Konstipasi Kronis: Perhatikan Ini Jika Sembelit Tidak Kunjung Sembuh!

Sumber gambar: freepik.com

Penulis: dr. Achmad Fauzi, SpPD, K-GEH
Divisi Gastroenterologi, Pankreatobilier dan Endoskopi Saluran Cerna, KSM/ Departemen Ilmu Penyakit Dalam,
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

.

Sembelit atau dalam bahasa medis disebut konstipasi adalah masalah kesehatan yang seringkali terabaikan. Konstipasi merupakan kelainan yang bersifat subjektif sehingga seringkali terdapat perbedaan pendapat antara dokter dan pasien dalam mengartikannya. Konstipasi secara luas didefinisikan sebagai buang air besar yang tidak memuaskan, tidak tuntas, atau bahkan tidak sama sekali yang ditandai dengan frekuensi pengeluaran tinja yang jarang, pengeluaran tinja yang sulit, atau keduanya. Frekuensi buang air besar yang sering dijadikan panduan untuk dikatakan normal, yaitu antara 3 – 21 kali per minggu.

Konstipasi dikatakan kronis jika adanya gejala-gejala konstipasi paling tidak selama 3 bulan. Angka kejadian konstipasi meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 52% penderita konstipasi kronis menyatakan bahwa gejala yang mereka alami memengaruhi kualitas hidupnya.

.

Apa saja yang dapat menyebabkan konstipasi kronis?

Penyebab konstipasi kronis dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, yaitu:

  • Idiopatik atau fungsional
    Konstipasi idiopatik atau fungsional adalah jenis konstipasi terbanyak dan tidak diketahui penyebabnya.
  • Mekanis
    Penyebab konstipasi mekanis dapat dideteksi menggunakan alat teropong usus besar atau kolonoskopi seperti adanya tumor, sumbatan lain pada usus, striktur atau penyempitan usus, hemoroid atau wasir, dan fisura atau luka robek pada anus.
  • Neuropatik
    Adanya gangguan pada sistem syaraf seperti trauma, tumor, dan penyakit syaraf seperti parkinson dapat menyebabkan gangguan pergerakan saluran cerna yang pada akhirnya menimbulkan keluhan konstipasi.
  • Miopati
    Penyakit yang menyerang jaringan ikat seperti skeroderma dan amiloidosis juga dapat menimbulkan gejala konstipasi yang lama.
  • Efek obat
    Beberapa obat dapat menyebabkan konstipasi kronis, seperti obat anti-depresi, anti-kejang, relaksan otot polos, suplemen kalsium, dan suplemen besi.

Selain penyebab yang telah disebutkan diatas, terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan seseorang lebih berisiko mengalami konstipasi kronis, yaitu orang lansia, wanita, ibu hamil, orang dengan aktivitas rendah seperti sedang tirah baring atau bedrest, orang yang mengalami depresi atau kecemasan, dan diet rendah serat.

Punya keluhan sakit maag/ lambung/ GERD?
Isi survei kami di bit.ly/surveiherbalYGI

.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*