Hati-hati! Obat Pereda Nyeri Dapat Menyebabkan Gangguan hingga Perdarahan Saluran Cerna

Bagaimana saya mengetahui bahwa saya mengalami gangguan saluran cerna yang disebabkan oleh obat anti nyeri atau tidak?

Keluhan yang ditimbulkan dapat menyerupai gangguan pada lambung lainnya seperti rasa tidak nyaman pada ulu hati, rasa perih, atau bahkan hingga disertai adanya muntah berwarna kehitaman. Pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan dengan menggunakan endoskopi. Pada endoskopi, dapat ditemukan adanya luka-luka kecil yang dapat disertai sedikit perdarahan. Keadaan seperti ini biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Keadaan yang lebih berat dapat ditemukan adanya luka dengan perdarahan yang cukup banyak, apabila berlanjut dapat ditemukan adanya kebocoran pada saluran cerna.

.

.

Bagaimana mengatasi gangguan saluran cerna yang dicetuskan oleh obat anti nyeri?

Pertama, perlu dipahami bagaimana cara mencegah terjadinya gangguan pada saluran cerna apabila pasien memang benar membutuhkan obat anti nyeri berulang atau dalam jangka panjang. Diperlukan penilaian apakah pasien memiliki faktor risiko seperti yang telah disebutkan diatas. Pada pasien yang berisiko mengalami gangguan saluran cerna dan harus mengonsumsi obat anti nyeri, dapat diberikan pencegahan dengan menggunakan obat lambung golongan protein pump inhibitor seperti omeprazol. Selain itu, dapat juga dilakukan penggantian obat anti nyeri ke golongan COX-2 selektif dimana jauh lebih aman bagi lambung karena bekerja selektif dengan tidak menurunkan produksi prostaglandin yang berperan dalam melindungi permukaan lambung.

Kondisi ringan dapat sembuh dengan sendirinya walaupun terkadang obat anti nyeri harus tetap dilanjutkan. Untuk mengurangi gangguan di saluran cerna, dapat diberikan obat untuk menurunkan produksi asam lambung dan pelindung lapisan lambung. Pada beberapa keadaan berat, penghentian konsumsi obat anti nyeri dengan kombinasi pemberian obat-obat diatas dapat memberikan hasil yang baik.

.

Penggunaan obat anti nyeri yang tidak tepat ataupun tanpa petunjuk dari dokter dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran cerna, terutama pada pasien yang memiliki faktor risiko. Obat anti nyeri, demam, atau anti peradangan tidak perlu menjadi sesuatu yang ditakuti untuk dikonsumsi jika dikonsultasikan dengan dokter, terutama bagi orang yang perlu mengonsumsi cukup sering atau bahkan rutin. Penting juga untuk mengenali gejala yang ditimbulkan agar permasalahan saluran cerna tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berat seperti perdarahan atau kebocoran pada saluran cerna. Bagi pasien yang perlu mengonsumsi obat anti nyeri, dapat dipertimbangkan untuk mengonsumsi obat lambung atau mengganti obat anti nyeri dengan golongan COX-2 selektif untuk mencegah terjadinya gangguan pada saluran cerna.


Referensi
Hawkey, Cristopher. 2000. Nonsteroidal Anti Inflammatory Drug Gastropathy. Gasteroenterology 2000;119:521-535 : University Hospital Nottingham, Queens Medical Centre

Hirlan. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi V : Gastritis Akut. Interna Publishing : Jakarta

Ilone, Stella. Simadibrata, Marcellus. 2016. Diagnosis and Management of Gastroenteropathy Associated to Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs. The Indonesian Journal of Gastroenterology Hepatology and Digestive Endoscopy

Sinha, Mau. Et all. 2013. Current Perspective in NSAID Induced Gastropathy. Hindawi Publishing Mediators of Inflammation Vol. 2013

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*