Kenapa Kepala Menjadi Sakit saat Mengalami Sembelit?

Sumber gambar: freepik.com

Pernahkan Anda mengalami sembelit dan sakit kepala dalam waktu yang bersamaan? Menurut penelitian, gangguan pada sistem pencernaan ternyata dapat memicu terjadinya sakit kepala, loh!

Konstipasi atau sembelit adalah kondisi buang air besar yang tidak memuaskan ditandai dengan frekuensi BAB yang lebih sedikit dari biasanya, kesulitan untuk mengeluarkan tinja, atau perubahan bentuk tinja menjadi keras. Sakit kepala adalah rasa sakit yang muncul di bagian manapun kepala Anda, dapat di satu sisi atau seluruh bagian kepala. Rasa sakitnya pun dapat berbeda-beda, ada yang tajam, berdenyut, dan seperti terikat. Sakit kepala yang dirasakan dapat terasa berberapa menit bahkan berhari-hari. Sakit kepala dibagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Sakit kepala primer adalah sakit kepala yang tidak disebabkan masalah medis yang lain, seperti migrain dan sakit kepala tipe ketegangan. Sedangkan sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan karena demam, infeksi, trauma kepala, atau penyakit lain yang mendasarinya. Terkadang saat mengalami konstipasi, seseorang juga mengeluh sakit kepala dalam waktu yang bersamaan.

Kondisi konstipasi dan sakit kepala apabila terjadi bersamaan dalam jangka waktu yang lama, biasanya memerlukan perubahan pola hidup bahkan perawatan medis tertentu. Lalu apakah sebenarnya hubungan konstipasi dan sakit kepala? Kondisi apa saja yang menyebabkan keluhan tersebut muncul? Simak artikelnya!

.

Apakah hubungan sembelit dan sakit kepala?

Tidak sedikit orang yang mengalami konstipasi juga mengeluh mengalami sakit kepala. Beberapa penelitian telah melakukan penyelidikan terhadap keterkaitan antara keduanya. Suatu studi menunjukkan pada pasien yang memiliki dua keluhan tersebut, gejala sakit kepala akan membaik seiring pengobatan konstipasi dan setelah perawatan konstipasi selesai.

Studi menunjukkan bahwa konstipasi dan sakit kepala memiliki perjalanan penyakit yang saling berhubungan:

  • Pertama, pada penderita konstipasi ditemukan gangguan produksi suatu zat kimia tubuh yaitu serotonin. Ternyata, perubahan kadar serotonin juga dikaitkan dengan nyeri kepala terutama tipe migrain
  • Kedua, orang yang memiliki masalah psikis, termasuk gangguan depresi, mood, dan kecemasan cenderung lebih sering mengalami keluhan sakit kepala dan konstipasi bersamaan
  • Ketiga, konstipasi berhubungan dengan stress, dehidrasi, kurangnya asupan cairan dan kurangnya nafsu makan. Faktor-faktor ini pula dapat menyebabkan sakit kepala. Melakukan manuver valsava seperti mengejan saat buang air besar juga dapat memicu sakit kepala semakin berat
  • Keempat, adanya interaksi antara otak dan usus dalam mengirimkan sinyal secara dua arah memungkinkan gejala sakit kepala dan konstipasi muncul bersamaan
  • Kelima, penelitian menunjukkan kadar antioksidan berkurang pada pasien yang mengeluh nyeri kepala. Adanya konstipasi mungkin mengurangi penyerapan antioksidan dan menyebabkan atau memperburuk keluhan sakit kepala
  • Selain itu, perubahan sel dan molekuler pada penyakit tertentu juga menjadi penyebab timbulnya keluhan konstipasi dan sakit kepala secara bersamaan.

.

Apa saja penyakit yang dapat menyebabkan keluhan konstipasi dan nyeri kepala muncul bersamaan?

Berikut merupakan beberapa penyakit yang sering menimbulkan keluhan konstipasi dan nyeri kepala. Kondisi-kondisi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

Penyakit Celiac

Penyakit Celiac adalah penyakit autoimun yang terjadi akibat mengonsumsi gluten (umumnya terdapat pada gandum, kue, pasta, dan sereal). Sistem imun atau kekebalan tubuh akan memberikan reaksi peradangan dan kerusakan usus setelah mengonsumsi gluten, sehingga terjadi gangguan penyerapan pada usus. Gluten merupakan protein yang terdapat dalam gandum dan produk-produk pembentuknya.

Gejala yang dapat timbul, antara lain gangguan pada saluran pencernaan baik diare maupun konstipasi. Beberapa penelitian telah menyelidiki keterkaitan antara Penyakit Celiac dengan sakit kepala terutama migrain dikarenakan kejadiannya sering terjadi. Penelitian menunjukkan bahwa diet bebas gluten yang menjadi pengobatan utama penyakit ini selain mengurangi keluhan pada sistem pencernaan juga dapat dapat menurunkan bahkan menghilangkan keluhan migrain.

.

