Membantu proses pengecapan, mengunyah, menelan
Suatu makanan atau zat dapat dirasakan oleh lidah jika terlarut dalam air liur. Air liur berguna sebagai pelarut dan hanya zat makanan terlarut yang dapat merangsang ujung syaraf lidah yang pada akhirnya akan diteruskan ke otak sehingga kita dapat merasakan rasa asin, manis, pahit, dan asam.
Proses mengunyah dan menelan tentu dapat berjalan dengan baik jika dibantu oleh efek pelumas dari air liur. Air liur membantu makanan yang Anda konsumsi menjadi basah dan lembut. Selama proses mengunyah, produksi air liur yang dihasilkan lebih banyak. Makanan yang kita kunyah bercampur dengan air liur membentuk bolus, yaitu bulat dan halus. Air liur yang membasahi permukaan makanan yang sudah berbentuk bolus dapat dengan mudah meluncur menuju kerongkongan tanpa merusak lapisannya.
Air liur juga membantu membersihkan asam pada kerongkongan akibat naiknya asam lambung. Dengan mengembalikan asam ke lambung, waktu kontak antara kerongkongan dan asam akan berkurang sehingga lapisan kerongkongan tidak teriritasi.
.
Membantu proses pencernaan makanan
Kelenjar air liur memproduksi air liur untuk membasahi dan melarutkan makanan sehingga membuatnya lebih mudah untuk dicerna. Sebelum makanan masuk ke dalam perut, air liur memecah makanan tersebut dengan bantuan enzim amilase yang membantu memecah pati atau karbohidrat di mulut. Enzim ini bekerja terbatas pada mulut dan tidak aktif dibagian saluran pencernaan yang asam. Selain enzim amilase, air liur juga mengandung enzim lingual lipase yang berfungsi untuk mencerna lemak yang kita makan sebelum makanan ditelan.
.
Baca juga: Tahukah Enzim Apa yang Berperan Penting dalam Proses Pencernaan Makananmu?
.
Telah kita ketahui, bahwa air liur memiliki banyak manfaat diantaranya membantu proses mengunyah. Mengunyah adalah cara untuk memecah makanan yang kita makan menjadi partikel-partikel kecil agar makanan mudah ditelan dan tidak membebani kerongkongan dan lambung saat makanan masuk sehingga mudah dicerna. Sering kita dengar, mengunyah makanan yang tepat adalah sebanyak 32 kali. Apakah hal itu benar?
Sebenarnya angka 32 itu bukanlah angka baku. Mengunyah sebanyak 32 kali adalah anjuran dari Horace Fletcher, yang memproklamirkan dirinya sebagai ahli diet pada tahun 1800-an. Menurutnya, mengunyah 32 kali dikaitkan dengan jumlah gigi, satu kali untuk setiap gigi. Mengunyah berkali-kali akan mengubah makanan menjadi zat yang lunak dan tidak memiliki rasa apapun. Itu adalah waktu yang ideal untuk menelan, menurut Fletcher. Namun, saat diterapkan tidak jarang kita merasa makanan yang lama dikunyah akan terasa hambar dan selera makan malah berkurang. Lalu bagaimana proses mengunyah yang baik?
Prinsipnya telanlah makanan yang sudah bertekstur lunak dan halus agar makanan mudah dicerna oleh perut. Hindarilah makan terburu-buru, sambil berbicara, menangis, atau tertawa agar tidak tersedak dan melukai kerongkongan. Pertama-tama ambil makanan secukupnya. Ketika makanan sudah di mulut, mulailah mengunyah dengan bibir tertutup. Gunakan gigi seri untuk memotong makanan, gigi taring untuk merobek makanan, dan gigi geraham untuk menggiling dan menghaluskan makanan. Selama mengunyah, lebih baik gunakan seluruh bagian gigi, tidak hanya satu sisi saja. Kunyah makanan secara perlahan hingga makanan kering maupun berair benar-benar lunak dan halus, baru kemudian telan. Tunggu sampai mulut kosong baru Anda dapat memasukkan makanan lagi ke mulut.
Mengunyah makanan pelan-pelan dan sampai halus tentu memiliki banyak keuntungan, diantaranya proses penyerapan nutrisi lebih maksimal, mengurangi kerja berat dan tekanan pada sistem pencernaan, dan menjaga berat badan tetap ideal. Penelitian menunjukkan bahwa mengunyah makanan lebih lambat cenderung meningkatkan rasa kenyang dibandingkan mereka yang mengunyah dalam waktu singkat. Otak membutuhkan waktu untuk mengirimkan sinyal rasa kenyang. Jadi, jika seseorang mengunyah makanan dengan cepat maka cenderung akan makan berlebihan karena masih merasa lapar.
.
Air liur yang menurut orang tidak memiliki fungsi spesifik dan terkesan “jorok” ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Air liur berperan dalam pemeliharaan kesehatan gigi, mulut, dan berperan penting dalam proses pencernaan dari proses mengecap, mengunyah, menelan, hingga memecah partikel makanan. Mulai dari sekarang, pastikan produksi air liurmu cukup dengan minum 8 gelas perhari dan jaga kesehatan!
.
Referensi
Pedersen, A., Bardow, A., Jensen, S. B., & Nauntofte, B. 2002. Saliva and gastrointestinal functions of taste, mastication, swallowing and digestion. Oral Diseases. 8: 117–129
Tiwari M. 2011. Science behind human saliva. J Nat Sci Biol Med. 2(1):53-58.
Vila T, Rizk AM, Sultan AS, Jabra-Rizk MA. 2019. The power of saliva: Antimicrobial and beyond. PLoS Pathog. 15(11): e1008058.
Zhu Y, Hollis JH. 2014. Increasing the number of chews before swallowing reduces meal size in normal-weight, overweight, and obese adults. J Acad Nutr Diet. 114(6):926-931.

Leave a Reply