bijak serta konsultasikan upaya pengobatan herbal kepada dokter agar pengobatan Anda dapat terpantau.


Referensi
Comar, K. and Kirby, D., 2005. Herbal Remedies in Gastroenterology. Journal of Clinical Gastroenterology, 39(6), pp.457-468.

Hadjzadeh, M. A., Ghanbari, H., Keshavarzi, Z., & Tavakol-Afshari, J. (2014). The Effects of Aqueous Extract of Alpinia Galangal on Gastric Cancer Cells (AGS) and L929 Cells in Vitro. Iranian journal of cancer prevention7(3), 142–146.

Fernandes, C., De Souza, H., De Oliveria, G., Costa, J., Kerntopf, M. and Campos, A., 2012. Investigation of the Mechanisms Underlying the Gastroprotective Effect of Cymbopogon Citratus Essential Oil. Journal of Young Pharmacists, 4(1), pp.28-32.

Fifi, A., Axelrod, C., Chakraborty, P. and Saps, M., 2018. Herbs and Spices in the Treatment of Functional Gastrointestinal Disorders: A Review of Clinical Trials. Nutrients, 10(11), p.1715.

Nikkhah Bodagh, M., Maleki, I. and Hekmatdoost, A., 2018. Ginger in gastrointestinal disorders: A systematic review of clinical trials. Food Science & Nutrition, 7(1), pp.96-108.

Rahim, N., Hassandarvish, P., Golbabapour, S., Ismail, S., Tayyab, S. and Abdulla, M., 2014. Gastroprotective Effect of Ethanolic Extract ofCurcuma xanthorrhizaLeaf against Ethanol-Induced Gastric Mucosal Lesions inSprague-DawleyRats. BioMed Research International, 2014, pp.1-10.

Rahmat, E., Lee, J. and Kang, Y., 2021. Javanese Turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.): Ethnobotany, Phytochemistry, Biotechnology, and Pharmacological Activities. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2021, pp.1-15.

Thavorn, K., Mamdani, M. and Straus, S., 2014. Efficacy of turmeric in the treatment of digestive disorders: a systematic review and meta-analysis protocol. Systematic Reviews, 3(1).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*