Fibromialgia

Fibromialgia adalah penyakit yang ditandai oleh rasa nyeri otot di seluruh tubuh disertai rasa lelah. Sekitar 70% penderita fibromialgia juga menderita sindrom iritasi usus besar atau Irritable Bowel Syndrome (IBS) dengan gejala yang muncul adalah gangguan pada sistem pencernaan seperti konstipasi atau diare. Gejala mungkin bergantian di antara keduanya.

Studi juga menunjukkan sakit kepala, termasuk migrain dan nyeri kepala tipe ketegangan, terjadi pada setengah dari penderita fibromialgia. Lebih dari 80% peserta penelitian melaporkan sakit kepala yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dari penelitian tersebut didapatkan bahwa penderita fibromialgia sering mengalami keluhan pencernaan disertai dengan nyeri kepala. Menjalani pola hidup sehat seperti berolahraga, meditasi, istirahat yang cukup, dan makan sehat dapat membantu mengurangi gejala yang dialami penderita.

.

Sindrom kelelahan kronis

Sindrom kelelahan kronis atau Chronic Fatigue Syndrome (CFS) adalah suatu kondisi kelelahan yang sering kambuh atau terus menerus dan tidak dapat dijelaskan yang diperburuk oleh aktivitas fisik maupun mental. CFS ditandai dengan gangguan fungsi syaraf dan psikis atau perilaku seperti sakit kepala, nyeri otot dan sendi setelah aktivitas, gangguan memori dan konsentrasi, gangguan tidur, dan perubahan suasana hati seperti depresi dan kecemasan. Selain itu, banyak pasien CFS mengeluh gangguan pencernaan termasuk konstipasi atau perubahan kebiasaan buang air besar dan perut yang tidak nyaman. Penelitian menunjukkan, banyak penderita CFS yang juga menderita IBS. Meskipun perjalanan penyakit dari CFS belum sepenuhnya dapat dijelaskan, namun tingginya angka penderita CFS yang mengalami nyeri kepala dan konstipasi dikaitkan dengan adanya interaksi antara otak, syaraf, dan saluran cerna.

.

Selain 3 penyakit di atas, Premenstrual Syndrome (PMS) pada wanita juga dapat menimbulkan keluhan konstipasi dan nyeri kepala bersamaan akibat perubahan kadar hormon estrogen, progesteron, termasuk juga serotonin. Efek samping obat-obatan tertentu dan makanan seperti cokelat, keju, alkohol, dan tinggi lemak juga dapat menjadi pemicu terjadinya keluhan konstipasi dan nyeri kepala. Oleh karena itu, penting untuk kita mengetahui penyebab yang mendasari timbulnya keluhan tersebut untuk mengetahui pencegahan dan pengobatan yang tepat.

Untuk membantu dokter Anda mengetahui apa yang sedang terjadi, catatlah seberapa sering Anda mengalami konstipasi bersamaan dengan sakit kepala. Perhatikan kondisi lain apa yang mendasarinya, termasuk adanya stress atau kecemasan yang menyertai ketika Anda mengalami keluhan tersebut serta apakah ada obat atau makanan pemicu yang Anda konsumsi saat keluhan itu muncul.

Pada beberapa kasus, konstipasi dan sakit kepala yang muncul mungkin memiliki penyebab yang sama, yaitu kurang terpenuhinya serat dan cairan. Makanan dengan gizi seimbang dan cukup serat, serta konsumsi air putih lebih dari 8 gelas per hari, ditambah dengan olahraga rutin, meditasi, serta tidur yang cukup dapat membantu mencegah dan mengurangi keluhan sembelit dan sakit kepala. Apabila penyebabnya adalah penyakit tertentu seperti yang sudah dibahas sebelumnya, maka cara untuk mengatasinya adalah mendapatkan perawatan dan pengobatan sesuai penyakitnya, misalnya pada penderita Celiac untuk menghindari makanan yang mengandung gluten. Konsultasikanlah keluhan Anda kepada dokter apabila keluhan yang Anda rasakan tidak kunjung membaik setelah menjalani pola hidup dan makan sehat agar mendapat pengobatan dan penanganan yang tepat. Stay healthy!

.

Referensi
Lakhan SE, Kirchgessner A. 2010. Gut inflammation in chronic fatigue syndrome. Nutr Metab (Lond). 2010;7:79.

Ozan ZT, Tanik N, Inan LE. 2019. Constipation is associated with tension type headache in women. Arquivos de Neuro-Psiquiatria, 77(3), 161–165.

Park MN, Choi MG, You SJ. 2015. The relationship between primary headache and constipation in children and adolescents. Korean J Pediatr, 58(2):60-63.

Rezaeiashtiani A, Jadidi A, Khanmohammadi-Hezaveh A, et al. 2019. Is the Treatment of Constipation Can Relieve the Migraine Symptoms? A Randomized Clinical Trial Study. J Pediatr Neurosci, 14(4):186-190. Van Hemert S, Breedveld AC, Rovers JM, et al. 2014, Migraine associated with gastrointestinal disorders: review of the literature and clinical implications. Front Neurol. 2014;5:241.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*