Pankreatitis Kronik: Bila Feses Menjadi Berminyak

Sumber gambar: t-online.de

Penulis: dr. Dolvy Girawan, M.Kes, SpPD, K-GEH
Sub Bagian Gastroentero-Hepatologi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam,
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran –
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Hasan Sadikin Bandung

.

Pankreatitis kronik merupakan peradangan kronik pankreas yang tidak sembuh atau membaik bahkan bisa terjadi kerusakan yang menetap. Pengidap penyakit ini mengeluhkan gangguan sistem pencernaan dan hormon pankreas. Insidensnya lebih sering pada usia 30 – 40 tahun dan lebih sering pada laki-laki.

.

Apa penyebab pankreatitis kronik?

Penyebab yang pasti belum diketahui, tetapi terdapat beberapa faktor yang sudah diidentifikasi sebagai penyebabnya, yaitu:

  • Alkoholisme
  • Autoimun
  • Mutasi genetik
  • Sumbatan duktus pankreatikus atau duktus bilier
  • Pankreatitis familia

Baca juga: Yang Perlu Diketahui tentang Pankreatitis Akut

.

Bagaimana gejala pankreatitis kronik?

Penderita pankreatitis kronik sering mengeluh nyeri ulu hati, nyeri ini menjalar ke punggung, dan semakin terasa bila makan atau minum. Keluhan lainnya adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Berat badan menurun
  • Diare
  • Feses berminyak dan berlemak
  • Feses berwarna seperti tanah liat atau bahkan pucat

Terjadi penurunan berat badan yang bermakna pada pengidap pankreatitis kronik walaupun nafsu makan dan pola makannya tetap normal. Penurunan berat badan ini terjadi karena menurunnya produksi enzim pankreas yang bekerja untuk pencernaan makanan, sehingga nutrisi tidak diserap dengan normal dan bila berlanjut bisa mengakibatkan malnutrisi.

Kualitas hidup penderita pankreatitis kronik akan menurun disebabkan nyeri yang berulang dan bahkan sering keluar masuk rumah sakit untuk mengatasi nyerinya.

.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*