Apa saja persiapan sebelum EUS?
Ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum tindakan EUS.
- Persiapan yang dilakukan bergantung pada letak yang akan diperiksa. Dari hasil anamnesis atau wawancara pasien serta pemeriksaan fisik, akan dicurigai bagian mana yang akan difokuskan untuk pemeriksaan lanjutan.
- Jika bagian tersebut adalah saluran cerna atas, maka akan dilakukan EUS saluran cerna atas dengan memasukkan alat melalui mulut, dimana persiapannya pasien harus berpuasa sesuai dengan saran dokter sekitar kurang lebih 6 jam.
- Namun, jika keluhan dan gejala yang dirasakan pasien lebih mengarah pada saluran cerna bawah, maka akan dilakukan EUS saluran cerna bawah dengan memasukkan alat melalui anus dimana selain berpuasa, pasien akan dipersiapkan untuk meminum cairan yang dapat membersihkan isi usus besar, menjalani diet khusus, dan mengonsumsi obat pencahar sebelumnya.
- Beritahu dokter jika ada riwayat alergi obat atau sedang mengonsumsi obat-obatan rutin, contohnya pengencer darah. Sebab terdapat beberapa obat yang perlu dihentikan sementara atau disesuaikan dosisnya sebelum tindakan.
.
Baca juga: Sekilas mengenai Endoskopi Saluran Cerna: Apa itu Endoskopi, Risiko dan Persiapan Tindakan (1)
.
Bagaimana tatalaksana EUS?
Jika setelah persiapan dokter menyatakan bahwa pasien layak untuk dilakukan pemeriksaan EUS, maka tindakan dapat dikerjakan.
- Pasien yang menjalani EUS akan diberikan obat penenang atau anastesi sebelum tindakan.
- Pada pemeriksaan EUS saluran cerna atas, dapat diberikan semprot anestesi lokal pada mulut untuk mengurangi rasa tidak nyaman selama pemeriksaan.
- Setelah obat penenang atau anastesi dipastikan sudah bekerja, dokter akan memasukkan alat ke dalam mulut atau anus pasien tergantung bagian mana yang akan dilihat.
- Dokter akan mengamati bagian dalam saluran cerna dari monitor kamera endoskopi dan gambaran ultrasound di monitor lain.
- Selain itu, EUS juga dapat membantu dalam pengambilan sampel jaringan atau biopsi untuk diperiksakan lebih lanjut di laboratorium.
- Seluruh prosedur biasanya memakan waktu sekitar 30 hingga 90 menit dan pasien biasanya dapat pulang pada hari yang sama dengan prosedur.
- Sesudah EUS dilaksanakan, kondisi pasien akan diobservasi. Obat penenang akan hilang dalam waktu 30 menit hingga satu jam.
- Dokter akan mendiskusikan temuannya pada pasien dan rencana berikutnya setelah dilakukan EUS.
- Jika terdapat tindakan biopsi, maka pasien akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk mengetahui hasilnya.
Keluhan yang mungkin dirasakan oleh pasien setelah tindakan antara lain rasa tidak nyaman atau sakit pada tenggorokan (EUS saluran cerna atas) dan perut terasa kembung (EUS saluran cerna bawah). Gejala-gejala ini biasanya akan hilang dalam waktu 24 jam setelah tindakan.
.
Risiko dan komplikasi yang dapat terjadi?
Pemeriksaan EUS adalah prosedur yang relatif aman dengan komplikasi yang relatif jarang. Komplikasi yang mungkin dapat terjadi pada pemeriksaan ini antara lain reaksi alergi terhadap obat anastesi, kerusakan atau perdarahan pada saluran cerna, robekan atau perforasi pada dinding saluran cerna, peradangan/ infeksi, dan masuknya cairan dari perut ke paru-paru pada pemeriksaan EUS saluran cerna atas.
.
Kapan harus segera ke dokter?
Apabila setelah pemeriksaan EUS, Anda memiliki keluhan adanya darah dalam tinja, kesulitan dalam buang air besar yang berkepanjangan, demam, sulit menelan, nyeri dada dan perut yang hebat dan terus-menerus, serta sesak napas maka segeralah ke dokter untuk penatalaksanaan lebih lanjut.
.
Informasi lainnya tentang endoskopi di sini
Cek semua media sosial YGI di https://linktr.ee/ygi.or.id
.
Referensi
American Society for Gastrointestinal Endoscopy. Understanding EUS (Endoscopic Ultrasonography).Available at https://www.asge.org/home/for-patients/patient-information/understanding-eus) Accessed 6/8/2022.
Lakhtakia S. Complications of diagnostic and therapeutic Endoscopic Ultrasound. Best Pract Res Clin Gastroenterol. 2016 Oct;30(5):807-823.
Reddy Y, Willert RP. Endoscopic ultrasound: what is it and when should it be used?. Clin Med (Lond). 2009;9(6):539-543.

Leave a Reply