Inilah Gangguan Saluran Cerna yang Dialami oleh Penderita Diabetes Mellitus dan Cara Mengatasinya!

2. Gastroparesis

Gastroparesis adalah kondisi pengosongan lambung yang lambat tanpa ada sebab sumbatan mekanik pada lambung. Penyakit ini sebagian besar ditemui pada diabetes tipe 1 (27 – 65%) dan >30% pada diabetes tipe-2, serta keluhan lebih sering pada wanita.

Penyebab utama dari gastroparesis adalah rusaknya persarafan yang mengontrol gerakan lambung, yang merupakan percabangan dari saraf vagus. Sebenarnya, penyebab utamanya belum diketahui, namun kekurangan (defisiensi) insulin dan/atau kadar gula darah tinggi berkaitan dengan kejadian gastroparesis. Gejalanya adalah mual, muntah, cepat kenyang, kembung, perut terasa penuh, nyeri perut bagian atas serta menurunnya nafsu makan. Keluhan-keluhan tersebut dapat muncul hilang. Terkadang, keluhan tidak sesuai dengan keparahan pengosongan lambung.

Diagnosis ditegakkan dengan adanya sisa makanan di dalam lambung setelah makan. Keparahan dapat diklasifikasikan berdasarkan gejala, kemampuan mempertahankan berat badan dan gizi, kontrol gula darah secara optimal, serta meminimalisir efek hiperglikemia terhadap fungsi lambung.

Alat diagnostik yang paling sering digunakan adalah skintigrafi, kapsul endoskopi atau tes isotop pernapasan. Akan tetapi tidak semua ada di pelayanan kesehatan.

Berikut tatalaksana yang dapat dilakukan:

  • Menyingkirkan penyebab lainnya dan keparahan gejala
  • Perbaikan nutrisi
  • Mengurangi gejala dengan mengonsumsi obat seperti metoklopramid, domperidon, klorpromazin, eritromisin dan ondansetron untuk mempercepat pengosongan lambung dan mengurangi muntah
  • Intervensi non-obat, seperti stimulasi listrik lambung dan suntik Botulinum Toxin tipe A
  • Terapi psikologi
  • Operasi

.

3. Enteropati

Enteropati merupakan komplikasi DM yang agak sulit dikendalikan dan paling sering pada penderita DM tipe 1. Gejalanya berupa diare (20%), sembelit (60%), tidak dapat menahan feses, dan feses berlemak. Diare sering disebabkan oleh pertumbuhan berlebih bakteri usus, efek samping obat DM (seperti metformin, agonis GLP-1, inhibitor DPP-4, inhibitor alfa-glukosidase), obat lambung (PPI) dan obat kolesterol (seperti statin).

Tatalaksana enteropati DM dengan gejala diare secara umum adalah langsung menghentikan diare, memperbaiki kebutuhan cairan tubuh, keseimbangan elektrolit, nutrisi, dan kontrol gula darah, serta mengobati penyebab yang mendasari menggunakan:

  • Obat anti diare (seperti loperamid, codein) dapat diberikan untuk mengurangi frekuensi diare, namun harus berhati-hati karena berisiko terjadinya megakolon toksik. Megakolon adalah pelebaran atau pembesaran abnormal pada usus besar
  • Antibiotik spektrum luas, seperti amoxicillin/clavulanic acid, rifaximin

Enteropati DM tipe sembelit harus dipastikan tidak ada gejala hipotiroid atau penggunaan obat-obatan yang berefek sembelit. Berikut tatalaksananya:

Baca juga: Sebenarnya, Kondisi Seperti Apa Seseorang Perlu Meminum Obat Pencahar?

.


Referensi
Maisey A. 2016. A Practical Approach to Gastrointestinal Complications of Diabetes. Diabetes Ther 7:379–386. DOI 10.1007/s13300-016-0182-y

Krishnan B., Babu S., Walker J., Walker AB., and Pappachan JM. 2013. Gastrointestinal complications of diabetes mellitus. World J Diabetes 4(3): 51-63 ( URL: http://www.wjgnet.com/1948-9358/full/v4/i3/51.htm)

Shakil A., Church RI., and Rao SS. 2008. Gastrointestinal Complications of Diabetes. Am Fam Physician, 77(12):1697-1702. (URL: http://www.aafp.org/afp)

WebMD. 2018. Hemoglobin A1c (HbA1c) Test for Diabetes. (https://www.webmd.com/diabetes/guide/glycated-hemoglobin-test-hba1c?print=true)

Parkman HP. 2010. The Pathophysiology of Diabetic Gastroparesis Clinical Rountable Monograph. Gastroenterol Hepatol 6 (6): Suppl 9. (http://www.clinicaladvances.com/index.php/our_publications/gastro_hep-issue/gh_june_2010/)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*