Apa saja kondisi yang diperbolehkan mengonsumsi suplemen enzim pencernaan?
Ada beberapa kondisi kesehatan yang menyebabkan tubuh tidak cukup untuk memproduksi enzim pencernaan sehingga makanan yang dikonsumsi tidak dapat dicerna dengan baik. Hal tersebut dapat menimbulkan keluhan pada saluran cerna kita seperti sakit perut, diare, kembung, produksi gas berlebih, dan gejala yang tidak nyaman lainnya. Pada kondisi ini, suplemen enzim pencernaan memiliki peran dan tempat untuk dikonsumsi agar makanan yang kita konsumsi dapat dicerna dengan baik dan keluhan pada perut dapat teratasi. Berikut beberapa kondisi yang diperbolehkan untuk mengonsumsi suplemen enzim pencernaan.
.
Gangguan pada pankreas
Pankreas adalah organ pencernaan yang memiliki dua peran penting, yaitu fungsi endokrin dan fungsi eksokrin. Fungsi endokrin untuk memproduksi hormon insulin, glukagon, gastrin, amylin. Sedangkan fungsi eksokrin untuk memproduksi enzim pencernaan. Beberapa enzim pencernaan yang diproduksi pankreas, antara lain enzim tripsin dan kimotripsin untuk memecah protein, enzim amilase untuk memecah karbohidrat, dan enzim lipase untuk memecah lemak. Ketika pankreas kita bermasalah, maka kedua peran penting pankreas pun akan ikut terganggu. Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan gangguan produksi enzim pankreas diantaranya peradangan pankreas atau pankreatitis, operasi pada pankreas, dan kanker pankreas.
.
Fibrosis kistik
Fibrosis kistik adalah kelainan bawaan yang dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru, organ pencernaan seperti pankreas, dan organ tubuh lainnya. Penyakit ini menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh yang biasanya tipis dan licin menjadi lebih kental dan lengket sehingga dapat menyumbat saluran, baik pada paru-paru maupun pankreas. Dengan tersumbatnya pankreas, maka enzim pencernaan yang dihasilkan pun akan sulit mencapai usus untuk memecah makanan. Pada penderita fibrosis kistik yang mengalami sumbatan pada pankreas maka keluhan yang dapat dirasakan antara lain perut kembung, sembelit, kotoran berminyak, berbau busuk, dan malnutrisi yang berdampak pada penurunan berat badan.
.
Intoleransi laktosa
Intoleransi laktosa adalah suatu keadaan seseorang mengalami gangguan pada saluran cerna akibat usus tidak mampu mencerna laktosa. Laktosa sendiri dapat kita temukan pada susu dan produk susu lainnya seperti keju dan mentega. Penyebab intoleransi laktosa adalah kurangnya enzim laktase yang dihasilkan dalam tubuh kita. Kekurangan enzim laktase bisa disebabkan karena genetik, adanya infeksi atau cedera pada usus, dan kongenital atau turunan.
.
Kelainan metabolisme
Orang dengan kelainan metabolisme bawaan memiliki gen yang rusak yang mengakibatkan tubuh kekurangan enzim. Pada sebagian besar gangguan metabolisme, satu enzim tidak diproduksi oleh tubuh sama sekali atau diproduksi dalam bentuk yang tidak berfungsi. Kekurangan enzim tersebut akan berdampak pada menumpuknya bahan beracun di dalam tubuh dan produk penting yang tidak dapat diserap dengan baik.
.
Penyakit Gaucher
Penyakit Gaucher adalah salah satu kelainan metabolisme bawaan yang langka dimana penderita mengalami kekurangan enzim glukoserebrosidase yang menyebabkan akumulasi lemak di tubuh dalam jumlah tertentu yang berbahaya terutama di dalam sumsum tulang, limpa, dan hati. Gejala dan temuan fisik yang terkait dengan penyakit Gaucher sangat bervariasi dari pasien ke pasien. Beberapa individu mengalami sedikit atau tanpa gejala dan yang lainnya mungkin memiliki komplikasi serius. Penyakit ini belum bisa disembuhkan, namun pengobatan seperti terapi pengganti enzim, pemberian obat untuk tulang, hingga tindakan operasi dapat mengurangi gejala, mencegah kerusakan organ, dan memperbaiki kerusakan pada tubuh akibat penyakit ini.
.
Itulah beberapa penyakit yang membutuhkan suplemen enzim pencernaan sebagai salah satu terapinya. Suplemen enzim pencernaan tampaknya merupakan suplemen yang cukup aman untuk menangani masalah dan gangguan pencernaan. Namun, untuk mengetahui suplemen enzim pencernaan mana yang diperlukan untuk Anda konsumsi, sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Perlu diingat bahwa suplemen enzim pencernaan ini tidak dapat bekerja dengan baik tanpa diikuti dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat.
.
Referensi
Chaudhary A, Domínguez-Muñoz J, E, Layer P, Lerch M, M: Pancreatic Exocrine Insufficiency as a Complication of Gastrointestinal Surgery and the Impact of Pancreatic Enzyme Replacement Therapy. Dig Dis 2020;38:53-68.
Ianiro G, Pecere S, Giorgio V, Gasbarrini A, Cammarota G. Digestive Enzyme Supplementation in Gastrointestinal Diseases. Curr Drug Metab. 2016;17(2):187-193.
Kałużna M, Trzeciak I, Ziemnicka K, Machaczka M, Ruchała M. Endocrine and metabolic disorders in patients with Gaucher disease type 1: a review. Orphanet J Rare Dis. 2019 Dec 2;14(1):275.
Misselwitz B, Butter M, Verbeke K, Fox MR. Update on lactose malabsorption and intolerance: pathogenesis, diagnosis and clinical management. Gut. 2019;68(11):2080-2091.
Somaraju UR, Solis-Moya A. Pancreatic enzyme replacement therapy for people with cystic fibrosis. Cochrane Database Syst Rev. 2016;11(11):CD008227.

Leave a Reply