Bagaimana penanganan konstipasi akibat kemoterapi?
Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menangani konstipasi. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah konsultasi dengan dokter mengenai keluhan Anda. Dokter akan menanyakan mengenai kebiasaan makan, riwayat obat-obatan kemoterapi, obat pereda nyeri, dan obat lainnya yang Anda konsumsi. Hal ini membantu dokter untuk mengetahui penyebab pasti konstipasi.
Selain berkonsultasi dengan dokter, ada beberapa penanganan awal yang dapat Anda lakukan terlebih dahulu di rumah, diantaranya:
- Perbanyak asupan cairan
Banyak pasien melaporkan buang air besar menjadi lebih lancar ketika meningkatkan jumlah cairan yang mereka minum. Air putih dan jus adalah minuman yang direkomendasikan. Hindari minuman yang mengandung kafein (seperti soda atau kopi) dan alkohol karena dapat menyebabkan dehidrasi yang malah memperburuk konstipasi. - Meningkatkan asupan serat
Untuk kasus konstipasi ringan, meningkatkan serat dalam makanan bisa menjadi solusi agar buang air besar menjadi lebih teratur. Kacang-kacangan, sayuran, roti gandum, buah, dan sayuran adalah makanan berserat tinggi yang dapat membantu mencegah konstipasi. Namun, sebelum meningkatkan asupan serat baiknya tanyakan dahulu kepada dokter Anda. Sebab, serat perlu dibatasi pada pasien sulit buang air besar akibat penyumbatan usus karena tumor atau setelah tindakan operasi pada saluran cerna. - Berolahraga
Olahraga merupakan kegiatan yang amat penting bagi pasien yang menjalani pengobatan. Sesuatu yang sederhana seperti berjalan kaki disekitar rumah dengan teratur dapat membantu mencegah dan meredakan konstipasi. Bagi yang terbaring lama di tempat tidur, berpindah posisi dari tempat tidur ke kursi atau sebaliknya juga dapat dilakukan untuk membantu meredakan konstipasi. - Mengonsumsi obat untuk konstipasi
Beberapa kategori obat bekerja untuk mengatasi konstipasi dengan cara yang berbeda. Penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memilih obat apa yang sesuai dengan kondisi Anda saat ini.
Baca juga: Saat Sembelit, Harus Konsumsi Serat yang Bagaimana?
Konstipasi mungkin merupakan salah satu efek samping dari perawatan kemoterapi Anda. Namun, Anda dapat mencegah, meredakan, atau mengurangi keluhan konstipasi dengan melakukan beberapa perubahan gaya hidup sehat. Jika penanganan awal belum dapat mengatasi keluhan Anda, maka bicarakan dengan dokter Anda untuk mendapatkan rekomendasi perawatan lainnya. Jangan tunda untuk ke dokter jika Anda mengalami keluhan nyeri perut hebat, tidak dapat buang angin, dan adanya darah yang banyak atau terus keluar dari anus Anda.
.
Referensi
Escalante J, McQuade RM, Stojanovska V, Nurgali K. Impact of chemotherapy on gastrointestinal functions and the enteric nervous system. Maturitas. 2017 Nov;105:23-29.
Israelyan N, Del Colle A, Li Z, et al. Effects of Serotonin and Slow-Release 5-Hydroxytryptophan on Gastrointestinal Motility in a Mouse Model of Depression. Gastroenterology. 2019;157(2):507-521.e4.
National Cancer Institute. n.d. Constipation and Cancer Treatment. Available online at: https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/side-effects/constipation
Sizar O, Genova R, Gupta M. Opioid Induced Constipation. [Updated 2020 Nov 20]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-.

Leave a Reply