Penulis: Prof. dr. H. Abdul Aziz Rani, SpPD, K-GEH
Divisi Gastroenterologi, Pankreatobilier dan Endoskopi Saluran Cerna, KSM/ Departemen Ilmu Penyakit Dalam,
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Probiotik dan prebiotik merupakan dua komponen penting yang berperan besar dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan manusia. Meski sekilas namanya mirip, keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Probiotik adalah mikroorganisme yang memberikan manfaat kesehatan ketika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, sementara prebiotik adalah serat makanan yang berfungsi sebagai “sumber nutrisi” bagi bakteri baik di usus. Keduanya bekerja secara sinergis untuk menciptakan keseimbangan mikrobiota usus dan menjaga kesehatan saluran cerna.
Bila dikonsumsi secara rutin, probiotik dan prebiotik dapat memberikan berbagai manfaat penting bagi tubuh.
-
Menjaga keseimbangan mikrobiota usus
Salah satu manfaat utama probiotik adalah kemampuannya dalam mempertahankan keseimbangan mikrobiota usus. Ketika terjadi gangguan saluran cerna seperti diare akibat infeksi atau penggunaan antibiotik, probiotik membantu memulihkan komposisi bakteri baik dalam saluran pencernaan. Bakteri baik ini berperan dalam melawan bakeri patogen, memperbaiki fungsi barrier atau pelindung usus, dan menurunkan risiko terjadinya dysbiosis atau ketidakseimbangan mikrobiota usus.
-
Memperkuat dinding usus dan mengurangi peradangan
Prebiotik sebagai sumber nutrisi bagi probiotik berperan penting dalam menjaga pertumbumbuhan bakteri baik. Serat prebiotik tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, namun akan difermentasi oleh bakteri di usus besar. Proses fermentasi ini akan menghasilkan asam lemak rantai pendek (short-chain fatty acids/SCFA) yang berfungsi memperkuat dinding usus, dan mengurangi peradangan yang terjadi pada usus.
Konsumsi probiotik dan prebiotik secara bersamaan yang dikenal sebagai sinbiotik, terbukti memberikan efek yang lebih optimal karena mampu meningkatkan kolonisasi bakteri baik di usus dan memperbaiki kesehatan pencernaan secara keseluruhan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sinbiotik lebih efektif dalam mengurangi gejala gangguan cerna dibandingkan probiotik atau prebiotik tunggal. -
Mengurangi gejala irritable bowel syndrome (IBS)
Probiotik terbukti bermanfaat dalam membantu mencegah dan mengelola Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar. Beberapa strain probiotik, seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium mampu mengurangi gejala seperti kembung, diare, dan nyeri perut pada pasien-pasien yang mengalami IBS. Efek ini diperoleh karena probiotik mampu menurunkan sensitivitas mukosa di dalam usus dan memperbaiki pergerakan peristaltik usus.
-
Meningkatkan daya tahan tubuh
Selain itu, probiotik memiliki manfaat dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Usus merupakan organ penting yang berperan pada lebih dari 70% sistem imun tubuh. Dengan menjaga keseimbangan bakteri di usus, probiotik dapat:
– merangsang produksi antibodi,
– meningkatkan aktivitas sel imun
– menjaga kekebalan tubuh
– serta menurunkan risiko infeksi saluran cerna maupun infeksi sistemik (infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh).
-
Mencegah penyakit metabolic
Prebiotik juga mendukung kesehatan metabolik. SCFA atau asam lemak rantai pendek yang dihasilkan dari fermentasi prebiotik berperan dalam mengatur metabolisme gula dan lemak. Manfaatnya antara lain:
– membantu mencegah obesitas
– mengurangi risiko diabetes tipe 2
– meningkatkan sensitivitas insulin
– serta membantu regulasi tekanan darah.Dengan demikian, konsumsi prebiotik tidak hanya menguntungkan pencernaan, tetapi juga kesehatan metabolik tubuh secara keseluruhan.
-
Membantu mengurangi stress
Kesehatan mental ternyata berkaitan erat dengan probiotik melalui mekanisme gut–brain axis. Probiotik tertentu terbukti dapat mengurangi kecemasan dan stres dengan menghasilkan neurotransmiter pada otak seperti serotonin. Kondisi usus yang sehat akan memberikan dampak positif terhadap fungsi otak, sehingga probiotik juga berkontribusi dalam menjaga kesehatan mental.
Sumber Probiotik dan Prebiotik
Dalam kehidupan sehari-hari:
- Probiotik dapat ditemukan dalam makanan fermentasi seperti yogurt, tempe, kefir, kimchi, dan kombucha.
- Prebiotik terdapat dalam makanan berserat seperti pisang, bawang, asparagus, gandum utuh, dan kacang-kacangan.
Konsumsi rutin kedua jenis nutrisi ini dapat meningkatkan fungsi pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Secara keseluruhan, probiotik dan prebiotik memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem usus, memperkuat sistem imun tubuh, mendukung metabolisme, bahkan dapat berkontribusi pada kesehatan mental. Dengan mengintegrasikan keduanya ke dalam pola makan sehari-hari, kita dapat memperoleh manfaat kesehatan jangka panjang dan mencegah berbagai gangguan pencernaan.
Referensi:
- Quigley EMM. Prebiotics and Probiotics in Digestive Health. Clin Gastroenterol Hepatol. 2019 Jan;17(2):333-344. doi: 10.1016/j.cgh.2018.09.028. Epub 2018 Sep 26. PMID: 30267869.
- Wu Y, Li Y, Zheng Q, Li L. The Efficacy of Probiotics, Prebiotics, Synbiotics, and Fecal Microbiota Transplantation in Irritable Bowel Syndrome: A Systematic Review and Network Meta-Analysis. Nutrients. 2024 Jul 2;16(13):2114. doi: 10.3390/nu16132114. PMID: 38999862; PMCID: PMC11243554.
- Liu RT, Walsh RFL, Sheehan AE. Prebiotics and probiotics for depression and anxiety: A systematic review and meta-analysis of controlled clinical trials. Neurosci Biobehav Rev. 2019 Jul;102:13-23. doi: 10.1016/j.neubiorev.2019.03.023. Epub 2019 Apr 17. PMID: 31004628; PMCID: PMC6584030.

Leave a Reply