Penulis: Dr. dr. Hasan Maulahela, SpPD, K-GEH, FACG, FINASIM
Divisi Gastroenterologi, Pankreatobilier dan Endoskopi Saluran Cerna, KSM/ Departemen Ilmu Penyakit Dalam,
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Kanker kolorektal merupakan salah satu penyakit penyebab kematian yang tinggi di dunia. Menurut World Health Organization (WHO), kanker ini sering berkembang secara perlahan tanpa terdeteksi dengan gejala yang jelas pada tahap awal. Hal ini membuat skrining kanker kolorektal menjadi kunci utama untuk mendeteksi secara dini dan menegakkan diagnosis secara cepat dan tepat untuk meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.
Skrining kanker kolorektal terdiri dari rangkaian pemeriksaan yang dilakukan pada individu tanpa gejala untuk menemukan adanya pertumbuhan abnormal seperti jaringan polip atau pertumbuhan jaringan lain yang potensial menjadi kanker sejak dini. Polip merupakan pertumbuhan jaringan abnormal di usus besar yang dapat berkembang menjadi kanker jika tidak ditangani. Dengan deteksi dini melalui skrining, polip dapat diangkat sebelum berubah menjadi keganasan.
Siapa yang perlu dilakukan skrining? Dan kapan mulai dilakukan skrining?
Pertanyaan penting berikutnya adalah: Siapakah individu yang perlu menjalani skrining? Secara umum, semua individu dengan faktor risiko dianjurkan untuk mulai skrining pada usia tertentu, bahkan walaupun individu tersebut tidak memiliki keluhan apapun terkait pencernaannya. Menurut American Cancer Society, skrining untuk individu dengan risiko menengah sebaiknya dimulai pada saat usia 45 tahun. Rekomendasi ini didasarkan pada meningkatnya insidensi kanker kolorektal pada usia yang lebih muda dalam beberapa dekade terakhir. Skrining dilakukan secara rutin dan diulang secara berkala sesuai metode skrining yang dipilih.
Sedangkan individu dengan faktor risiko tinggi memerlukan perhatian khusus dan perlu dilakukan skrining lebih awal dibandingkan individu dengan risiko menengah. Kelompok dengan risiko tinggi ini meliputi individu dengan riwayat keluarga kanker kolorektal, riwayat polip sebelumnya, atau individu dengan riwayat penyakit radang usus seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn (Crohn’s disease). Pada kelompok ini, skrining dapat dimulai lebih awal, bahkan sebelum usia 40 tahun, untuk meningkatkan peluang deteksi dini kanker kolorektal.
Metode skrining yang dapat dilakukan
Terdapat beberapa metode skrining yang dapat dipilih. Pemeriksaan non-invasif seperti tes darah samar pada feses (FOBT/fecal occult blood test atau FIT/fecal immunochemical test) merupakan pemeriksaan yang cukup sederhana dan dapat dilakukan secara rutin setiap tahun. Sementara itu, pemeriksaan endoskopi seperti kolonoskopi merupakan metode yang lebih invasif namun lebih komprehensif karena memungkinkan visualisasi langsung dan pengangkatan polip dalam satu prosedur.
Kolonoskopi sering dianggap sebagai gold standard dalam skrining kanker kolorektal. Meskipun skrining dengan kolonoskopi merupakan prosedur yang lebih invasif, manfaatnya sangat besar dalam mendeteksi lesi pra-kanker maupun kanker stadium awal. Selain metode yang disebutkan tersebut, terdapat juga pilihan lain seperti sigmoidoskopi fleksibel dan CT colonography. Pemilihan metode skrining sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasien, ketersediaan fasilitas, serta preferensi individu setelah berkonsultasi dengan dokter ahli saluran pencernaan
Kesimpulannya, skrining kanker kolorektal sangat dianjurkan terutama bagi individu usia ≥45 tahun atau lebih muda jika memiliki faktor risiko. Skrining kanker kolorektal dilakukan bukan hanya untuk mendeteksi kanker, tetapi juga sebagai langkah pencegahan. Contohnya dengan mengidentifikasi dan melakukan pengangkatan polip sejak dini, risiko berkembangnya kanker dapat ditekan secara signifikan. Inilah yang menjadikan skrining sebagai intervensi yang sangat efektif dalam kesehatan masyarakat. Kesadaran dan kepatuhan terhadap skrining dapat menyelamatkan banyak nyawa melalui deteksi dini.
Referensi:
- Jacobsson M, Wagner V, Kanneganti S. Screening for Colorectal Cancer. Surg Clin North Am. 2024 Jun;104(3):595-607. doi: 10.1016/j.suc.2023.11.009. Epub 2023 Dec 14. PMID: 38677823.
- Tsukanov VV, Vasyutin AV, Tonkikh JL. Risk factors, prevention and screening of colorectal cancer: A rising problem. World J Gastroenterol. 2025 Feb 7;31(5):98629. doi: 10.3748/wjg.v31.i5.98629. PMID: 39926213; PMCID: PMC11718609.
- Li J, Li ZP, Ruan WJ, Wang W. Colorectal cancer screening: The value of early detection and modern challenges. World J Gastroenterol. 2024 May 28;30(20):2726-2730. doi: 10.3748/wjg.v30.i20.2726. PMID: 38855153; PMCID: PMC11154673.

Leave a Reply