8 Komplikasi GERD yang Perlu Diwaspadai!

Kanker esofagus

Terdapat dua jenis kanker esofagus atau kerongkongan, yaitu adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa. Jenis kanker adenokarsinoma lebih umum ditemukan dan biasanya terjadi pada bagian bawah kerongkongan dekat ke lambung. Kondisi GERD dan Barrett’s esofagus dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker esofagus jenis adenokarsinoma.

.

Laringitis

GERD dapat menyebabkan peradangan pada tenggorokan dan pita suara akibat asam lambung yang naik masuk ke tenggorokan atau saluran napas melalui kerongkongan.  Hal ini dapat menimbulkan keluhan batuk-batuk, suara serak, nyeri dan rasa panas pada tenggorokan, sesak, bahkan radang paru atau pneumonia. Pada beberapa pasien, naiknya asam lambung dapat memperburuk gejala asma sebab paparan asam lambung diduga membuat paru menjadi sensitif terhadap debu dan pemicu asma lainnya.

.

Baca juga: 6 Tips Agar Dapat Mengonsumsi Kopi yang Aman Bagi Lambung

.

Mulut kering dan ginggivitis

Jumlah air liur dan fungsi menelan berkurang secara signifikan pada pasien dengan GERD. Pengurangan jumlah air liur menyebabkan kekeringan pada mulut. Peradangan pada gusi atau pada bahasa medis disebut dengan ginggivitis merupakan komplikasi yang mungkin terjadi akibat kurangnya air liur.

.

Erosi gigi

Erosi gigi adalah hilangnya jaringan keras gigi secara ireversibel oleh proses kimia yang tidak melibatkan bakteri dan merupakan gejala utama pada mulut yang diketahui disebabkan oleh refluks asam lambung pada pasien dengan GERD. Erosi pada gigi disebabkan oleh kombinasi faktor dari luar dan dalam, seperti makan dan minum yang asam, obat-obatan, muntah berulang, dan naiknya asam lambung.

.

Telah kita bahas komplikasi apa saja yang dapat terjadi ketika GERD tidak ditangani secara tepat. GERD dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri pada area dada sehingga membuatnya sulit dibedakan dengan gejala serangan jantung. Serangan jantung merupakan kondisi darurat medis yang harus segera mendapatkan tatalakasana dan pengobatan. Jika kita mengalami keluhan tidak nyaman pada dada, penting bagi kita untuk mengonsultasikan diri kepada dokter untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya sehingga tepat tatalaksana dan tidak terjadi keterlambatan dalam penanganannya. 

.

Simak juga:

.


Referensi
Antunes C, Aleem A, Curtis SA. Gastroesophageal Reflux Disease. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-.

Clarrett DM, Hachem C. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Mo Med. 2018;115(3):214-218.

Durazzo M, Lupi G, Cicerchia F, et al. Exta-Esophageal Presentation of Gastroesophageal Reflux Disease: 2020 Update. J Clin Med. 2020;9(8):2559.

8 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*