Apa yang Harus Kita Ketahui tentang Wasir?

Sumber gambar: freepik.com

Hemoroid atau yang biasa disebut wasir atau ambeien merupakan penyakit yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah vena di sekitar rektum atau anus (dubur). Sekitar 50% dari orang yang berusia diatas 50 tahun mengalami keluhan wasir dan lebih sering dialami oleh laki-laki usia lanjut. Hemoroid dapat terbentuk pada dua tempat yaitu interna dan eksterna. Hemoroid interna adalah pelebaran pembuluh darah yang terjadi didalam anus. Sedangkan, hemoroid eksterna adalah pelebaran pembuluh darah yang terjadi diluar anus, dekat lubang anus. Biasanya, orang lebih banyak mengeluh nyeri dan tidak nyaman saat duduk apabila memiliki hemoroid eksterna.

Keluhan yang paling sering membuat penderita datang ke dokter adalah buang air besar disertai darah. Selain itu, bisa juga disertai dengan adanya benjolan yang muncul pada anus dan/atau rasa nyeri saat sedang maupun tidak mengejan. Sebagian besar wasir dapat ditangani hanya dengan perubahan pola hidup. Jika dengan perubahan pola hidup gejala tidak berkurang, barulah dilakukan tindakan untuk membuang atau mengecilkan wasir tersebut. Namun, bukan berarti kita tidak berhati-hati dengan wasir, karena ada beberapa komplikasi wasir yang memiliki kegawatdaruratan yang berbahaya sehingga dapat mengancam nyawa.

.

Komplikasi apa yang dapat terjadi pada penderita wasir?

Komplikasi merupakan hal yang sangat jarang terjadi pada penyakit ini. Namun, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi yang membahayakan dan memerlukan perhatian khusus. Anemia sering menjadi komplikasi yang tidak disadari oleh penderita wasir. Keluarnya darah secara terus-menerus melalui anus menyebabkan kurangnya sel darah merah dan menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Hal ini biasanya digambarkan dengan keluhan lemah, letih, lesu, dan lunglai. Perdarahan yang terus-menerus juga dapat menyebabkan trombosis atau pembekuan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan rasa nyeri.

Selain anemia, komplikasi wasir adalah strangulasi (perjeratan). Strangulasi adalah ketika suplai darah ke wasir interna terputus karena terjepit sehingga suplai pembuluh darah ke daerah anus berkurang dan menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa. Apabila tidak segera dilakukan tindakan, strangulasi dapat menyebabkan kematian jaringan. Komplikasi lainnya adalah terjadinya prolaps atau turunnya benjolan yang ada di dalam anus sehingga menonjol keluar dari anus. Hal ini dapat terjadi pada penderita wasir berat yang menimbulkan rasa nyeri yang sangat hebat saat duduk dan buang air besar.

Infeksi juga menjadi salah satu komplikasi dari wasir. Pembuluh darah yang luka akibat tergesek oleh tinja yang keras dapat mengundang bakteri untuk berkembang biak yang apabila tidak diobati dengan baik nantinya akan menyebabkan infeksi. Wasir yang terinfeksi ini akan menimbulkan rasa nyeri dan gatal pada anus, kemerahan, pembengkakan, dan demam. Infeksi ini bisa saja menimbulkan penumpukan nanah (abses) serta kematian jaringan.

.

Bagaimana gaya hidup dan pola makan bagi penderita wasir?

Penderita wasir tentunya harus melakukan perubahan gaya hidup dan pola makan sehari-hari karena sebagian besar wasir dapat disembuhkan dengan hal tersebut. Hal-hal yang dapat dilakukan pada penderita wasir, diantaranya dengan makan makanan tinggi serat seperti sayuran, buah-buahan, gandum, biji-bijian utuh, serta kacang-kacangan untuk memperlancar sistem pencernaan, mencegah sembelit (konstipasi), dan memperlunak tinja sehingga kita tidak perlu mengejan berlebihan yang dapat memperberat keluhan dan gejala wasir.  Minum air yang banyak minimal 8 gelas perhari juga dapat membantu dalam proses melunakkan tinja. Selain konsumsi serat dan minum air yang banyak, perhatikan juga asupan makanan lain yang Anda makan. Hindari makanan yang berlemak, daging-dagingan, jeroan, serta junk food yang dapat memicu sembelit.

Kebiasaan untuk menahan buang air besar juga dapat mengganggu penyembuhan wasir. Menahan buang air besar akan membuat tinja Anda semakin keras dan akan semakin sulit untuk dikeluarkan. Hal ini tentunya akan memperberat wasir yang diderita. Olahraga juga dapat membantu memperlancar sistem pencernaan dan menurunkan berat badan yang berlebih yang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya wasir. Tetaplah aktif bergerak dan hindari pula duduk yang terlalu lama karena semakin lama kita duduk akan meningkatkan tekanan pembuluh darah vena pada anus yang dapat menyebabkan perbesaran wasir.

.

Kapan saya harus ke dokter?

Jika Anda sudah mengalami perasaan tidak nyaman, nyeri sekitar anus, benjolan yang muncul pada anus saat atau tidak sedang buang air besar, dapat menjadi pertimbangan Anda untuk segera menemui dokter. Keluhan buang air besar disertai darah juga menjadi salah satu keluhan yang sering ditemui pada penderita wasir. Darah pada tinja karena wasir biasanya berupa warna merah terang karena tidak bercampur langsung dengan tinja. Segala bentuk darah pada tinja Anda bukan merupakan suatu hal yang normal.

Jika anda merasa sudah melakukan perubahan gaya hidup dan pola makanan sesuai anjuran yang telah disebutkan diatas namun masih merasakan keluhan yang sama, itu merupakan tanda harus menemui dokter Anda dan dilakukan evaluasi lebih lanjut terkait pengobatan selanjutnya.

Tanda harus segera ke unit gawat darurat terkait dengan wasir adalah ketika adanya keluhan perdarahan dari anus yang tidak berhenti, dirasakan badan yang semakin lama semakin lemas dan pucat, serta rasa nyeri yang tidak tertahankan hingga sulit untuk beraktivitas. Hal yang disebutkan diatas dapat menjadi pertimbangan Anda untuk segera ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.

.

Memiliki wasir memang tidak nyaman dan bahkan dapat menimbulkan nyeri. Namun, pada umumnya tidak ada keluhan yang terlalu menonjol dan komplikasinya pun jarang terjadi. Kebanyakan wasir dapat membaik dengan perubahan pola hidup. Tentunya, dengan memperhatikan tanda-tanda bahaya dari wasir kita dapat mencegah komplikasi serta mencapai kualitas hidup yang lebih baik untuk penderita.

.

Referensi
Lohsiriwat, V. 2012. Hemorrhoids: From basic pathophysiology to clinical management. World Journal of Gastroenterology, 18(17): 2009-2017.

Lohsiriwat V. 2015. Treatment of hemorrhoids: A coloproctologist’s view. World J Gastroenterol, 21(31):9245-9252.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. 2016. Definition & Facts of Hemorrhoids.

Ray-Offor, E., & Amadi, S. 2019. Hemorrhoidal disease: Predilection sites, pattern of presentation, and treatment. Annals of African medicine18(1): 12–16.

Slauf P, et al. 2014. Complications of hemorrhoids.Rozhl Chir, 93(4):223-5.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*