Ritme Sikardianmu Terganggu? Seperti Ini Hubungannya dengan Saluran Cerna

Lambung

Asam yang diproduksi oleh lambung berguna untuk memecah makanan sehingga lebih mudah untuk dicerna dan dapat membunuh kuman yang masuk bersama dengan makanan yang dikonsumsi. Lambung juga memiliki fungsi untuk membantu mendorong makanan masuk ke usus. Ritme tidur dan ritme sirkadian dapat memengaruhi pengeluaran asam lambung dan aktivitas gerakan atau motorik lambung. Produksi asam lambung sangat bervariasi dari malam ke malam, namun memuncak dalam bentuk sirkadian antara pukul 10 malam dan 2 pagi. Berbeda dengan motorik lambung, dimana pada malam hari pengosongan lambung cenderung menjadi lebih lambat dibandingkan siang hari. Pengosongan lambung akan meningkat sekitar pukul 8 pagi sehingga lambung yang kosong akan memicu rasa lapar pada siang harinya.

Saat malam hari, terdapat hormon yang dihasilkan oleh tubuh yaitu Melatonin yang memiliki peran penting dalam mengatur siklus tidur seseorang. Sebagai hormon yang dilepaskan karena respon terhadap lingkungan gelap, Melatonin dilepaskan oleh beberapa sel usus dengan cara sirkadian juga. Biasanya, Melatonin meningkat ketika malam hari dan berkurang saat pagi hari. Melatonin dapat meningkatkan pergantian dan perbaikan lapisan lendir pada saluran cerna. Selain itu, hormon ini tampaknya dapat meningkatkan aliran darah lambung. Dampaknya, pada individu yang memiliki luka pada lambung dengan pelepasan hormon Melatonin yang lebih rendah, maka lukanya akan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

.

Baca juga: Penting! Kenali Mikrobiota Usus yang Memengaruhi Otak Hingga Saluran Cerna

.

Usus besar

Usus besar memiliki fungsi untuk penyerapan air, memadatkan tinja, penyerapan makanan yang belum terserap dalam usus halus, dan penyimpanan sementara sebelum dikeluarkan menjadi tinja lewat anus. Pergerakan dari usus besar akan berkurang saat tidur pada malam hari, tetapi pengaruh dari ritme sirkadian ini masih diperdebatkan. Sedangkan saat pagi hari, pergerakan usus besar sedang aktif-aktifnya sehingga tidak heran ketika pagi hari kita terbiasa buang air besar untuk mengeluarkan sisa dari saluran pencernaan dan racun tubuh.

Beberapa tahun terakhir, penelitian secara konsisten membuktikan bahwa perubahan ritme sirkadian berhubungan dengan perubahan komposisi bakteri dalam usus. Penelitian menunjukkan bahwa mikrob dalam usus bekerja sesuai ritme sirkadian dan perubahan ritme sirkadian dapat memengaruhi komposisi mikrob usus. Seperti yang kita tahu, perubahan keseimbangan mikrob pada usus besar dapat menimbulkan berbagai keluhan dan penyakit pada saluran cerna. Beberapa penyakit saluran cerna yang dapat ditimbulkan akibat terganggunya ritme sirkadian antara lain IBS (Irritable Bowel Syndrome) atau sindroma iritasi pada usus besar, IBD (Inflammatory Bowel Disease) atau peradangan pada usus besar, bahkan kanker pada saluran cerna termasuk kanker usus besar.

.

Ritme sirkadian memengaruhi perubahan fisik, mental, dan perilaku manusia yang megikuti periode 24 jam sebagai pengaruh ‘terang’ dan ‘gelap’. Ritme sirkadian sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan dan pola hidup. Ketika kita melawan ritme sirkadian pada tubuh sama saja seperti kita mencoba untuk membuat tubuh menjadi mudah terkena penyakit. Tidur malam yang cukup, olahraga teratur, mengonsumsi makanan bergizi, dan memiliki waktu makan yang teratur adalah penentu untuk menjaga stabilitas dari ritme sirkadian dan baik untuk kesehatan jiwa dan raga Anda.

.


Referensi
Codoñer-Franch P, Gombert M. Circadian rhythms in the pathogenesis of gastrointestinal diseases. World J Gastroenterol. 2018;24(38):4297-4303.

Martchenko A, Martchenko SE, Biancolin AD, Brubaker PL. Circadian Rhythms and the Gastrointestinal Tract: Relationship to Metabolism and Gut Hormones. Endocrinology. 2020 Dec 1;161(12):bqaa167.

Vaughn B, Rotolo S, Roth H. Circadian rhythm and sleep influences on digestive physiology and disorders. ChronoPhysiology and Therapy. 2014;4:67-77.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*