Penting! Ketahui Manfaat Yogurt bagi Saluran Cerna Kita

Sumber gambar: freepik.com

Keseimbangan komposisi dari bakteri normal pada saluran pencernaan manusia dan asupan makanan memiliki hubungan yang erat dalam menjaga kesehatan saluran cerna. Beberapa studi di bidang kedokteran telah menunjukkan bahwa bakteri yang spesifik digunakan untuk proses fermentasi produk susu seperti yogurt dapat memberikan efek anti peradangan dan memberi perlindungan dari penyakit saluran cerna. Manfaat dari yogurt dan produk susu pada manusia telah diketahui sejak lama yaitu diketahui bahwa mengonsumsi fermentasi susu dapat memperpanjang usia seseorang. Yogurt sendiri merupakan salah satu makanan atau minuman yang sering kita konsumsi, namun apakah Anda telah mengetahui manfaat besar dari mengonsumsi yogurt?

.

Apa itu yogurt?

Yogurt merupakan salah satu dari makanan yang mengandung probiotik. Yogurt pertama kali di perkenalkan oleh Codex Alimentarius pada tahun 1992 sebagai susu yang menggumpal dari fermentasi oleh asam laktat. Proses fermentasi yogurt ini melalui kultur oleh bakteri Streptococcus salivarius subspecies thermophilus dan Lactobacillus delbrueckii subspecies bulgaricus, selain itu dapat juga dilakukan proses fermentasi dengan bakteri Lactobacillus acidophilus dan beberapa spesies dari Bifidobacterium.

Susu pada dasarnya mengandung nutrisi yang cukup seimbang antara protein, lemak, dan karbohidrat. Yogurt juga kaya akan mineral seperti fosfor, magnesium, dan zink yang sangat diperlukan oleh tubuh agar dapat menjalankan fungsi metabolisme dengan baik. Perubahan pada susu, seperti  peningkatan asam amino yang menyusun protein dan juga kandungan vitamin di dalamnya, akan berdampak pada peningkatan proses cerna dari susu itu sendiri. Yogurt akan menjadi lebih mudah untuk dicerna karena aktivitas enzim dari bakteri asam laktat akan mengubah asam amino penyusun protein sehingga lebih mudah diserap oleh saluran cerna. Jadi yogurt merupakan produk susu dengan proses penyerapan yang jauh lebih baik di saluran cerna dibandingkan dengan susu itu sendiri. Selain itu, tekstur yougurt yang lebih kental akan memperlambat waktu pengosongan lambung, sehingga yogurt akan lebih lama di dalam lambung. Lamanya yogurt di dalam lambung ini berhubungan dengan lamanya waktu reaksi enzim kontak dengan substrat makanan.

.

Apa manfaat yogurt bagi saluran cerna?

Lactobacilli merupakan bakteri yang normal terdapat pada pada saluran cerna. Bakteri baik ini akan berikatan dengan dinding permukaan saluran cerna sehingga nantinya ketika ada bakteri jahat yang masuk ke dalam saluran cerna, tepatnya di usus, maka tidak ada tempat bagi bakteri tersebut di permukaan usus. Bakteri asam laktat harus mampu beradaptasi dengan lingkunganya untuk memberikan efek pada asam lambung, enzim pencernaan, dan garam empedu. Lapisan mukosa saluran cerna juga memegang fungsi penting dalam mencegah terjadinya infeksi bakteri yang dapat menimbulkan penyakit. Hal ini karena ia merupakan pertahanan utama pada saluran cerna. Yogurt akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh pada permukaan saluran cerna. Selain itu, bakteri baik akan membantu menciptakan suasana yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri lainnya dan juga bersaing dengan bakteri jahat untuk memperebutkan tempat di dalam saluran cerna. Bakteri asam laktat dapat tumbuh dengan menggeser banyak bakteri lainnya dengan cara meningkatkan suasana asam di sekitarnya dan menghasilkan anti bakteri untuk lingkungan disekitarnya. Dengan mengonsumsi yogurt, maka pertahanan saluran cerna akan siap ketika terjadi infeksi akibat kurang menjaga kebersihan tangan atau asupan makanan. Jadi, yogurt bukan sekedar produk susu yang kaya akan nutrisi dan mineral, tetapi juga mengandung komponen yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, lebih tepatnya pada saluran cerna.

