Keracunan Makanan: Tips Pencegahan dan Penanganannya

Sumber gambar: freepik.com

Keracunan makanan terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Kuman seperti bakteri, virus, parasit, atau racun yang terkandung didalamnya adalah penyebab paling umum keracunan makanan. Kuman atau racun tersebut dapat mencemari makanan, baik pada tahap pemrosesan maupun produksi makanan. Kontaminasi juga dapat terjadi di rumah jika makanan yang disiapkan tidak dicuci, diproses, dimasak, dan disajikan dengan benar. Tidak hanya makanan saja yang dapat tercemar, peralatan yang digunakan untuk mengolah dan memasak makanan pun dapat tercemar oleh kuman jika tidak dibersihkan dengan baik.

.

Kuman apa saja yang sering menyebabkan keracunan makanan?

Kontaminasi makanan biasanya paling umum disebabkan oleh bakteri. Beberapa bakteri yang sering menjadi penyebab keracunan makanan antara lain Campylobacter, Salmonella, Shigella, Eschericia coli, Staphylococcus aureus, dan Clostridium botulinum. Bakteri ini dapat ditemukan pada daging, ikan, dan telur mentah atau setengah matang, makanan siap saji yang didinginkan, susu yang tidak dipasteurisasi, dan makanan yang dicuci dengan air yang tidak bersih. Virus juga dapat menjadi penyebab keracunan makanan. Virus yang paling sering menyebabkan diare dan muntah adalah norovirus. Virus ini mudah menyebar dari orang ke orang melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Kerang mentah serta tiram yang tidak diolah dengan baik juga bisa menjadi sumber virus ini. Selain virus dan bakteri, parasit sepertiEntamoeba histolytica dan Giardia juga bisa menjadi penyebab keracunan makanan.

.

Baca juga: Penting! Bakteri-bakteri Ini Sering Menginfeksi Saluran Cerna

Punya keluhan sakit maag/ GERD/ lambung?
Isi survei kami di
bit.ly/surveiherbalYGI

.

Apa saja gejala keracunan makanan?

Gejala keracunan makanan dapat dirasakan dalam beberapa jam, hari, bahkan minggu setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Seringkali gejala yang timbul  adalah gangguan saluran cerna. Kebanyakan kasus keracunan makanan adalah ringan dan dapat membaik atau sembuh tanpa pengobatan. Namun, terdapat beberapa kondisi dimana orang dengan keracunan makanan memiliki gejala serius yang perlu ditangani segera.

Keracunan makanan umum terjadi dan orang dengan berbagai usia dapat berisiko mengalami keracunan makanan. Beberapa gejala keracunan makanan yang paling sering ditemukan antara lain, rasa sakit dan keram pada perut, mual, muntah, diare, dan demam. Perlu diperhatikan, terdapat beberapa gejala keracunan makanan yang lebih serius dan membutuhkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan diantaranya:

  • Diare yang berlangsung lebih dari 3 hari
  • Diare yang berdarah
  • Demam tinggi
  • Nyeri perut hebat
  • Diare dan muntah belebihan yang berisiko atau telah menimbulkan gejala dehidrasi.

Beberapa tanda dehidrasi yang harus Anda kenali antara lain sedikit atau tidak buang air kecil, mulut dan tenggorokan terasa sangat kering, lemas, linglung, penglihatan kabur, dan pusing saat beraktivitas atau berdiri.

.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*