Kenali Gejala, Diagnosis dan Pengobatan Penyakit Celiac

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit celiac?

Dokter akan menanyakan informasi dan riwayat medis pasien serta keluarga, melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang untuk penyakit celiac umumnya dimulai dengan tes darah dan biopsi usus halus. Tentunya sebelum pemeriksaan, pasien disarankan untuk tidak menjalani diet bebas gluten agar tidak terjadi hasil negatif palsu.

Jika dokter mencurigai adanya kemungkinan pasien menderita penyakit celiac, maka terdapat dua pemeriksaan tes darah yang dapat dikerjakan, yaitu tes serologi untuk melihat kadar antibiodi celiac pada tubuh pasien yang seringkali lebih tinggi dari nilai normal dan juga tes genetik untuk mencari adanya kelainan genetik pada pasien.

Pemeriksaan lainnya yang dapat dikerjakan adalah biopsi. Biopsi pada usus halus merupakan standar baku emas untuk mendiagnosis penyakit celiac. Biopsi atau sampel jaringan diambil dari usus halus untuk memeriksa kerusakan pada vili. Vili adalah  penjuluran selaput lendir yang menjorok ke dalam saluran usus halus yang berfungsi untuk memperluas permukaan daerah penyerapan nutrisi. Untuk mengambil sampel jaringan ini, pasien akan menjalani tindakan endoskopi menggunakan tabung panjang kecil yang memiliki kamera. Selanjutnya, sampel yang sudah diambil akan dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Selain dua pemeriksaan tersebut, pemeriksaan lain yang dapat dilakukan untuk menunjang diagnosis celiac adalah pemeriksaaan kadar elektrolit darah, albumin, dan vitamin akibat adannya penurunan penyerapan nutrisi di usus. Pemeriksaan feses dapat menunjukan adanya tinja yang berminyak dan berbau tengik karena kegagalan penyerapan lemak. Pemeriksaan biopsi kulit juga dapat dilakukan ketika penderita dicurigai memiliki dermatitis herpetiformis. Pemeriksaan BMD (Bone Mineral Densitometry) untuk penilaian kepadatan tulang dapat dipilih sebagai pemeriksaan penunjang jika gejala pasien mengarah pada osteoporosis.

Bagaimana pengobatan penyakit celiac?

Cara utama dalam pengobatan penyakit ini, Anda harus menghindari makanan yang mengandung gluten karena dengan mengonsumsi gluten akan lebih merusak usus halus Anda.

Penting bagi Anda untuk fokus pada apa yang bisa Anda makan ketimbang apa yang tidak bisa Anda makan karena diet bebas gluten dapat menyembuhkan kerusakan vili di usus halus yang disebabkan oleh penyakit celiac, sehingga memperbaiki gejala dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan jangka panjang. Pemberian suplemen vitamin dan mineral dapat diberikan kepada penderita yang mengalami anemia atau kekurangan nutrisi yang berat dan tentunya atas saran dari dokter.

Prognosis atau luaran pada penderita penyakit celiac umumnya baik. Walaupun perbaikan usus halus memerlukan waktu beberapa bulan hingga tahun, mayoritas penderita yang menjalani diet bebas gluten menunjukkan perbaikan klinis dalam waktu yang lebih singkat. Akan tetapi, beberapa pasien mungkin kesulitan untuk melakukan diet bebas gluten yang ketat, sehingga kekambuhan gejala dapat terjadi.


Referensi
Caio G, Volta U, Sapone A, Leffler DA, De Giorgio R, Catassi C, Fasano A. Celiac disease: a comprehensive current review. BMC Med. 2019 Jul 23;17(1):142.

 Parzanese I, Qehajaj D, Patrinicola F, Aralica M, Chiriva-Internati M, Stifter S, Elli L, Grizzi F. Celiac disease: From pathophysiology to treatment. World J Gastrointest Pathophysiol. 2017 May 15;8(2):27-38.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*