Laxatif merupakan efek dari yogurt, yaitu memperbaiki waktu transit makanan di dalam saluran cerna. Selain itu, yogurt meningkatkan frekuensi buang air besar dalam satu minggu, sehingga yogurt baik dikonsumsi pada orang yang sulit untuk buang air besar atau memiliki masalah yang berhubungan dengan buang air besar yang tidak teratur.

.

Apakah manfaat yogurt terhadap penyakit saluran cerna?

Banyak gangguan pada saluran cerna yang mendapatkan manfaat ketika seseorang mengonsumsi yogurt secara benar dan teratur. Pada pasien yang mengalami kekurangan enzim laktase, maka laktosa yang tidak tercerna akan tertinggal di dalam saluran cerna. Laktosa ini akan bereaksi dengan bakteri-bakteri yang terdapat di dalam usus besar dan menghasilkan gas. Gas yang dihasilkan ini akan dikeluarkan dengan buang gas, pernapasan, atau masuk kedalam sirkulasi aliran darah. Hal ini dapat berujung pada peradangan permukaan saluran cerna yang dapat mengganggu fungsi saluran cerna. Oleh karena itu, pada pasien dengan intoleransi laktosa, susu yang difermentasi dan yogurt lebih dapat ditoleransi oleh saluran cerna karena memiliki kadar laktosa yang lebih rendah. Sehingga pemberian yogurt akan membantu proses pencernaan laktosa bagi pasien dengan intoleransi laktosa sehingga dapat mentolerir dengan baik asupan makanan yang mengandung laktosa. Selain itu, laktase yang terkandung dalam yogurt juga bersifat stabil pada beragam penyimpanan, namun proses pemanasan dapat merusak enzim laktase sehingga hal ini penting untuk diperhatikan terutama untuk proses penyimpanannya.

Pada pasien diare, bakteri Lactobacillus dinilai berperan terhadap infeksi akut. Hal ini dibuktikan dengan adanya penurunan frekuensi diare. Selain itu, bakteri yang terdapat di dalam yogurt dapat menurunkan risiko diare yang disebabkan oleh virus. Selain diare, kanker kolon (usus besar) juga merupakan salah satu penyakit yang berkaitan dengan pola makan, lapisan permukaan usus besar, dan bakteri normal yang terdapat pada saluran cerna. Namun, belum diketahui secara pasti bagaimana mekanismenya bahwa mengonsumsi yogurt dapat menekan risiko terjadinya kanker kolon. Hal ini diperkirakan karena yogurt dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menghambat tumbuhnya bakteri yang membahayakan di saluran cerna.

Pada pasien dengan inflammatory bowel disease (IBD), sering terjadi gangguan pada flora normal saluran cerna sehingga risiko terjadinya infeksi oleh bakteri yang dapat menimbulkan penyakit menjadi meningkat. Selain itu, terdapatnya bakteri yang dapat menimbulkan penyakit akan merangsang peradangan yang mencetuskan inflammatory bowel disease. Dinding pada usus yang merupakan pertahanan awal juga akan terganggu dan hal ini disertai dengan gangguan sistem pertahanan tubuh yang berhubungan dengan immunoglobulin G dan A. Pada beberapa studi, diketahui bahwa yogurt dapat memperbaiki daya tahan usus dan mengurangi beratnya gejala IBD.

Yogurt merupakan salah satu produk susu yang sering dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia, namun banyak yang belum mengetahui manfaat yang diberikan. Dengan mengetahui manfaat yogurt, kita dapat menjaga kesehatan saluran cerna kita dengan baik. Hal ini dapat menjadi budaya baru dalam menjaga kesehatan saluran cerna kita untuk kedepannya.

.

Referensi
Desobry‐Banon S, Vetier N, Hardy J. Health benefits of yogurt consumption. A review. International journal of food properties. 1999 Mar 1;2(1):1-2.

Adolfsson O, Meydani SN, Russell RM. Yogurt and gut function. The American journal of clinical nutrition. 2004 Aug 1;80(2):245-56.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*