9 Alasan Buang Angin dan BAB Berbau Tidak Sedap. Apa Artinya?

Sumber gambar: freepik.com

Buang angin, kentut atau dalam bahasa medis disebut “flatus” adalah proses biologis yang membantu melepaskan gas dari sistem pencernaan kita. Biasanya, usus menghasilkan antara 500 sampai 2.000 ml gas yang dikeluarkan dari anus secara berkala. Gas utama yang terkandung didalamnya adalah nitrogen, oksigen, karbon dioksida, hidrogen, dan metana. Sebagian besar gas usus yang dihasilkan terkait dengan faktor-faktor yang dapat dikendalikan. Gas usus biasanya berasal dari dua sumber, yaitu udara yang tertelan atau kerja bakteri usus yang melakukan fermentasi pada makanan. Kentut yang dikeluarkan dapat berbeda-beda, ada yang tidak berbunyi, ada yang bunyi, ada yang tidak berbau, dan ada yang bau sekali. Kentut yang bau umumnya dianggap normal.

Dalam banyak kasus, kentut yang berbau berhubungan dengan jenis makanan yang dimakan dan proses penguraian makanan oleh bakteri yang ada di usus besar. Tidak hanya menyebabkan kentut yang berbau tidak sedap, kedua faktor tersebut juga dapat menyebabkan tinja berbau. Meskipun kentut dan tinja yang berbau adalah hal yang wajar, tetapi kentut dan tinja yang berbau busuk dapat mengindikasikan beberapa masalah pada sistem pencernaan. Lalu apa saja sebenarnya penyebab kentut dan tinja berbau yang mungkin terjadi?

.

Mengonsumsi makanan tinggi sulfur

Makanan tinggi sulfur yang dalam sistem pencernaan akan terurai menjadi senyawa berbau yang disebut sulfida, dapat membuat kentut dan tinja Anda berbau busuk. Makanan-makanan yang mengandung tinggi sulfur antara lain brokoli, kubis, kembang kol, bawang putih, kacang polong, keju, buah kering yang diawetkan dengan sulfur dioksida, kacang-kacangan, bir, dan anggur. Bahkan protein hewani seperti telur dan daging juga mengandung tinggi sulfur. Oleh karena itu, apabila kita makan daging terlalu banyak, jangan heran apabila kentut dan tinja kita akan lebih berbau tidak sedap dibandingkan biasanya.

.

Baca juga: Apa Saja Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersamaan Agar Pencernaan Tidak Terganggu?

.

Mengonsumsi makanan tinggi lemak 

Diet tinggi lemak mungkin menjadi salah satu penyebab bau tinja Anda menjadi tidak sedap karena usus tidak dapat memecah semua lemak yang dikonsumsi. Lemak yang tidak tercerna akan masuk ke dalam usus besar. Hal ini menyebabkan tinja yang dikeluarkan berbau tidak sedap dan mengandung lemak yang tinggi yang disebut steatorea (steatorrhea).

.

Mengonsumsi makanan tinggi FODMAP dan tinggi serat

FODMAP merupakan karbohidrat rantai pendek dan alkohol gula yang secara alami ada didalam makanan dan minuman ataupun sebagai zat tambahan yang kurang dapat diserap oleh saluran cerna sehingga mengakibatkan munculnya keluhan pada perut. Karena kurang dapat diserap oleh saluran cerna, FODMAP difermentasi secara berlebihan oleh bakteri di usus dan prosesnya akan menghasilkan gas berlebihan dengan bau yang menyengat. Makanan yang mengandung FODMAP antara lain buah-buahan seperti apel, peach, semangka, mangga, sayuran seperti brokoli, buncis, kol, bawang putih, bawang bombay, dan makanan dengan pemanis buatan (sorbitol, manitol, dan xylitol).

Makanan tinggi serat yang berlebihan juga dapat menyebabkan kentut Anda berbau tidak sedap. Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencerna makanan berserat.

Punya keluhan sakit maag/ lambung/ GERD?
Isi survei kami di
bit.ly/surveiherbalYGI

.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*