Adakah hubungan antara hiatal hernia dengan GERD?
Kerongkongan, gastroesophageal junction (GEJ) atau saluran penghubung kerongkongan dan lambung, otot diafragma, dan lambung adalah satu set yang kompleks dan dinamis bekerja sama untuk memastikan cairan dan makanan yang kita konsumsi dapat masuk ke lambung serta isi lambung tidak kembali naik ke kerongkongan. Kondisi dimana naiknya isi lambung termasuk asam lambung ke dalam kerongkongan akibat melemahnya katup antara kerongkongan dan lambung disebut dengan GERD. Hubungan antara kondisi hiatal hernia dan GERD relatif saling terkait dan memiliki signifikansi dalam hal klinis.
.
“Orang dengan hiatal hernia lebih berisiko menderita GERD”
Studi menunjukan bahwa terdapat hubungan antara ukuran hiatal hernia dengan kejadian GERD, dimana pasien dengan hiatal hernia yang besar cenderung lebih rentan mengalami GERD dan memiliki lebih banyak gejala refluks asam lambung dibandingkan pasien dengan hiatal hernia berukuran kecil.
.
“Orang dengan GERD berkepanjangan dapat berisiko mengalami kondisi hiatal hernia”
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa GERD yang berlangsung lama dapat menyebabkan melemahnya sfingter yang lebih berat dan berkembang menjadi hiatal hernia.
.
“Seseorang dapat mengalami hiatal hernia tanpa menderita GERD dan yang lain juga dapat menderita GERD tanpa memiliki hiatal hernia”
Berhubungan dengan penjelasan sebelumnya, bahwa keduanya mungkin muncul bersamaan, namun tidak selalu bersamaan.
.
Bagaimana cara mendiagnosis hiatal hernia?
Dokter akan memberikan pertanyaan tentang keluhan dan gejala yang dialami pasien. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis. Pemeriksaan penunjang yang dapat dipilih antara lain:
- Foto rontgen. Foto rontgen pada saluran cerna bagian atas dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi kerongkongan dan lambung. Cairan barium dapat digunakan untuk memperjelas gambaran saluran cerna.
- Endoskopi bagian atas. Prosedur dimana dokter memasukkan tabung tipis berkamera dan fleksibel ke tenggorokan pasien untuk memeriksa bagian dalam kerongkongan dan lambung.
- Manometri esofagus. Tes yang mengukur irama gerak dan kontraksi otot di kerongkongan pada saat pasien menelan.
Seperti hiatal hernia, GERD dapat didiagnosis dengan melakukan endoskopi bagian atas dan manometri esofagus. Pasien juga dapat didiagnosis dengan GERD melalui ambulatory acid (pH) probe test, yaitu suatu tes yang mengevaluasi seberapa sering asam lambung naik ke kerongkongan.
.
Bagaimana penatalaksanaan hiatal hernia?
Umumnya, pasien dengan hiatal hernia yang tidak mengalami tanda atau gejala apapun tidak memerlukan perawatan segera. Pengobatan utama yang bisa dilakukan adalah dengan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Jika pasien memiliki keluhan dan gejala seperti yang dijelaskan sebelumnya, maka pasien mungkin sudah memerlukan obat penurun asam lambung atau bahkan pembedahan. Pembedahan dipertimbangkan jika pasien tidak mengalami perbaikan setelah mengonsumsi obat-obatan untuk mengurangi refluk asam lambung, adanya hiatal hernia dengan ukuran yang besar dengan gejala yang memberat, adanya komplikasi seperti peradangan kerongkongan yang parah, serta adanya penyempitan kerongkongan.
Perubahan gaya hidup sehat yang dapat diikuti untuk pasien dengan hital hernia antara lain:
- Membatasi atau menghindari makanan pemicu naiknya asam lambung seperti minuman bersoda, alkohol, cokelat, kafein, makanan pedas, asam, berlemak
- Makan perlahan dengan porsi yang tidak berlebihan
- Mengurangi berat badan jika berat badan berlebih
- Tidak merokok
- Makan setidaknya tiga jam sebelum tidur dan hindari makan tepat sebelum tidur
- Meninggikan posisi kepala ketika berbaring untuk menjaga asam lambung tidak naik ke kerongkongan
.
Informasi tentang GERD di sini
Referensi
Andrews WG, Louise BE. 2021. The relationship of hiatal hernia and gastroesophageal reflux symptoms—two-sphincter hypothesis: a review. Ann Laparosc Endosc Surg. 6:41.
Franzén T, Tibbling L. 2014. Is the severity of gastroesophageal reflux dependent on hiatus hernia size? World J Gastroenterol. 4;20(6):1582-4.
Hyun JJ, Bak YT. 2011. Clinical significance of hiatal hernia. Gut Liver. 5(3):267-77.

Leave a Reply