Apakah benar boleh tidak berpuasa jika memiliki sakit maag?
Menurut suatu penelitian, puasa tidak signifikan berpengaruh terhadap munculnya keluhan maag. Tetapi perlu diingat selama berpuasa untuk tidak mengonsumsi makanan yang berlebihan ketika sahur dan berbuka puasa karena hal tersebut yang biasanya akan memicu timbulnya maag. Jika Anda memang memiliki riwayat sakit maag, jangan lupa untuk tetap berkonsultasi dengan dokter untuk mempersiapkan diri Anda selama bulan puasa. Sebab, terdapat beberapa kondisi khusus yang memerlukan perhatian saat berpuasa di bulan Ramadhan bagi penderita maag, khususnya maag yang berulang dan organik.
.
Apakah nyeri pada perut atas pasti disebabkan oleh maag?
Nyeri pada perut atas memang sering disebabkan karena maag. Namun, bukan berarti semua keluhan pada perut atas pasti disebabkan karena gangguan pada lambung. Penyakit pada jantung juga dapat menimbulkan keluhan pada perut atas. Gejala penyakit serangan jantung yang khas adalah rasa tertekan atau berat pada dada kiri, menjalar ke lengan kiri, bahu, dan rahang. Namun, keluhan pada ketidaknyaman pada perut atas, mual, dan muntah juga dapat dirasakan oleh orang yang mengalami serangan jantung. Begitupun sebaliknya, pernyataan bahwa nyeri dada selalu disebabkan karena penyakit jantung juga merupakan persepsi yang salah. Sebab, keluhan nyeri pada dada juga dapat ditemukan pada orang yang menderita maag. Karena penatalaksanaanya yang berbeda, maka penting untuk memeriksakan diri Anda ke dokter untuk menyingkirkan kemungkinan serangan jantung yang berakibat fatal.
Baca juga: Ketahui Penyebab Nyeri Perut yang Dirasakan berdasarkan Lokasinya
.
Apakah sakit maag berhubungan dengan stress?
Banyak orang berpikir bahwa penyebab sakit maag hanya karena pola makan yang tidak teratur dan pemilihan makanan yang salah. Padahal timbulnya keluhan maag tidak hanya disebabkan oleh makanan. Kondisi fisik kita juga dapat memperberat keluhan maag. Lambung dan otak memiliki hubungan timbal balik yang kuat. Perut pada orang yang sedang stress lebih sensitif terhadap asam lambung sehingga lebih mudah merasakan rasa perih pada perut dibandingkan orang yang tidak stress. Pemberian obat anti-cemas dan depresi dapat diberikan oleh dokter kepada orang yang memiliki keluhan lambung sesuai dengan kondisi pasien dan tidak digunakan secara bebas.
.
Apakah sakit maag dapat disebabkan oleh bakteri?
Sakit maag dapat disebabkan bakteri bernama Helicobacter pylori yang berbentuk spiral dan dapat menembus serta bertahan hidup di lapisan lambung. Bakteri ini dapat merusak lapisan lambung dan usus sehingga timbul peradangan dan luka seperti tukak lambung. Tatalaksana maag tidak selalu hanya diberikan obat untuk melapisi lambung atau mengurangi produksi asam lambung saja. Antibiotik dapat diberikan namun atas indikasi dokter setelah dilakukan pemeriksaan lengkap dan terbukti adanya infeksi bakteri pada lambung.
Simak juga: Sakit Maag dan GERD Sering Kambuh? Simak Penjelasan dari Dokter
.
Pengertian penyakit maag ternyata begitu luas. Persepsi yang salah mengenai sakit maag bisa membuat kita kurang menyadari akan pentingnya penatalaksanaan yang tepat pada maag. Tetap konsultasikan diri Anda ke dokter jika memiliki keluhan maag untuk mengetahui penyebab, terapi yang tepat, serta cara pencegahan kekambuhan berikutnya.
Punya keluhan sakit maag/ lambung?
Isi survei kami di bit.ly/surveiherbalYGI
.
Referensi
DeVon HA, Mirzaei S, Zègre‐Hemsey J. 2020. Typical and Atypical Symptoms of Acute Coronary Syndrome: Time to Retire the Terms? Journal of the American Heart Association, 9(7).
Konturek PC, Brzozowski T, Konturek SJ. Stress and the gut: pathophysiology, clinical consequences, diagnostic approach and treatment options. J Physiol Pharmacol. 2011 Dec;62(6):591-9.
Oustamanolakis P, Tack J. 2012. Dyspepsia: organic versus functional. J Clin Gastroenterol. 46(3):175-90.
Rahimi H, Fayyazi E, Emami MH, Fahim A, Tavakol N, Baradaran MS, Marzbani E, Mirmosayyeb O. 2017. Effects of Ramadhan Fasting on Dyspepsia Symptoms. Govaresh. 22(3): 188-194.
Suzuki H, Moayyedi P. 2013. Helicobacter pylori infection in functional dyspepsia. Nat Rev Gastroenterol Hepatol. 10(3):168-74.

Leave a Reply