Bagaimana cara mengonsumsi kopi sehingga aman bagi lambung?
Terdapat beberapa cara agar Anda dapat mengonsumsi kopi yang aman bagi lambung. Anda dapat mengikuti beberapa solusi berikut ini:
Memilih kopi yang kadar asamnya lebih rendah
Jenis kopi dan cara pengolahannya dapat membuat kopi berbeda dalam kadar asamnya. Kopi Arabika mengandung kadar kafein yang lebih rendah dibandingkan dengan robusta. Oleh karenanya, Arabika lebih aman dikonsumsi untuk penderita asam lambung.
.
Memilih kopi yang melalui proses fermentasi yang lama
Rasa kopi yang beragam dihasilkan dari cara pengolahannya yang berbeda, khususnya pada proses fermentasi dan pemanggangan. Proses fermentasi termasuk dalam tahap awal pengolahan biji kopi. Tidak hanya rasa, ternyata proses fermentasi dapat mengubah kadar keasaman pada kopi. Umumnya, semakin lama proses fermentasi dan tinggi suhunya, semakin rendah pula keasaman total pada kopi tersebut.
.
Memilih biji kopi dengan tingkat dark roast
Biji kopi yang disangrai atau dipanggang (roast) memiliki tingkatan-tingkatan, yakni light roast, medium roast, dan dark roast yang dibedakan berdasarkan suhu panas dan waktu sangrainya. Dark roast dipanggang dengan suhu yang lebih tinggi dan waktu yang lebih lama dibandingkan jenis lainnya sehingga kafein yang terkandung didalamnya tidak terlalu banyak dibandingkan tingkatan sangrai yang lain. Biji kopi dengan teknik dark roast akan berwarna cokelat tua, seperti cokelat atau terkadang hampir hitam keseluruhan berbeda dengan tingkatan light dan medium yang berwarna cokelat muda atau kecokelatan. Penelitian juga menunjukan bahwa mengonsumsi kopi tingkat dark roast kurang menstimulasi pengeluaran asam lambung sehingga lebih aman dikonsumsi bagi orang yang memiliki gangguan pada lambung.
.
Memilih kopi yang diolah dengan teknik cold brew
Metode cold brew tidak sama dengan membuat es kopi biasa. Cold brew merupakan teknik penyeduhan kopi dengan cara merendam bubuk kopi dengan air dingin atau air suhu ruangan selama kurang lebih 8-24 jam, kemudian dilakukan penyaringan dengan alat penyeduh kopi hingga menghasilkan konsentrat kopi yang pekat. Metode ini dikatakan dapat meningkatkan pH dari kopi. Kopi cold brew juga memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dibandingkan kopi yang diseduh dengan air panas. Namun, penelitian lain menunjukkan tidak adanya perbedaan pH yang signifikan antara kopi yang diseduh dengan cold brew dibandingkan hot brew sehingga hasilnya masih kontroversial.
Baca juga: Saat Perut Kosong, Apa yang Sebaiknya Dikonsumsi dan Tidak
.
Menambahkan susu pada kopi
Menambahkan susu pada kopi bukan hal yang asing. Orang dengan gangguan lambung lebih aman mengonsumsi kopi ditambahkan dengan susu, sebab susu dapat menetralkan asam dari kopi dan sebagai pelindung dari dampak kafein. Ketika kopi susu diminum, protein dalam susu dikatakan dapat mengikat asam sehingga menghambat peningkatan asam lambung. Namun, tetap pilihan yang terbaik bukan minum kopi dengan susu saja tetapi juga memastikan Anda minum cukup air putih.
.
Perhatikan waktu yang tepat untuk mengonsumsi kopi dan porsinya
Hindari mengonsumsi kopi saat perut kosong. Ketika perut kosong, asam lambung tetap diproduksi. Saat perut tidak terisi makanan, asam lambung tersebut tidak mencerna makanan malah akan mengiritasi lambung. Oleh karena itu, mengonsumsi kopi di saat perut kosong malah akan menambah peningkatan asam dan memperberat gejala bagi orang yang memiliki gangguan pada lambung. Hindari pula mengonsumsi kopi saat Anda sedang mengonsumsi makanan berlemak dan pedas karena juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada perut. Bagi penderita asam lambung, tubuhnya dapat mentoleransi terhadap kadar kafein sekitar 100 – 150 mg dalam sehari atau setara dengan 1 – 2 cangkir. Sebaiknya tetap membatasi mengonsumsi kopi apalagi ketika gejala nyeri perut Anda jelas diperberat setiap kali mengonsumsi kopi.
Punya keluhan sakit maag/ lambung?
Isi survei kami di bit.ly/surveiherbalYGI
.
Telah kita bahas secara singkat beberapa tips untuk memilih jenis kopi dan cara menyeduh kopi yang aman bagi lambung. Jika keluhan Anda sedang kambuh, jangan jadikan kopi sebagai pilihan minuman Anda. Konsultasikan diri Anda ke dokter ketika keluhan lambung memberat setiap setelah mengonsumsi kopi. Dokter akan membantu memberikan obat yang tepat untuk lambung Anda. Jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan sehat dan air putih yang cukup untuk menjaga kesehatan tubuh Anda khususnya saluran pencernaan.
.
Referensi
Dupas CJ., Marsset-Baglieri AC., Ordonaud CS., Ducept FMG., Maillard MN. 2006. Coffee Antioxidant Properties: Effects of Milk Addition and Processing Conditions. Journal of Food Science, 71(3): S253–S258.
Liu J., Wang Q., Zhang H., Yu D., Jin S., Ren F. 2015. Interaction of chlorogenic acid with milk proteins analyzed by spectroscopic and modeling methods. Spectroscopy Letters, 49(1), 44–50.
Reta, Mursalim, Salengke, Junaedi M., Mariati, Sopade P. 2017. Reducing the acidity of Arabica coffee beans by ohmic fermentation technology. Food Research, 1(5):157-160.
Rao NZ., Fuller M. 2018. Acidity and Antioxidant Activity of Cold Brew Coffee. Scientific Reports, 8(1).
Rubach M., Lang R., Bytof G., Stiebitz H., Lantz I., Hofmann, T., & Somoza, V. 2014. A dark brown roast coffee blend is less effective at stimulating gastric acid secretion in healthy volunteers compared to a medium roast market blend. Molecular Nutrition & Food Research, 58(6): 1370–1373.
Zaman WS., Loh SP., Esa NM. 2019. Coffee and Gastrointestinal Health: A Review . Mal J Med Health Sci 15(SP1): 96-103.

Leave a Reply