Rendah serat
Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang mengonsumsi rendah serat rentan terkena penyakit peradangan saluran cerna, kencing manis, penyakit jantung, bahkan keganasan. Telah kita ketahui bahwa makanan yang mengandung cukup serat sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu menyehatkan dan melancarkan pencernaan tubuh. Sebanyak 70 persen sel yang membentuk sistem kekebalan tubuh berada pada saluran pencernaan yang sehat. Disamping itu sumber serat yang kita kenal selama ini seperti buah-buahan dan sayuran mengandung beragam vitamin serta mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan buah dan sayur tersebut mampu mengembalikan keseimbangan mikrobiota dalam saluran pencernaan sehingga menguatkan kekebalan sistem pencernaan dan kekebalan tubuh, melindungi tubuh dari berbagai macam virus, serta meredakan peradangan.
.
Alkohol
Tentunya pengaruh buruk alkohol terhadap kesehatan kita bukanlah hal yang asing lagi. Alkohol yang masuk dalam sistem pencernaan kita akan mengganggu keseimbangan bakteri didalam saluran cerna, merusak sel pada lapisan pencernaan, serta mengaktifkan sel karsinogenik atau zat yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker. Selain sistem pencernaan, alkohol juga dapat merusak fungsi sel yang melapisi saluran napas atas dan saluran napas bawah, serta menstimulasi kerusakan pada paru. Alkohol juga terbukti menghambat regenerasi sel dalam tubuh. Jadi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol untuk menjaga kesehatan pencernaan, pernapasan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.
.
Baca juga: Benarkah Kondisi Saluran Cerna Kita Memengaruhi Sistem Kekebalan Tubuh?
.
Bahan tambahan pangan (Food additive)
Bahan tambahan pangan merupakan segala senyawa yang digunakan dengan tujuan meningkatkan rasa, tekstur, dan keawetan suatu makanan. Meskipun sudah banyak yang membahas mengenai keamanan penggunaannya terkait efek pada hati dan ginjal, namun efek langsung terhadap sistem kekebalan tubuh belum diperhatikan. Bahan tambahan pangan dapat mengganggu metabolisme tubuh, mengganggu keseimbangan bakeri pada saluran cerna, dan meningkatkan aktivitas zat pro-inflamasi atau radang. Bahan tambahan pangan biasa didapatkan dimakanan kalengan dan makanan cepat saji.
.
Makanan merupakan sumber energi dan tenaga kita. Minuman adalah sumber untuk mencukupi cairan tubuh. Pilihlah makanan dan minunan yang sehat dan bermanfaat untuk melindungi tubuh kita dari penyakit. Mengonsumsi makanan sebagai obat jauh lebih baik daripada mengkonsumsi obat sebagai makanan. Semangat sehat!
.
Referensi
Afsar, B, Kuwabara M, Ortiz A, Yerlikaya A, Siriopol D, Covic A, Iturbe BR, Johnson RJ, Kanbay M. 2018. Salt Intake and Immunity. Hypertension, 72:19-23
Direktorat P2PTM. 2021. Butuh Berapa Banyak Garam Tubuh Kita Per Hari? – Direktorat P2PTM. [online] Available at: <http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-penyakit/butuh-berapa-banyak-garam-tubuh-kita-per-hari#:~:text=Tapi%20badan%20kesehatan%20dunia%2C%20WHO,sendok%20teh%20garam%20per%20hari.> [Accessed 3 January 2021].
Myles, I., 2014. Fast food fever: reviewing the impacts of the Western diet on immunity. Nutrition Journal, 13(1).
Paula Neto, H., Ausina, P., Gomez, L., Leandro, J., Zancan, P. and Sola-Penna, M., 2017. Effects of Food Additives on Immune Cells As Contributors to Body Weight Gain and Immune-Mediated Metabolic Dysregulation. Frontiers in Immunology, 8.
Sarkar, D., Jung, M. K., & Wang, H. J. 2015. Alcohol and the Immune System. Alcohol Research : Current Reviews, 37(2), 153–155.
Shehata, H., Murphy, A., Lee, M., Gardiner, C., Crowe, S., Sanjabi, S., Finlay, D. and Palmer, C., 2017. Sugar or Fat?—Metabolic Requirements for Immunity to Viral Infections. Frontiers in Immunology, 8.

Leave a Reply